2012 in review

Posted: Januari 4, 2013 in only for news

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

19,000 people fit into the new Barclays Center to see Jay-Z perform. This blog was viewed about 88.000 times in 2012. If it were a concert at the Barclays Center, it would take about 5 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Posted: September 10, 2012 in Uncategorized

mba rim… ijin reblog yak..
udah lama pengen nyari ni materi..
pengen doank,, g jadi jadi… hehe

Posted: Agustus 9, 2012 in Uncategorized

khanzima:

terlepas dr kebenaran fakta foto-foto ini.. tapi selayaknya dan seharusnya pemuda indonesia lebih menghayati arti sebuah perjuangan.. siapapun dan kapanpun itu…

Originally posted on KabarNet.in:

Jakarta – KabarNet: Pada awal bulan Juli ini di negeri Belanda sedang hangat hangatnya membicarakan sejarah Aksi Polisionil Belanda di Indonesia antara 1947-1949. Semua berawal dari sebuah album foto yang ditemukan secara tidak sengaja di sebuah tempat sampah di Kota Enschede dan dimuat pertama kali oleh koran VOLKSKRANT, salah satu koran terbesar di Belanda.

View original 2.397 more words

1. Jangan Simpan Sendiri Kekesalan Anda Pada Si Dia
Stop berharap si dia bisa membaca pikiran Anda. Diam atau malah emosional dalam menghadapi suatu masalah tidak akan menyelesaikan masalah tersebut dan dapat merusak hubungan. Pasangan Anda pasti menginginkan Anda menyelesaikan masalah secara dewasa, tidak dengan diam maupun dengan agresivitas. Coba jelaskan masalah yang dikarenakan oleh perilakunya. Tapi katakan bahwa perilaku buruk pasangan Anda tersebut, tidak mengurangi rasa cinta Anda padanya.

2. Hindari Pembicaraan Tentang Mantan
Beberapa pria mungkin penasaran akan masa lalu Anda, terutama tentang mantan pasangan Anda. Akan tetapi, sebaiknya hindari pembicaraan tentang fantasi serta masa lalu dengan mantan-mantan Anda jika tidak ingin untuk terlibat perkelahian dengan kekasih Anda.

3. Biarkan Dia Menghabiskan Waktu dengan Teman-temannya
Jika Anda menikmati menghabiskan waktu berharga dengan teman-teman Anda, akan adil bagi pasangan Anda untuk membiarkannya menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Biarkan pria yang Anda cintai ini beraktivitas dengan teman-temannya karena pria juga memiliki hal-hal yang memang tidak dapat ia katakan kepada Anda, dan ia akan sangat senang untuk berbagi dengan teman terdekatnya.

4. Tahu Kapan Harus Mundur
Cari tahu lebih banyak tentang kepribadian pacar Anda dan pastikan Anda tahu kapan harus mundur untuk memberinya privasi lebih. Wanita biasanya memberikan kasih sayang dan perhatian lebih terhadap orang yang mereka sayang, akan tetapi cenderung mengabaikan kebutuhan privasi pasangan mereka.

5. Berikan Pujian
Tidak perlu memberikan pujian atau apresiasi palsu atas apa yang kekasih lakukan untuk keluarga dan Anda. Namun, penting untuk memujinya sekali-sekali. Pikirkan Anda berada dalam suatu situasi dan seberapa meningkatnya suasana hati Anda jika seseorang memberikan pujian, walaupun sesederhana apapun. Trik ini akan memotivasi dia untuk melakukan tingkah laku serupa untuk menyenangkan Anda dan mendapatkan pujian Anda kembali.

6. Menjadi Pendengar yang Baik
Menghormati adalah salah satu kualitas paling berharga dari suatu hubungan jangka panjang. Mereka yang belajar bagaimana menjadi pendengar yang baik akan mendapatkan cinta dan berbagai macam apresiasi dari teman maupun pasangan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memberikan perhatian lebih pada apa yang pasangan Anda katakan. Anda dapat menambahkan saran dan komentar untuk menciptakan hubungan timbal balik, atau Anda dapat mendengarkannya dengan hati-hati.

 

sumber

Rindu

Posted: Mei 10, 2012 in kata-kata mutiara

Copy dari copyan seorang teman…

 

Ini bukan rindu. Ini rintik yang menyebut namamu. Bahkan dalam tidur, bahkan dalam mimpi. Bahkan dalam bilur, dan luka di hati.

Ini bukan rindu. Ini adalah senyum yang mengembang. Rasa yang terkekang. Luka yang meradang, dan jarak yang menghadang.

Ini bukan rindu. Ini adalah jejak-jejak cinta. Menapak pelan dalam hening. Membulat, membuat dan membekas.

Ini bukan rindu. Aku hanya memeluk imajinasi. Walau perih. Meski tertatih. Berharap kau di sini. Sampai pagi.

Ini bukan rindu. Aku hanya bercengkerama dengan angin. Dengan angan. Dengan bayang- bayang. Dengan kamu. Walau semu.

Ini bukan rindu. Aku hanya memilah, memilih, dan memaki kenangan. Mengapa ia harus mengetuk pintu saat

aku tak ingin tamu?

Ini bukan rindu. Ini hanya hati yang bermasalah dengan hati. Mencoba berhati-hati namun logika kalah di jurang hati.

Ini bukan rindu. Hanya racun yang mencandu. Atas degup jantung. Denyut cinta. Menjembatani jarak. Berteriak sampai serak.

Ini bukan rindu. Ini hanya sampah. Residu rasa. Menggumpal. Menggelegak. Keping-keping yang terserak. Airmata yang tersibak.

Ini bukan rindu. Hanya pertarungan ego. Yang kemudian lelah. Takluk dan kalah. Bertekuk lutut pada senja. Kembali mengais asa.

Ini bukan rindu. Hanya pujangga angkuh. Yang mencoba menafikan rasa. Menepis sulur yang kau ulur. Sampai kelu dan tertidur.

Ini bukan rindu. Hanya sisa wangimu. Yang tak mau beranjak pergi. Meski sudah berulang aku cuci. Sampai hati meranggas perih.

Ini bukan rindu. Hanya bohong yang terus bergaung. Lalu malaikat tertawa. Aku bersimpuh. Ini. Memang. Rindu.

Aku tak membenci rindu. Aku hanya mencintai cinta. Dan segala yang kita punya. :)

BAB I

PENDAHULUAN

 

Masa puerperium atau masa nifas mulai adalah masa pulih kembali mulai dari partus selesai sampai alat – alat kandungan kembali seperti saat pra hamil, lamanya 6 hingga 8 minggu. Seperti halnya selama kehamilan, dimana tubuh mengalami perubahan-perubahan untuk menyesuaikan kondisi untuk mempertahankan buah kehamilannya, maka segera setelah seorang perempuan melahirkan atau mengeluarkan janin yang berada dalam rahimnya, secara berangsur-angsur tubuh perempuan tersebut mengalami perubahan-perubahan untuk menyesuaikan dengan kondisi barunya. Walaupun masa nifas berakhir setelah 6 hingga 8 minggu kemudian, namun seluruh alat genital baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan. Perubahan-perubahan tersebut meliputi perubahan fisik dan psikologis.

 

Pada kali ini penulis tidak akan membahas perubahan-perubahan secara keseluruhan baik dari segi fisik maupun segi psikologis, namun penulis hanya akan mengkhususkan untuk membahas perubahan yang terjadi pada fisik, terutama perubahan-perubahan pada mamae dan genetalia externa serta interna pada seorang ibu nifas.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.  PENGERTIAN NIFAS

Sebelum membahas perubahan-perubahan yang terjadi pada ibu nifas, ada baiknya sedikit mengulas kembali tentang pengertian dari nifas.Adabeberapa pengertian tentang nifas, antara lain :

  1. Masa Nifas (Puerperium) adalah masa pulih kembali mulai dari partus selesai sampai alat – alat kandungan kembali seperti pra hamil, lamanya 6-8 minggu.

( Rustam Muchtar, 1998 : 115 )

  1. Masa Nifas adalah masa sesudah persalinan terhitung dari saat selesai persalinan sampai pulihnya kembali alat kandungan ke keadaan sebelum hamil.

( Perawatan Ibu Di Pusat Kesehatan Masyarakat, 1987 : 95 )

  1. Kala Puerperium berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal, dijumpai 2 kejadian pada puerperium yaitu involusio dan proses laktasi.

( Ida Bagus Gde Manuaba, 1998 : 190 )

  1. Masa Puerperium atau Masa Nifas mulai setelah partus selesai dan berakhir kira – kira 6 minggu, akan tetapi seluruh alat genital baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan. ( Ilmu Kandungan, 1999 : 237 )
  2. Masa Nifas atau Puerperium adalah masa setelah partus selesai dan setelah kira – kira 6 minggu. ( Kapita Selekta Kedokteran, 1999 )
  3. Masa Nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat – alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas berlangsung kira – kira 6 minggu.

( Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2002 : 23 )

  1. Masa Nifas adalah masa setelah persalinan sampai 6 minggu setelah persalinan. ( Pedoman Penanganan Pertolongan Persalinan dan Nifas Bagi Petugas Puskesmas, 1993 : 4 )

 

 

B.  PERUBAHAN FISIK DAN PSIKOLOGIS PADA IBU NIFAS

Setelah seorang perempuan melahirkan atau mengeluarkan janin yang berada dalam rahimnya, segera setelah itu secara berangsur-angsur tubuh perempuan tersebut mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan kondisi barunya. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik maupun psikologis.

Namun pada kali ini penulis akan mengkhususkan untuk membahas perubahan yang terjadi pada fisik, terutama perubahan pada mamae dan genetalia externa serta interna.

  1. Perubahan pada Mamae

Pada puting susu, areola, duktus & lobus membesar, vaskularisasi meningkat (Breast Engorgement). Setelah persalinan pengaruh supresi estrogen dan progesteron hilang, maka timbul pengaruh laktogenik hormon atau prolaktin yang akan merangsang air susu. Disamping itu pengaruh oksitosin menyebabkan mioepitel kelenjar susu berkonsentrasi sehingga air susu keluar. Produksi akan bertambah banyak sesudah 2-3 hari post partum. Bila bayi mulai ditetekan, isapan pada punting susu merupakan rangsangan psikis yang secara reflektoris mengakibatkan oksitosin dikeluarkan hipofise. Sebagai efek samping positif adalah involusi uteri akan lebih sempurna

 

  1. Perubahan pada Genetalia Interna
    1. Uterus

Pada uterus terjadi proses involusi, proses involusi adalah proses kembalinya uterus ke dalam keadaan sebelum hamil setelah melahirkan. Proses ini dimulai segera setelah plasenta keluar akibat kontraksi otot-otot polos uterus.
Pada tahap ketiga persalinan, uterus berada di garis tengah, kira-kira 2 cm di bahwa ambilicus dengan bagian fundus bersandar pada promontorium sakralis. Uterus menyerupai buah advokat gepeng berukuran panjang ±15cm, lebar ±12 cm, dan tabal ±10 cm. Dinding uterus sendiri kurang lebih 5 cm, sedangkan pada bekas implantasi placenta lebih tipis daripada bagian lain. Pada saat ini besar uterus kira-kira sama besar uterus sewaktu usia kehamilan 16 minggu (kira-kira sebesar jeruk asam) dan berat nya kira-kira 100 gr.
Dalam waktu 12 jam, tinggi fundus uteri mencapati kurang lebih 1 cm di atas umbilicus. Dalam beberapa hari kemudian, perubahan involusi berlangsung dengan cepat. Fundus turun kira-kira 1 sampi 2 cm setiap 24 jam. Pada hari pascapartum keenam fundus normal akan berada dipertengahan antara umbilicus dan simpisis pubis. Uterus tidak bisa di palpasi pada abdomen pada hari ke 9 pascapartum.

 

Segera setelah kelahiran, tempat melekatnya plasenta yang kira – kira berukuran sebesar telapak tangan, dengan cepat ukurannya mengecil. Pada akhir minggu kedua, diameternya hanya 3 sampai 4 cm. Dalam waktu beberapa jam setelah kelahiran, tempat melekatnya plasenta biasanya terdiri atas banyak pembuluh darah yang mengalami thrombosis yang selanjutnya mengalami organisasi thrombus secara khusus.
Uterus saat hamil beratnya kira-kira 1000 gram. Satu minggu postpartum berat uterus akan menjadi ±500 gram, 2 minggu postpartum menjadi 300 gram dan setelah 6 minggu postpartum berat uterus menjadi 40-60 gram, sedangkan berat uterus normal saat tidak hamil ±30 gram. Perubahan ini berhubungan erat dengan perubahan pada miometrium. Pada miometrium terjadi perubahan yang bersifat proteolisis.
Peningkatan kada estrogen dan ptogerteron bertanggung jawab untuk pertumbuhna massif uterus selama hamil. Pertumbuhan uterus prenatal tergantung pada hyperplasia, peningkatan jumlah sel-sel otot dan hipertrofi pembesaran sel-sel yang telah ada. Pada masa pescapartum penurunan kadar hormon-hormon ini menyebabkan tarjadinya autolysis, perusakan secara langsung jaringan hiprtrofi yang berlebihan. Sel-sel tambahan yang terbentuk selama masa hamil menetap. Inilah penyebab ukuran uterus sedikit lebih besar setelah hamil
Subinovulusi adalah kegagalan uterus untuk kembali pada keadaan tidak hamil. Proses ini disertai pemanjangan masa pengeluaran lokhia dan perdarahan uterus yang berlebihan atau irregular dan terkadang juga disertai perdarahan hebat. Pada pemeriksaan bimanual, uterus teraba lebih besar dan lebih lunak dibanding normal untuk periode nifas tertentu. Penyebab subinvolusi yang telah diketahui antara lain retensi potongan plasenta dan infeksi pamggul.

 

  1. Perubahan pada Pembuluh Darah Uterus

Kehamilan yang sukses membutuhkan peningkatan aliran darah uterus
yang cukup besar. Untuk menyuplainya, arteri dan vena di dalam uterus terutama di plasenta menjadi luar biasa membesar, begitu juga pembuluh darah ke dan dari uterus, pembentukan pembuluh – pembuluh darah baru juga akan menyebabkan peningkatan aliran darah yang bermakna. Setelah kelahiran, kaliber pembuluh darah ekstrauterin berkurang sampai mencapai, atau paling tidak mendekati keadaan sebelum hamil.
Di dalam uterus nifas, pembuluh darah mengalami obliterasi akibat perubahan hialin dan pembuluh–pembuluh yang lebih kecil menggantikannya. Resorpsi residu hialin dilakukan melalui suatu proses yang menyerupai proses pada ovaruium setelah ovulasi dan pembentukan korpus luteum. Namun, sisa – sisa di dalam jumlah kecil dapat bertahan selama bertahun – tahun.

Otot-otot uterus berkontraksi segera postpartum. Pembuluh-pembuluh darah yang berada di antara anyaman otot-otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan perdarahan setelah placenta dilahirkan.

  1. Perubahan Pada Serviks dan Segmen Bawah Uterus

Setelah post partum bentuk servik mengangga seperti corong. Bentuk ini disebabkan oleh korfus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan servik tidak berkontraksi, sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korfus dan servik uteri terbentuk semacam cincin. Warna servik sendiri merah kehitam-hitaman karena penuh pembuluh darah. Konsistensi lunak. Segera setelah janin dilahirkan, tangan pemeriksa masih dapat dimasukkan kedalam kavum uteri. Setelah 2 jam hanya dapat dimasukkan 2 sampai 3 jari, dan setelah 1 minggu hanya dapat dimasukkan 1 jari kedalam kavum uteri.

 

Tepi luar serviks, yang berhubungan dengan os eksternum, biasanya mengalami laserasi terutama di bagian lateral. Ostium serviks berkontraksi perlahan, dan beberapa hari setelah bersalin ostium serviks hanya dapat ditembus oleh dua jari. Pada akhir minggu pertama, ostium tersebut telah menyempit. Karena ostium menyempit, serviks menebal dan kanal kembali terbentuk. Meskipun involusi telah selesai, os eksternum tidak dapat sepenuhnya kembali ke penampakannya sebelum hamil. Os ini tetap agak melebar, dan depresi bilateral pada lokasi laserasi menetap sebagai perubahan yang permanen dan menjadi ciri khas serviks para. Harus diingat juga bahwa epitel serviks menjalani pembentukan kembali dalam jumlah yang cukup banyak sebagai akibat kelahiran bayi.
Segmen bawah uterus yang mengalami penipisan cukup bermakna akan berkontraksi dan tertarik kembali, tapi tidak sekuat pada korpus uteri. Dalam waktu beberapa minggu, segmen bawah telah mengalami perubahan dari sebuah struktur yang tampak jelas dan cukup besar untuk menampung hamper seluruh kepala janin, menjadi isthmus uteri yang hampir tak terlihat dan terletak diantara korpus uteri diatasnya dan os eksternum serviks dibawahnya.

 

  1. Lokhia

Pada masa awal nifas, biasanya keluar yang namanya lochea.,. Lokhia adalah cairan secret yang berasal dari peluruhan jaringan desidua cavum uteri dalam jumlah bervariasi. Secara mikroskopis, lokhia terdiri atas eritrosit, serpihan desidua, sel – sel epitel, dan bakteri. Mikroorganisme ditemukan pada lokhia yang menumpuk di vagina dan pada sebagian besar kasus juga ditemukan bahkan bila discharge diambil dari rongga uterus.

Karakteristik Lokhia:

1)      Lokhia rubra (cruenta)
Berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks kaseosa, lanugo dan mekoneum.

2)      Lokhia sanguinolenta
Berwarna merah kekuningan berisi darah dan lendir, terjadi pada hari ke 3-7 pasca persalinan

3)      Lokhia serosa
Berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, terjadi pada hari ke 7-14 pasca persalinan.

4)      Lokhia alba
Cairan putih setelah 2 minggu pasca persalinan,

 

  1. Regenerasi Endometrium

Dalam waktu 2 atau 3 hari setelah melahirkan, sisa desidua berdiferensiasi
menjadi dua lapisan. Stratum superficial menjadi nekrotik, dan terkelupas bersama lokhia. Stratum basal yang bersebelahan dengan miometrium tetap utuh dan merupakan sumber pembentukan endometrium baru. Endometrium terbentuk dari proliferasi sisa – sisa kelenjar endometrium dan stroma jaringan ikat antar kelenjar tersebut. Pada hari pertama endometrium yang kira-kira setebal 2 – 5 mm itu mempunyai permukaan yang kasar akibat pelepasan desidua dan selaput janin. Setelah 3 hari, permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya sel-sel dari bagian yang mengalami degenerasi, sebagian besar endometrium terlepas. Regenerasi endometrium terjadi dari sisa-sisa sel desidua basalis, yang memakan waktu 2 sampai dengan 3 minggu. Jaringan-jaringan ditempat inplementasi plasenta mengalami proses yang sama, ialah degenerasi yang kemudian terlepas. Pelepasan jaringan berdegenerasi ini berlangsung lengkap, dengan demikian tidak ada pembentukan jaringan perut pada tempat inplantasi plasenta. Bila yang terakhir ini terjadi maka ini dapat menimbulkan kelainan pada kehamilan berikutnya
Proses regenerasi endometrium berlangsung cepat, kecuali pada tempat
melekatnya plasenta. Dalam satu minggu atau lebih, permukaan bebas menjadi tertutup oleh epitel dan seluruh endometrium pulih kembali dalam minggu ketiga.

 

  1. Ligamen

Diafragma pelvis serta fasia yang meregang diwaktu kehamilan dan partus, setelah janin lahir berangsur-angsur ciut kembali seperti sedia kala. Tidak jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan uterus jatuh kebelakang. Tidak jarang pula wanita mengeluh ” kandungannya turun ”. Setelah melahirkan oleh karena ligamentum, fasia, jaringan penunjang alat genetalia menjadi agak kendor. Untuk memulihkan kembali jaringan-jaringan penunjang alat genetalia tersebut juga otot-otot dinding perut dan dasar panggul dianjurkan untuk melakukan latihan-latihan pada 2 hari postpartum sudah dapat diberikan fisioterapi

 

  1. Perubahan pada Genetalia Eksterna (Vagina dan Perineum)

            Estrogen pascapartum yang menurun berperan dalam penipisan mukosa vagina dan hilangnya rugae. Vagina yang semula sangat teregang akan kembali secara bertahap keukuran sebelum hamil, enam sampai 8 minggu setelah bayi lahir. Rugae akan kembali terlihat sekitar minggu keempat, walaupun tidak akan menonjol pada wanita nulipara. Pada umumnya rugae akan memipih secara permanent. Mukosa tetap atrofik pada wanita yang menyusui sekurang-kruangnya sampai menstruasi dimulai kembali. Penebalan mukosa vagina terjadi seiring pemulihan fungsi ovarium. Kekurangan estrogen menyebabkan penurunan jumlah pelumas vagina dan penipisan mukosan vagina. Kekeringan local dan rasa tidak nyaman saat kotus (dispareunia) menetap sampai fungsi ovarium kembali normal dan menstruasi dimulai lagi. Biasanya wanita dianjurkan menggunakan pelumas larut air saat melakukan hubungan seksual untuk mengurangi nyeri.
Pada awalnya, introitus mengalami eritematosa dan edematosa, terutama pada daerah episiotomy atau jahitan laserasi. Perbaikan yang cermat, pencegahan atau pengobatan dini hematoma dan higine yang baik selama dua minggu pertama setelah melahirkan biasanya membuat introitus dengan mudah dibedakan dari introitus pada wanita nulipara.
Pada umumnya episiotomi hanya mungkin dilakukan bila wanita berbaring miring dengan bokong diangkat atau di tempatkan pada posisi lototomi. Penerangan yang baik diperlukan supaya episiotomi dapat terlihat jelas. Proses penyembuhan luka episiotomi sama dengan luka operasi lain. Tanda-tanda infeksi (nyeri, merah, panas, bengkak, atau rabas) atau tepian insisi tidak saling melekat bisa terjadi. Penyembuhan baru berlangsung dalam dua sampai tiga minggu.


BAB III

PENUTUP

            Masa Nifas (Puerperium) adalah masa pulih kembali mulai dari partus selesai sampai alat – alat kandungan kembali seperti pra hamil, lamanya 6-8 minggu

Setelah seorang perempuan melahirkan atau mengeluarkan janin yang berada dalam rahimnya, segera setelah itu secara berangsur-angsur tubuh perempuan tersebut mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan kondisi barunya. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik maupun psikologis.

Secara fisik, perubahan tersebut antara lain, pada uterus terjadi proses involusi, proses involusi adalah proses kembalinya uterus ke dalam keadaan sebelum hamil setelah melahirkan. Proses ini dimulai segera setelah plasenta keluar akibat kontraksi otot-otot polos uterus.Otot-otot uterus berkontraksi menyebabkan pembuluh-pembuluh darah yang berada di antara anyaman otot-otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan perdarahan setelah placenta dilahirkan.

Setelah post partum bentuk servik mengangga seperti corong. Bentuk ini disebabkan oleh korpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan servik tidak berkontraksi, sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korfus dan servik uteri terbentuk semacam cincin

Pada masa awal nifas, biasanya keluar yang namanya lochea. Lokhia adalah cairan secret yang berasal dari peluruhan jaringan desidua cavum uteri dalam jumlah bervariasi. Kemudian pada endometrium terjadi proses regenerasi yang berlangsung cepat, kecuali pada tempat melekatnya plasenta. Dalam satu minggu atau lebih, permukaan bebas menjadi tertutup oleh epitel dan seluruh endometrium pulih kembali dalam minggu ketiga. Pada bagian diafragma pelvis serta fasia yang meregang diwaktu kehamilan dan partus, setelah janin lahir berangsur-angsur ciut kembali seperti sedia kala.

Untuk genetalia externa, estrogen pascapartum yang menurun berperan dalam penipisan mukosa vagina dan hilangnya rugae. Vagina yang semula sangat teregang akan kembali secara bertahap keukuran sebelum hamil, enam sampai 8 minggu setelah bayi lahir.

             


DAFTAR PUSTAKA

 

 

Wiknjosastro, Hanifa.2007.Ilmu Kebidanan.Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

 

http://sekuracity.com/2009/02/perubahan-fisiologis-pada-masa-nifas.html

http://healthycaus.com/2009/07/perubahan-psikologis-ibu-pada-masa.html

http://anitaroza.multiply.com/reviews/item/7

http://hidupkansehat.com/2008/12/perubahan-pada-ibu-nifas-setelah.html

BAB I

PENDAHULUAN

 

Masa puerperium atau masa nifas mulai setelah partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu setelahnya. Seperti halnya selama kehamilan yaitu tubuh melakukan perubahan-perubahan agar dapat menyesuaikan dengan kondisi untuk mempertahankan buah kehamilan, pada masa nifas pun tubuh sedikit demi sedikit mengalami perubahan kembali seperti semula karena buah kehamilan telah keluar dari rahim ibu. Walaupun masa nifas berakhir kurang lebih setelah 6 mingu, namun seluruh alat genital baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan.

Dalam masa nifas, alat-alat genetalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali, perubahan-perubahan ini keseluruhannya disebut involusi. Di samping involusi ini, tejadi juga perubahan-perubahan penting lain antara lain hemokonsentrasi dan timbulnya laktasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.   Perubahan fisik dan psikologi ibu nifas

 

 

  1. I.        Pueperium ( nifas )

 

1) Masa Nifas (Puerperium) adalah masa pulih kembali mulai dari partus selesai
sampai alat – alat kandungan kembali seperti pra hamil, lamanya 6-8 minggu.
( Rustam Muchtar, 1998 : 115 )
2) Masa Nifas adalah masa sesudah persalinan terhitung dari saat selesai persalinan sampai pulihnya kembali alat kandungan ke keadaan sebelum hamil.
( Perawatan Ibu Di Pusat Kesehatan Masyarakat, 1987 : 95 )
3) Kala Puerperium berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal, dijumpai 2 kejadian pada puerperium yaitu involusio dan proses laktasi.
( Ida Bagus Gde Manuaba, 1998 : 190 )
4) Masa Puerperium atau Masa Nifas mulai setelah partus selesai dan berakhir kira – kira 6 minggu, akan tetapi seluruh alat genital baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan. ( Ilmu Kandungan, 1999 : 237 )
5) Masa Nifas atau Puerperium adalah masa setelah partus selesai dan setelah kira – kira 6 minggu. ( Kapita Selekta Kedokteran, 1999 )
6) Masa Nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat – alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas berlangsung kira – kira 6 minggu.
( Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2002 : 23 )
7) Masa Nifas adalah masa setelah persalinan sampai 6 minggu setelah persalinan.
( Pedoman Penanganan Pertolongan Persalinan dan Nifas Bagi Petugas Puskesmas, 1993 : 4 )

 

 

 

 

 

II. Perubahan-perubahan dari alat reproduksi interna dan eksterna

 

  1. A.    Uterus

Pada uterus terjadi proses involusi, proses involusi adalah proses kembalinya uterus ke dalam keadaan sebelum hamil setelah melahirkan. Proses ini dimulai segera setelah plasenta keluar akibat kontraksi otot-otot polos uterus.
Pada tahap ketiga persalinan, uterus berada di garis tengah, kira-kira 2 cm di bahwa ambilicus dengan bagian fundus bersandar pada promontorium sakralis. Pada saat ini besar uterus kira-kira sama besar uterus sewaktu usia kehamilan 16 minggu (kira-kira sebesar jeruk asam) dan berat nya kira-kira 100 gr.
Dalam waktu 12 jam, tinggi fundus uteri mencapati kuran glebih 1 cm di atas umbilicus. Dalam beberapa hari kemudian, perubahan involusi berlangsung dengan cepat. Fundus turun kira-kira 1 sampi 2 cm setiap 24 jam. Pada hari pascapartum keenam fundus normal akan berada dipertengahan antara umbilicus dan simpisis pubis. Uterus tidak bisa di pal pasi pada abdomen pada hari ke 9 pascapartum.
Uterus yang pada waktu hamil penuh beratnya 11 kali berat sebelum hamil, berinvolusi kira-kira 500 gr 1 minggu setelah melahirkan dan 350 gr (11 sampai 12 ons) 2 minggu setelah lahir. Seminggu setelah melahirkan uterus berada di dalam panggung sejati lagi. Pada minggu keenam, beratnya menjadi 50 sampai 60 gr.
Peningkatan kada estrogen dan progesteron bertanggung jawab untuk pertumbuhna massif uterus selama hamil. Pertumbuhan uterus prenatal tergantung pada hyperplasia, peningkatan jumlah sel-sel otot dan hipertrofi pembesaran sel-sel yang telah ada. Pada masa pescapartum penurunan kadar hormon-hormon ini menyebabkan tarjadinya autolysis, perusakan secara langsung jaringan hiprtrofi yang berlebihan. Sel-sel tambahan yang terbentuk selama masa hamil menetap. Inilah penyebab ukuran uterus sedikit lebih besar setelah hamil
Subinovulusi adalah kegagalan uterus untuk kembali pada keadaan tidak hamil. Penyebab subinvolusi yang paling sering adalah tertahannya fragmen placenta dan infeksi.

 

  1. Perubahan Pada Pembuluh Darah Uterus
    Kehamilan yang sukses membutuhkan peningkatan aliran darah uterus
    yang cukup besar. Untuk menyuplainya, arteri dan vena di dalam uterus terutama di plasenta menjadi luar biasa membesar, begitu juga pembuluh darah ke dan dari uterus, pembentukan pembuluh – pembuluh darah baru juga akan menyebabkan peningkatan aliran darah yang bermakna. Setelah kelahiran, kaliber pembuluh darah ekstrauterin berkurang sampai mencapai, atau paling tidak mendekati keadaan sebelum hamil.
    Di dalam uterus nifas, pembuluh darah mengalami obliterasi akibat perubahan hialin, dan pembuluh – pembuluh yang lebih kecil menggantikannya. Resorpsi residu hialin dilakukan melalui suatu proses yang menyerupai proses pada ovaruium setelah ovulasi dan pembentukan korpus luteum. Namun, sisa – sisa di dalam jumlah kecil dapat bertahan selama bertahun – tahun.

    b.  Perubahan Pada Serviks dan Segmen Bawah Uterus
    Tepi luar serviks, yang berhubungan dengan os eksternum, biasanya mengalami laserasi terutama di bagian lateral. Ostium serviks berkontraksi perlahan, dan beberapa hari setelah bersalin ostium serviks hanya dapat ditembus oleh dua jari. Pada akhir minggu pertama, ostium tersebut telah menyempit. Karena ostium menyempit, serviks menebal dan kanal kembali terbentuk. Meskipun involusi telah selesai, os eksternum tidak dapat sepenuhnya kembali ke penampakannya sebelum hamil. Os ini tetap agak melebar, dan depresi bilateral pada lokasi laserasi menetap sebagai perubahan yang permanen dan menjadi cirri khas serviks para. Harus diingat juga bahwa epitel serviks menjalani pembentukan kembali dalam jumlah yang cukup banyak sebagai akibat kelahiran bayi.
    Segmen bawah uterus yang mengalami penipisan cukup bermakna akan berkontraksi dan tertarik kembali, tapi tidak sekuat pada korpus uteri. Dalam waktu beberapa minggu, segmen bawah telah mengalami perubahan dari sebuah struktur yang tampak jelas dan cukup besar untuk menampung hamper seluruh kepala janin, menjadi isthmus uteri yang hampir tak terlihat dan terletak diantara korpus uteri diatasnya dan os eksternum serviks dibawahnya.
    Setelah post partum bentuk servik mengangga seperti corong. Bentuk ini disebabkan oleh korfus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan servik tidak berkontraksi, sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korfus dan servik uteri terbentuk semacam cincin. Warna servik sendiri merah kehitam-hitaman karena penuh pembuluh darah. Konsistensi linak segera setelah janin dilahirkan, tangan pemeriksa masih dapat dimasukkan kedalam kavum uteri. Setelah 2 jam hanya dapat dimasukkan 2 sampai 3 jari, dan setelah 1 minggu hanya dapat dimasukkan 1 jari kedalam kavum uteri. (Hanifa, 1999)

 

 

  1. Involusi Korpus Uteri
    Segera setelah pengeluaran plasenta, fundus korpus uteri yang berkontraksi terletak kira – kira sedikit di bawah umbilicus. Korpus uteri kini sebagian besar terdiri atas miometrium yang dibungkus lapisan serosa dan dilapisi desidua basalis. Dinding anterior dan posteriornya saling menempel erat, masing – masing tebalnya 4 sampai 5 cm. Karena pembuluh darah tertekan oleh miometrium yang berkontraksi, uterus nifas pada potongan tampak iskemik bila dibandingkan dengan uterus hamil yang hiperemesis dan berwarna ungu kemerah – merahan. Setelah 2 hari pertama, uterus mulai menyusut, sehingga dalam 2 minggu orga ini telah turun ke rongga panggul sejati. Organ ini mencapai ukuran seperti semula sebelum hamil dalam waktu sekitar 4 minggu. Uterus segera setelah melahirkan mempunyai berat sekitar 1000 gram. Akibat involusi, 1 minggu kemudian beratnya sekitar 500 gram, pada akhir minggu kedua turun menjadi sekitar 300 gram, dan segera setelah itu menjadi 100 gram atau kurang. Jumlah total sel otot tidak berkurang banyak ; namun, sel – selnya sendiri jelas sekali berkurang ukurannya. Involusi rangka jaringan ikat terjadi sama cepatnya.
    Karena pelepasan plasenta dan membran – membran terutama terjadi di stratum spongiosum, desidua basalis tetap berada di uterus. Desidua yang tersisa mempunyai bentuk bergerigi tak beraturan, dan terinfiltrasi oleh darah, khususnya di tempat melekatnya plasenta.

    d. Lokhia
    Pada masa awal nifas, peluruhan jaringan desidua menyebabkan keluarnya
    discharge vagina dalam jumlah bervariasi yang disebut lokhia. Secara
    mikroskopis, lokhia terdiri atas eritrosit, serpihan desidua, sel – sel epitel, dan bakteri. Mikroorganisme ditemukan pada lokhia yang menumpuk di vagina dan pada sebagian besar kasus juga ditemukan bahkan bila discharge diambil dari rongga uterus.
    Selama beberapa hari pertama setelah melahirkan, kandungan darah dalam lokhia cukup banyak sehingga warnanya merah – lokhia rubra. Setelah 3 atau 4 hari, lokhia menjadi sangat memucat – lokhia serosa. Setelah sekitar 10 hari, akibat campuran leukosit dan berkurangnya kandungan cairan, lokhia menjadi berwarna putih atau putih kekuning – kuningan. – lokhia alba.
    Lochea adalah cairan secret yang berasal dari cavum uteri dan vagina dalam masa nifas.
    Karakteristik Lokhea:
    1) Lochea rubra (cruenta)
    Berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks kaseosa, lanugo dan mekoneum.
    2) Lochea sanguinolenta
    Berwarna merah kekuningan berisi darah dan lendir, terjadi pada hari ke 3-7 pasca persalinan

    3) Lochea serosa
    Berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, terjadi pada hari ke 7-14 pasca persalinan.
    4) Lochea alba
    Cairan putih setelah 2 minggu pasca persalinan, (Mochtar, 1998)

e. Regenerasi Endometrium
Dalam waktu 2 atau 3 hari setelah melahirkan, sisa desidua berdiferensiasi
menjadi dua lapisan. Stratum superficial menjadi nekrotik, dan terkelupas bersama lokhia. Stratum basal yang bersebelahan dengan miometrium tetap utuh dan merupakan sumber pembentukan endometrium baru. Endometrium terbentuk dari proliferasi sisa – sisa kelenjar endometrium dan stroma jaringan ikat antar kelenjar tersebut.
Proses regenerasi endometrium berlangsung cepat, kecuali pada tempat
melekatnya plasenta. Dalam satu minggu atau lebih, permukaan bebas menjadi
tertutup oleh epitel dan seluruh endometrium pulih kembali dalam minggu ketiga.

Timbulnya trombosis, dan netrosis ditempat inplantasi plasenta. Pada hari pertama endometrium yang kira-kira setebal 2 – 5 mm itu mempunyai permukaan yang kasar akibat pelepasan desidua dan selaput janin. Setelah 3 hari, permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya sel-sel dari bagian yang mengalami degenerasi, sebagian besar endometrium terlepas. Regenerasi endometrium terjadi dari sisa-sisa sel desidua basalis, yang memakan waktu 2 sampai dengan 3 minggu. Jaringan-jaringan ditempat inplementasi plasenta mengalami proses yang sama, ialah degenerasi yang kemudian terlepas. Pelepasan jaringan berdegenerasi ini berlangsung lengkap, dengan demikian tidak ada pembentukan jaringan perut pada tempat inplantasi plasenta. Bila yang terakhir ini terjadi maka ini dapat menimbulkan kelainan pada kehamilan berikutnya. (Hanifas, 1999)

f. Sub Involusi
Istilah ini menggambarkan suatu keadaan menetapnya atau terjadinya
retardasi involusi, proses yang normalnya menyebabkan uterus nifas kembali ke bentuk semula. Proses ini disertai pemanjangan masa pengeluaran lokhia dan perdarahan uterus yang berlebihan atau irregular dan terkadang juga disertai perdarahan hebat. Pada pemeriksaan bimanual, uterus teraba lebih besar dan lebih lunak dibanding normal untuk periode nifas tertentu. Penyebab subinvolusi yang telah diketahui antara lain retensi potongan plasenta dan infeksi pamggul. Karena hampir semua kasus subinvolusi disebabkan oleh penyebab local, keadaan ini biasanya dapat diatasi dengan diagnosis dan penatalaksanaan dini pemberian ergonovin (ergotrate) atau metilergonovin (methergine) 0,2 mg setiap 3 atau 4 jam selama 24 sampai 48 jam direkomendasikan oleh beberapa ahli. Namun efektivitasnya dipertanyakan. Di lain pihak, metritis berespon baik terhadap terapi antibiotic oral.

g. Involusi Tempat Melekatnya Plasenta
Segera setelah kelahiran, tempat melekatnya plasenta kira – kira berukuran
sebesar telapak tangan, tetapi dengan cepat ukurannya mengecil. Pada akhir minggu kedua, diameternya hanya 3 sampai 4 cm. Dalam waktu beberapa jam setelah kelahiran, tempat melekatnya plasenta biasanya terdiri atas banyak pembuluh darah yang mengalami thrombosis yang selanjutnya mengalami organisasi thrombus secara khusus.3. Relaksasi Muara Vagina dan Prolapsus Uteri
Pada awal masa nifas, vagina dan muara vagina membentuk suatu lorong luas
berdinding licin yang berangsur – angsur mengecil ukurannya tapi jarang kembali ke bentuk nulipara. Rugae mulai tampak pada minggu ketiga. Himen muncul kembali sebagai kepingan – kepingan kecil jaringan, yang setelah mengalami sikatrisasi akan berubah menjadi carunculae mirtiformis.
Laserasi luas perineum saat kelahiran akan diikut relaksasi introitus. Bahkan bila
tak tampak laserasi eksterna, peregangan berlebih akan menyebabkan relaksasi nyata. Lebih lanjut, perubahan pada jaringan penyangga panggul selama persalinan merupakan predisposisi prolaps uteri dan inkontenensia uri stress. Pada umumnya, operasi korektif ditunda hingga seluruh proses persalinan selesai, kecuali tentu saja terdapat kecacatan serius, terutama inkontinensia uri akibat stress, yang menimbulkan gejala – gejala yang membutuhkan intervensi.

 

 

h. Ligamen
Diafragma pelvis serta fasia yang meregang diwaktu kehamilan dan partus, setelah janin lahir berangsur-angsur ciut kembali seperti sedia kala. Tidak jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan uterus jatuh kebelakang. Tidak jarang pula wanita mengeluh ” kandungannya turun ”. Setelah melahirkan oleh karena ligamentum, fasia, jaringan penunjang alat genetalia menjadi agak kendor. Untuk memulihkan kembali jaringan-jaringan penunjang alat genetalia tersebut juga otot-otot dinding perut dan dasar panggul dianjurkan untuk melakukan latihan-latihan pada 2 hari postfartum sudah dapat diberikan fisio terapis (Hanifa, 1999)

 

 

B. Vagina dan Perineum
Estrogen pascapartum yang menurun berperan dlam penipisan mukosa vagina dan hilangnya rugae. Vagina yang semula sangat teregang akan kembali secara bertahap keukuran sebelum hamil, enam sampai 8 minggu setelah bayi lahir. Rugae akan kembali terlihat sekitar minggu keempat, walaupun tidak akan menonjaol pada wanita nulipara. Pada umumnya rugae akan memipih secara permanent. Mukosa tetap atrofik pada wanita yagn menyusui sekurang-kruangnya sampai menstruasi dimulai kembali. Penebalam mukosa vagina terjadi seiring pemulihan fungsi ovarium. Kekurang estrogen menyebabkan penurunan jumlah pelumas vagian dan penipisan mukosan vagina. Kekeringan local dan rasa tidak nyaman saat kotus (dispareunia) menetap sampai fungsi ovarium kembali normal dan menstruasi dimulai lagi. Biasanya wanita dianjurkan menggunakan pelumas larut air saat melakukan hubungan seksual untuk mengurangi nyeri.
Pada awalnya, introitus mengalami eritematosa dan edematosa, terutama pad adaerah episiotomy atau jahitan laserasi. Perbaikan yang cermat, pencegahan atau pengobatan dini hematoma dan higine yang bagik selama dua minggu pertma setelah melahirkan biasanya membuat ingroitus denan mudah dibedakan dari itroitus pada wanita nulipara.
Pada umumnya episiotomi hanya mungkin dilakukan bila wanita berbaring miring dengan bokong diangkat atau di tempatkan pada posisi lototomi. Penerangan yang baik diperlukan supaya episotomi dapat terlihat jelas. Proses penyembuhan luka episiotomi sama dengan luka operasi lain. Tanda-tanda infeksi (nyeri, merah, panas, bengkak, atau rabas) atau tepian insisi tidak saling melekat bisa terjadi. Penyembuhan haru berlangsung dalam dua sampai tiga minggu.

 

C.Kelenjar Mamae / Payudara

Puting susu, areola, duktus & lobus membesar, vaskularisasi meningkat (Breast Engorgement)
Setelah persalinan pengaruh supresi estrogen dan progesteron hilang, maka timbul pengaruh laktogenik hormon atau prolaktin yang akan merangsang air susu. Disamping itu pengaruh oksitosin menyebabkan mioepitel kelenjar susu berkonsentrasi sehingga air susu keluar. Produksi akan bertambah banyak sesudah 2-3 hari post partum. Bila bayi mulai ditetekan, isapan pada punting susu merupakan rangsangan psikis yang secara reflektoris mengakibatkan oksitosin dikeluarkan hipofise. Sebagai efek sampi samping positif adalah involusi uteri akan lebih sempurna (Mochtar, 1998).

IMAJINER DOA
oleh:/ Ratih Sanggarwati/

Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis:*
“Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku.” *

Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:*
“Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat mendoakanku ketika nanti aku mati dan jadi salah satu amalanku yang tidak pernah putus.”*

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir*:
“Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah….”*
Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:*
“Ya Allah….. jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda..”*

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:*
“Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg mengkhawatirkanku. Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah yang sedang ranum.”*

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:*
“Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka, yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami.”*

Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:*
“Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya.”*
Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:*
“Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku.”*

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum dan berkata….. .*

“Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik dan sholehah?
“Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?”

“Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu.

Jangan egois begitu…… .. masak engkau ingin anak yang sholehah hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu. . … tentu mereka menjadi sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah aturan-Ku.”
“Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?…… prestige? …….. atau….mode? …..atau engkau tidak mau direpotkan dengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga harus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha mengkhatamkannya. “

“Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?
Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan umat-Ku.”

“Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkau tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku. Percayalah kalau anakmu adalah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang dia akan dapatkan.”

“Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu. Aku yang memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya. Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika dia melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya. .. “

“Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilah kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi amanahnya.”*

Lantas…… aku malu…… dengan imajinasi do’a-ku sendiri….
Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA.. . …..

> Maafkan aku ya Allah……*

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

  1. DEFINISI

Tolok Ukur Bayi Gizi Baik :

  1. Terjadi pertumbuhan berat badan, dengan patokan:
    1. 0-3 bulan pertama, rata-rata 30 gram per hari, minimal 20 g.
    2. 3-6 bulan pertama itu, sekitar 20 gr per hari
    3. 6-12 bulan, sekitar 15-20 gr  per hari.
    4. Tinggi dan berat badan bayi proporsional. Rangenya, 90%-110%  dari  proporsi tinggi dan berat badan ideal.

 

Ada satu kurva atau grafik untuk melihat apakah bayi menjadi lebih kurus atau tidak. Pencatatan biasanya dilakukan setiap bulan, sehingga akan tampak bagaimana grafik pertumbuhan badan si bayi.

 

Normalnya, berat badan (BB) bayi baru lahir harus mencapai 2.500 gram. Tidak terlalu besar, juga tak kelewat kecil. Sebab kalau terlalu kecil, dikhawatirkan organ tubuhnya tak dapat tumbuh sempurna sehingga dapat membahayakan sang bayi sendiri. Sebaliknya, terlalu besar juga ditakutkan sulit lahir dengan jalan normal dan mesti lewat operasi sesar.

 

Pertambahan BB bayi bisa dilihat per triwulan. Pada triwulan I, kenaikan BB berkisar 150-250 gram/minggu, triwulan II kenaikannya 500-600 gram/bulan, triwulan III naik 350 – 450 gram/bulan, dan triwulan IV sekitar 250-350 gram/bulan.

 

Jelas terlihat,triwulan I pertambahan BB berlangsung lebih cepat dibanding dengan triwulan II, III, dan IV. Ini wajar karena pertumbuhan BB di bulan berikutnya lebih rendah dari bulan sebelumnya. Namun bila pertumbuhan BB berkurang secara drastis, bisa dijadikan ancang-ancang untuk melakukan tindakan lanjutan.

 

Umumnya, acuan untuk melihat normal-tidaknya BB adalah saat usianya mencapai 6 bulan dan 1 tahun. Di usia 6 bulan, BB bayi harus mencapai 2 kali lipat berat lahir dan menjadi 3 kali lipatnya pada usia 1 tahun. Kurang dari ini, maka BB nya bisa disebut rendah atau termasuk bayi kurus.

 

Meski saat lahir BB-nya normal, belum tentu juga selanjutnya perkembangan BB-nya akan normal sesuai dengan pertumbuhannya. Pada fase tertentu, ada kecenderungan pertambahan berat badan bayi akan melambat. Antara 1 sampai 6 bulan, pertambahan BB bayi terbilang cepat,tapi di atas 6 bulan, pertambahannya melambat. Ini terjadi hampir pada seluruh bayi. Salah satu penyebabnya, karena pada tahap ini biasanya bayi sudah lebih banyak bergerak dan pertumbuhannya mengarah ke pertinggian badan.

 

Bila pertambahan BB bayi di usia 6 bulan, misalnya, menjadi tidak normal alias tidak bertambah atau malah berkurang, perlu dilihat penyebabnya. Mungkin ada penyakit yang bersarang di tubuhnya semisal penyakit infeksi terutama TBC dan diare. Penyakit membuat nafsu makan anak berkurang dan akhirnya BB-nya tak mau naik.

 

 

  1. PENYEBAB GIZI BURUK

Gizi buruk dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait. Secara garis besar penyebab anak kekurangan gizi disebabkan karena asupan makanan yang kurang atau anak sering sakit / terkena infeksi.

 

  1. Asupan makanan yang kurang disebabkan oleh banyak faktor antara lain :
  1. Tidak tersedianya makanan secara adekuat

Tidak tersedinya makanan yang adekuat terkait langsung dengan kondisi sosial ekonomi. Kadang kadang bencana alam, perang, maupun kebijaksanaan politik maupun ekonomi yang memberatkan rakyat akan menyebabkan hal ini. Kemiskinan sangat identik dengan tidak tersedianya makan yang adekuat. Data Indonesia dan negara lain menunjukkan bahwa adanya hubungan timbal balik antara kurang gizi dan kemiskinan. Kemiskinan merupakan penyebab pokok atau akar masalah gizi buruk. Proporsi anak malnutrisi berbanding terbalik dengan pendapatan. Makin kecil pendapatan penduduk, makin tinggi persentasi anak yang kekurangan gizi.

 

  1. Anak tidak cukup mendapat makanan bergizi seimbang

Makanan alamiah terbaik bagi bayi yaitu Air Susu Ibu, dan sesudah usia 6 bulan anak tidak mendapat Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, baik jumlah dan kualitasnya akan berkonsekuensi terhadap status gizi bayi. MP-ASI yang baik tidak hanya cukup mengandung energi dan protein, tetapi juga mengandung zat besi, vitamin A, asam folat, vitamin B serta vitamin dan mineral lainnya. MP-ASI yang tepat dan baik dapat disiapkan sendiri di rumah. Pada keluarga dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah seringkali anaknya harus puas dengan makanan seadanya yang tidak memenuhi kebutuhan gizi balita karena ketidaktahuan.

 

  1. Pola makan yang salah.

Suatu studi “positive deviance” mempelajari mengapa dari sekian banyak bayi dan balita di suatu desa miskin hanya sebagian kecil yang gizi buruk, padahal orang tua mereka semuanya petani miskin. Dari studi ini diketahui pola pengasuhan anak berpengaruh pada timbulnya gizi buruk. Anak yang diasuh ibunya sendiri dengan kasih sayang, apalagi ibunya berpendidikan, mengerti soal pentingnya ASI, manfaat posyandu dan kebersihan, meskipun sama-sama miskin, ternyata anaknya lebih sehat. Unsur pendidikan perempuan berpengaruh pada kualitas pengasuhan anak. Sebaliknya sebagian anak yang gizi buruk ternyata diasuh oleh nenek atau pengasuh yang juga miskin dan tidak berpendidikan. Banyaknya perempuan yang meninggalkan desa untuk mencari kerja di kota bahkan menjadi TKI, kemungkinan juga dapat menyebabkan anak menderita gizi buruk.

 

  1. Kebiasaan, mitos ataupun kepercayaan / adat istiadat masyarakat tertentu yang tidak benar dalam pemberian makan akan sangat merugikan anak .

Misalnya kebiasaan memberi minum bayi hanya dengan air putih, memberikan makanan padat terlalu dini, berpantang pada makanan tertentu ( misalnya tidak memberikan anak anak daging, telur, santan dll) , hal ini menghilangkan kesempatan anak untuk mendapat asupan lemak, protein maupun kalori yang cukup.

  1. Dipengaruhi saat masih berada dalam kandungan.

Inilah yang sangat menentukan karena di situlah pembentukan dan pertumbuhan organ tubuh dimulai. Kandungan yang sehat ditentukan oleh ibu yang sehat. Bila ibu menderita penyakit, semisal infeksi paru, kondisi janin pun ikut terpengaruh. Darah yang tersuplai ke tubuh janin bisa saja menjadi jalan untuk mewarisi penyakit yang diderita ibunya.

  1. Asupan nutrisi yang dikonsumsi ibu ketika hamil.

Biasanya, berkurangnya nutrisi yang dikonsumsi si ibu, otomatis berkurang pula asupan nutrisi pada janin yang ditransportasikan lewat plasenta. Kekurangan ini bisa disebabkan karena ibu sulit sekali untuk mengkonsumsinya kala sakit selama hamil atau memang malas memperhatikan nutrisi yang diperlukan semasa hamil. Gara-gara kurang nutrisi inilah, bayi bisa mengalami BB rendah dan tampak kurus.

 

  1. Sering sakit (frequent infection)

 

Menjadi penyebab terpenting kedua kekurangan gizi, apalagi di negara negara terbelakang dan yang sedang berkembang seperti Indonesia, dimana kesadaran akan kebersihan / personal hygine yang masih kurang, serta ancaman endemisitas penyakit tertentu, khususnya infeksi kronik seperti misalnya tuberculosis (TBC) masih sangat tinggi. Kaitan infeksi dan kurang gizi seperti layaknya lingkaran setan yang sukar diputuskan, karena keduanya saling terkait dan saling memperberat. Kondisi infeksi kronik akan meyebabkan kurang gizi dan kondisi malnutrisi sendiri akan memberikan dampak buruk pada sistem pertahanan sehingga memudahkan terjadinya infeksi.

 

 

  1. TANDA DAN GEJALA

Penggunaan kartu menuju sehat dan pemberian makanan tambahan di posyandu perlu digalakkan lagi. Tindakan cepat pada balita yang 2x berturut-turut tidak naik timbangan berat badan untuk segera mendapat akses pelayanan dan edukasi lebih lanjut, dapat menjadi sarana deteksi dan intervensi yang efektif.

Balita Gizi Buruk adalah anak yang berusia 0-5 tahun yang BB/Unya – 3 SD dan mempunyai tanda-tanda klinis (marasmus, kwashiorkor, dan marasmik-kwashiorkor)

 

Tanda-tanda Kwashiorkor :

  1. Edema umumnya di seluruh tubuh terutama pada kaki ( dorsum pedis )
  2. Wajah membulat dan sembab
  3. Otot-otot mengecil, lebih nyata apabila diperiksa pada posisi berdiri dan duduk,

anak berbaring terus menerus.

  1. Perubahan status mental : cengeng, rewel kadang apatis.
  2. Anak sering menolak segala jenis makanan ( anoreksia ).
  3. Pembesaran hati
  4. Sering disertai infeksi, anemia dan diare / mencret.
  5. Rambut berwarna kusam dan mudah dicabut.
  6. Gangguan kulit berupa bercak merah yang meluas dan berubah menjadi hitam

terkelupas ( crazy pavement dermatosis ).

  1. Pandangan mata anak nampak sayu.

 

Tanda-tanda Marasmus :

  1. Anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit.
  2. Wajah seperti orangtua
  3. Cengeng, rewel
  4. Perut cekung.
  5. Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada.
  6. Sering disertai diare kronik atau konstipasi / susah buang air, serta penyakit kronik.
  7. Tekanan darah, detak jantung dan pernafasan berkurang.

 

Tanda-tanda Marasmus-Kwashiorkor :

Tanda-tanda marasmus – kwashiorkor  merupakan gabungan tanda-tanda dari marasmus dan kwashiorkor.

 

  1. JENIS-JENIS KEKURANGAN GIZI

Kurang gizi biasanya ditandai dengan adanya kekurangan zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral. Sementara karbohidrat, protein dan lemak adalah 3 unsur pokok yang makro. ”Itu semua sudah terkandung di ASI. Pada 6 bulan pertama, kalau ibunya sehat, anaknya sehat dan bisa mengkonsumsi ASI, suplemen tidak perlu lagi,” tegas Tinuk lagi.

 

zat gizi yang dibutuhkan oleh pertumbuhan anak, harus mengacu pada pola gizi lengkap dan seimbang, dan tidak mengacu pada keunggulan satu jenis makanan saja. Jika diduga terjadi malnutrisi, untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan darah atau air kemih guna mengukur kadar zat gizi.

 

  1. Kekurangan vitamin E

Kekurangan vitamin E relatif sering dijumpai pada bayi prematur karena penghantaran vitamin-vitamin yang larut dalam lemak oleh plasenta tidak berlangsung terlalu baik dan keadaan ini semakin diperburuk oleh prematuritas bayi. Susu formula yang kaya akan asam lemak tak jenuh ganda menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan vitamin E, terutama pada bayi prematur yang tidak mampu menyerap vitamin E.

 

Kekurangan vitamin E juga bisa terjadi pada anak-anak yang menderita penyakit yang menyebabkan gangguan penyerapan lemak, seperti fibrosis kistik dan kelainan genetik tertentu. Pemberian zat besi yang berlebihan juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin E.

 

Bayi prematur yang menderita kekurangan vitamin E, pada usia 6-10 minggu bisa mengalami kelemahan otot disertai anemia hemolitik, akibat berkurangnya kadar vitamin E dalam darah. Hal ini bisa diatasi dengan pemberian vitamin E. Kekurangan vitamin E memegang peran penting dalam terjadinya retinopati pada prematuritas, yaitu suatu kelainan mata yang akan semakin memburuk jika bayi terkena oksigen kadar tinggi di dalam inkubator.

 

Anak-nak yang menderita malabsorbsi usus bisa mengalami kekurangan vitamin E yang berat, yang menyebabkan sejumlah gejala neurologis (saraf), seperti berkurangnya refleks, kesulitan dalam berjalan, penglihatan ganda, hilangnya sensasi posisi dan kelemahan otot. Gejala-gejala tersebut akan memburuk secara progresif, tetapi dapat diatasi dengan pengobatan.

 

  1. Kekurangan vitamin K

Pada bayi baru lahir, bentuk kekurangan vitamin K yang sering ditemukan adalah penyakit hemoragik pada bayi baru lahir. Penyakit ini terjadi karena:

  1. Plasenta tidak terlalu baik dalam menghantarkan lemak (termasuk vitamin yang larut dalam lemak)
  2. Hati bayi yang baru lahir masih kurang matang untuk menghasilkan sejumlah protrombin (salah satu faktor pembekuan darah)
  3. Air susu ibu mengandung sedikit vitamin K, yaitu hanya 1-3 mikrogram/L, sedangkan susu sapi mengandung 5-10 mikrogram/L
  4. Pada beberapa hari pertama kehidupan bayi, di dalam ususnya belum ditemukan bakteri penghasil vitamin K.

 

Penyakit hemoragik pada bayi baru lahir biasanya terjadi pada hari ke 1-7. Gejalanya berupa perdarahan di dalam kulit, di dalam lambung atau di dalam dada. Pada kasus yang sangat berat, perdarahan bisa terjadi di dalam otak. Penyakit hemoragik lanjut timbul pada usia 1-3 bulan dan menyebabkan gejala yang sama dengan penyakit hemoragik pada bayi baru lahir. Penyakit ini biasanya berhubungan dengan malabsorbsi atau penyakit hati.

 

Angka kejadian kedua penyakit hemoragik tersebut meningkat pada bayi-bayi yang ketika masih berada dalam kandungan, ibunya mengkonsumsi:

  1. obat anti-kejang hidantoin (misalnya phenitoin)
  2. antibiotik cephalosporin
  3. antikoagulan kumarin (misalnya warfarin).

 

Untuk mencegah terjadinya penyakit hemoragik pada bayi baru lahir, dianjurkan untuk memberikan suntikan vitamin K melalui otot dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. Pemberian melalui mulut tidak dianjurkan karena penyerapannya bervariasi dan keberadaanya di dalam tubuh tidak dapat diramalkan.

 

 

  1. Skurvi infantil

Skurvi Infantil adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh tidak adekuatnya asupan vitamin C (asam askorbat), karena pemakaian susu formula yang hanya mengandung sedikit vitamin C. Penyakit ini biasanya timbul pada usia 6-12 bulan. Gejala awal berupa rewel, nafsu makan yang buruk dan berat badan tidak bertambah. Jika digerakkan, bayi akan menjerit dan tidak mau menggerakkan tungkainya karena nyeri akibat perdarahan di bawah lapisan tipis pada jaringan pembungkus tulang.

 

Pada anak-anak yang lebih besar, perdarahan bisa terjadi di bawah kulit; gusi di sekeliling gigi yang sedang tumbuh juga mudah berdarah. Vitamin C penting untuk pembentukan jaringan ikat (jaringan yang mengikat struktur tubuh), skurvi bisa menyebabkan kelainan pada tulang rusuk dan pada tulang panjang tungkai. Pada tulang rusuk, persambungan diantara tulang dan tulang rawan melebar, membentuk sederetan benjolan yang disebut tasbih skorbutik. Skurvi juga menyebabkan terganggunya proses penyembuhan luka.

 

Skurvi bisa dicegah dengan memberikan vitamin C yang adekuat, sumber yang sangat baik adalah buah-buahan dan jus asam (lemon, jeruk). Kepada bayi yang diberi susu formula, sebaiknya diberikan vitamin C sebanyak 35 mgr/hari (sama dengan 85 gram jus jeruk/lemon). Ibu yang menyusui sebaiknya mengkonsumsi vitamin C sebanyak 100 mg/hari. Untuk mengobati skurvi, diberikan vitamin C sebanyak 100-200 mgr/hari selama 1 minggu, selanjutnya diberikan 50 mg/hari.

 

  1. Kekurangan asam lemak esensial

Asam lemak esensial terdiri dari:

  1. asam linoleat
  2. asam linolenat
  3. asam arakidonat
  4. asam eikopentaenoat
  5. asam dokosaheksaenoat.

 

Asam lemak esensial harus terkandung di dalam makanan sehari-hari. Di dalam tubuh, asam arakidonat bisa dibuat dari asam linoleat; asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksaenoat dapat dibuat dari asam linolenat.

 

Asam linoleat dan asam linolenat bisa ditemukan dalam minyak sayur (misalnya minyak jagung, minyak biji kapas dan minyak kadang kedele); sedangkan asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksaenoat ditemukan dalam minyak ikan.

Asam lemak esensial penting untuk berbagai proses fisiologis, termasuk mempertahankan keutuhan kulit dan struktur selaput sel serta mensintesa senyawa biologis aktif yang penting (misalnya prostaglandin dan leukotrien).

 

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa asam lemak esensial penting untuk perkembangan penglihatan yang normal pada bayi. Kekurangan asam linoleat bisa terjadi pada bayi yang susu formulanya mengandung sedikit asam lemak tak jenuh ganda.

 

Gejalanya berupa kulit kering dan bersisik yang kemudian akan mengelupas. Dari lipatan kulit (terutama di sekitar anus) keluar cairan yang menyerupai nanah. Kekurangan asam lemak esensial juga dapat menyebabkan perubahan yang berarti pada proses metabolisme, yang mempengaruhi kandungan lemak dalam darah, fungsi trombosit, respon peradangan dan respon kekebalan tertentu.

 

Gejala yang sama dapat ditemukan pada pasen yang menerima makanan melalui infus dalam jangka panjang tetapi tidak mendapatkan asam lemak esensial. Jika asam linolenat tidak terkandung dalam makanan yang diberikan melalui infus jangka panjang, maka akan terjadi komplikasi neurologis berupa mati rasa, kelemahan, tidak dapat berjalan, nyeri tungkai dan pandangan kabur, disertai kadar asam linolenat yang sangat rendah dalam darah. Gejala-gejala tersebut akan menghilang setelah diberikan asam linolenat

 

 

  1. PENANGANAN

 

Bayi dengan BB rendah berisiko terserang penyakit lebih besar dibanding dengan yang punya BB normal. Meski belum tentu begitu jika memang kesehatannya baik-baik saja, namun bila terlalu kurus, segera konsultasi ke dokter.

 

Untuk kembali ke kondisi normal, waktu yang diperlukan sangat relatif. Bila penanganannya dilakukan dengan kontinyu dan serius, mungkin lebih cepat. Begitu pula sebaliknya. Tetapi, bila bayi kurus tak segera diobati, dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi.

 

Untuk mengembalikannya menjadi normal harus dilihat apa yang menjadi sebabnya. Jika penyebabnya karena penyakit, si penyakit harus disembuhkan secara total. Pada saat yang sama pula, bayi diberi nutrisi yang cukup agar ia tidak jadi kurus. Sebab, jika bayi kena infeksi dan dibiarkan tanpa ada tindakan tepat hingga akhirnya menimbulkan masalah kekurangan gizi, misalnya, bakal sulit meningkatkan BB-nya. Penanganannya pun akan menjadi lebih kompleks.

 

Jika berbagai upaya sudah dilakukan tapi bayi tetap kurus, berarti ada masalah utama yang tidak teratasi. Karena itu mencari penyebabnya menjadi sangat penting agar dapat dilakukan tindakan yang tepat. Mungkin tidak hanya faktor penyakit infeksi atau nutrisi, pengetahuan ibu dalam hal pemberian makanan, lingkungan yang tidak mendukung, juga penting untuk diketahui.

 

Pada kasus lain,bayi sulit makan sehingga gizi yang dibutuhkannya pun sulit sekali masuk. Mungkin karena anak alergi, kurang cocok dengan makanannya, atau ada hal lain yang menyebabkan makanan sulit masuk ke dalam tubuhnya.

 

Seperti dipaparkan di atas, penatalaksanaan terhadap gizi buruk memerlukan penanganan yang komprehensif, meliputi terapi untuk kegawatan yang mungkin ada, seperti adanya syok atau infeksi, lalu terapi nutrisi yang adekuat atau memadai, dan biasanya dilakukan secara bertahap sesuai toleransi si penderita.

 

Selain itu juga perlu diberi asupan vitamin dan mineral yang cukup, serta pengawasan yang ketat. Penanganan terhadap masalah gizi buruk ini akan memakan waktu yang cukup lama, dan memerlukan penanganan yang berkesinambungan, juga harus turut melibatkan peran serta orangtua secara aktif.

 

Sebenarnya, agar masalah gizi buruk ini tidak menimpa anak-anak Indonesia, sejak bayi lahir, harus diberi perhatian lebih, terutama dalam hal nutrisi. Untuk bayi usia 0-6 bulan, jelasnya, makanan yang paling ideal adalah ASI. Sebab, ASI telah mengandung semua zat-zat yang dibutuhkan bayi, untuk mendukung tumbuh kembangnya yang optimal.

 

ASI, mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan zat protektif dalam jumlah yang memadai. Bayi yang mendapat ASI, akan tumbuh secara optimal, akan mengalami pertambahan berat badan yang ideal, dan jarang menderita sakit. Tapi jika karena satu dan lain hal bayi tidak bisa mendapatkan ASI secara eksklusif, maka pada usia 0-6 bulan bayi dapat diberi tambahan susu formula yang sesuai.

 

  1. MENU DAN POLA MAKAN
  1. Asi ekslusif nutrisi untuk bayi 0-6 bulan

Satu bentuk rangsang untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak bayi adalah dengan menerapkan pola asah, asih dan asuh dalam perawatannya sehari-hari, dalam pemberian ASI juga perlu ditunjang dengan pemenuhan zat-zat gizi yang tepat.

 

ASI merupakan sumber makanan utama dan paling sempurna bagi bayi usia 0-6 bulan. Untuk itu harus diterapkan pola makan yang sehat agar zat gizi yang dibutuhkan dapat dipenuhi melalui ASI.

 

ASI eklusif menurut WHO (World Health Organization) adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain baik susu formula, air putih, air jeruk, ataupun makanan tambahan lain. Sebelum mencapai usia 6 bulan sistem pencernaan bayi belum mampu berfungsi dengan sempurna, sehingga ia belum mampu mencerna makanan selain ASI.

 

  1. Makanan bayi umur 6-12 bulan

Dalam usia ini bayi mampu berkomunikasi meski dalam bentuk sangat sederhana. Berkat pemenuhan zat gizi yang diperolehnya dari ASI sejalan dengan peningkatan proses tumbuh kembang yang sedang dijalani, kini ASI saja tidak cukup untuk memenuhi zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuhnya, maka mulai usia ini perlu diperkenalkan beberapa jenis makanan padat yang disebut Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).

 

  1. Kebutuhan vitamin bayi usia 6-12 bulan
  1. Asam Folat 45 mg
  2. B3 (Niasin) 8 mg
  3. B6 (Pindoksin) 0,6 mg
  4. B2 (Riboflasin) 0,6 mg
  5. B1 (Tianin) 0,5 mg
  6. A 400 μg
  7. B12 1,5 μg
  8. C 35 mg
  9. D 10 μg
  10. E 3 mg

 

  1. Kebutuhan mineral bayi usia 6-12 bulan
  1. Kalsium (Ca) 540 mg
  2. Yodium (I) 50 μg
  3. Zat Besi (Fe) 15 mg
  4. Magnesium (Mg) 70 mg
  5. Fosfor (P) 360 mg
  6. Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
  7. http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
  8. Seng (Zn) 50 mg

 

  1. Contoh pola jadwal pemberian makanan menjelang anak usia 1 tahun

Perlu diketahui, jadwal pemberian makanan ini fleksibel (dapat bergeser,

tapi jangan terlalu jauh)

  1. Pukul 06.00 : Susu
  2. Pukul 08.00 : Bubur saring/Nasi tim
  3. Pukul 10.00 : Susu/Makanan selingan
  4. Pukul 12.00 : Bubur saring/Nasi tim
  5. Pukul 14.00 : Susu
  6. Pukul 16.00 : Makanan selingan
  7. Pukul 18.00 : Bubur saring /nasi tim
  8. Pukul 20.00 : Susu.

 

  1. Bentuk dan Jenis Makanan Anak berumur 1 tahun atau kurang dengan berat badan kurang dari 8kg

Pada anak yang berumur 1 tahun atau kurang dengan berat badan kurang dari 8 kg, bentuk dan jenis makanan yang diberikan sebagai berikut :

  1. ASI
  2. PASI khusus, sesuai dengan keadaan intoleransi atau malabsorpsi zat gizi yang diderita (jenis PASI dapat dilihat pada lampiran 1)
  3. Pemberian buah dimulai dengan pisang
  4. Bentuk makanan lumat atau lembek

 

Golongan bahan

makanan

 

Makana yang boleh

diberikan

 

Makanan yang tidak boleh

diberikan

 

Sumber energi

 

Bubur nasi disaring atau

tidak disaring, bubur/

poding dibuat dari

tepung beras,maizena,

hevermut, hunkwe,

biskuit, kraker; kentang

purte,gula, MCT

 

Nasi, ketan, jagung, mi, ubi,

singkong, talas; minyak goreng

biasa

 

Sumber zat pembangun

 

 

ASI,PASI sesuai keadaan

pasien; telur direbus atau

diceplok air; daging, hati,

tahu atau tempe cincang,

dikukus atau ditim

 

PASI yang menyebabkan

intoleransi atau malabsorpsi; lauk

yang digoreng

 

Sumber zat pengatur

 

Wortel, tomat masak,

labu siam, labu kuning

cincang ditim, dibuat

sup, kalau perlu disaring;

pisang dihaluskan, apel

disetup dan dihaluskan

 

Sayuran dan buah mengandung

gas dan buncis, kacang panjang,

kol, lobak, kankung; durian,

mangga dan nangka.

 

Bumbu Kecap, garam, bawang

merah dan bawang putih

dalam jumlah terbatas

Lada, lombok, cuka dan lain

bumbu yang merangsang

 

Minuman Teh, sirop, sari buah

yang manis

 

Minuman mengandung soda,

coklat, sari buah yang asam

 

 

 

  1. Jadwal Pemberian Makanan Pada Bayi

Pola makan bayi sebenarnya tidak ada acuan pastinya, karena waktu makan bayi dan istirahat bayi belum teratur seperti orang dewasa, karenanya gunakan pola makan sehari sebagai berikut.

  1. Berikan ASI sekehendak atau semaunya bayi.
  2. Jika menggunakan susu formula pengganti ASI, berikan 5 kali sehari dengan takaran 180-210 ml untuk bayi usia 4-5 bulan. Untuk, bayi usia 5-6 bulan, berikan 5 kali sehari dengan takaran susu 210 ml-240 ml setiap kali minum. Tambahkan satu kali bubur susu dan satu kali bubur buah atau pure sayuran.

 

  1. Kebutuhan gizi bayi

Usia bayi 0-6 bulan dengan berat 6,0 kg dan tinggi 60 cm, angka kecukupan gizi yang dianjurkan perharinya adalah:

  1. Energi 550 kkal
  2. Protein 10 g
  3. Vitamin A 375 RE
  4. Vitamin D 5 mcg
  5. Vitamin E 4 mg
  6. Vitamin C 40 mg
  7. Vitamin B12 0/4 mcg
  8. Kalsium 200 mg
  9. Besi 0.5 mg
  10. Seng 1.3 mg

 

  1. Aneka Makanan Pengganti ASI
  1. Sup untuk bayi umur 8-12 bulan

Sop jagung & tofu jepang

Bahan :

Jagung manis, Parut kasar

Daging giling

Tofu jepang potong kotak2 kecil

Wortel, iris kotak kecil atau parut kasar

Bayam, iris kecil

Daun seledri dan daun bawang

margarine/ butter utk menggoreng

Bawangbombaycincang halus

Minyak untuk menumis

Air Kaldu(buatan sendiri)

 

Cara membuat :

Masukkan Daging giling ke dalam kaldu, rebus sampai lunak

Tambahkan wortel rebus sampai empuk, kemudian masukkan Jagung dan Tofu

tambahkan daun seledri dan daun bawang.

Panaskan margarin/unsalted butter, tumis bawang bombay sampai layu dan harum, masukkan ke dalam sop.

Pisahkan sop yang mau dimakan,panaskan dan tambahkan bayam.Rebus sampai mendidih dan angkat

 

NOTE : Ingat bayam jangan dipanaskan berulang..satu kali masak langsung dimakan,sisanya langsung dibuang.

 

 

  1. Menu buat bayi umur 6-12 bulan

1)      cream labu kuning dan ayam (puree )

bahan :

100 gr labu kuning( kukus hingga matang)

100 gr daging ayam,matang

120ml ASI(susu formula)

Cara membuat :

Masukan semua bahan ke dalam blender dan blend hingga halus,kl terlalu kental bisa tambah air kaldu

 

2)      Kentang & sayuran (utk 6-12 bln)

utk 2-3 porsi

bahan :

1 buah kentang

1 buah wortel9ukuran sedang)

15 gr margarin(unsalted butter)

 

1 sdm susu formula (larutkan dgn 60ml air)

beberapa potong brokoli(bagian atasnya saja)

 

cara membuat :

rebus kentang,wortel dan brokoli hingga matang

angkat dan haluskan dgn sendok garpu,tambahkan margarin dan larutan susu formula,

siap di hidangkan selagi hangat

 

3)      Bubur Susu Maizena

Bahan:

1 sdm tepung maizena

40 g bayam, cuci, rebus, haluskan

150 ml ASi atau 3 sdm susu formula lanjutan yang dilarutkan dengan dengan 100 ml air hangat

200 ml air matang/kaldu sayuran

 

Cara Membuat:

Larutkan tepung maizena dengan 200 ml air matang/kaldu sayuran. Didihkan hinga matang dan mengental. Angkat.

Sesaat sebelum diangkat, masukan bayam. Aduk rata, angkat dari perapian.

Selagi hangat masukan ASI atau larutan susu formula lanjutan, aduk rata.

Tuang ke dalam mangkuk saji. Hidangkan hangat.

 

Untuk 2 porsi

Kandungan ± Nutrisi per porsi:

Protein: 3.8 g

Lemak: 1.1 g

Karbohidrat: 19.8 g

Energi: 61.3 kkal

 

  1. Bubur tim untuk bayi umur 8-12 bulan

Bubur nasi,labu kuning dan ikan

Bahan :

2 sdm beras

1 gelas kaldu(bikin sendiri)

Ikan ( jenis apa saja)

labu kuning iris kecil kecil

 

Cara membuat :

masukkan semua bahan kedalam slow cooker dan masak hingga halus,biasa mau tidur malam aku taruh di cooker,pagi udah masak and lembek(ngak perlu di blender kl anak udah mulai mau mengunyah)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ISI

 

           

  1. A.    Wanita di daerah konflik di Aceh

Film itu menceritakan tentang kehidupan rakyat Aceh saat terjadi bentrok antara TNI dengan GAM yang berlangsung selama kurang lebih 26 tahun. Bentrokan tersebut merugikan banyak pihak terutama kaum wanita dan anak-anak. Nasib wanita dan anak-anak pada saat itu ditindas dan kurang dihargai. Sebagai contoh, seorang ayah yang harus mengalami tragedy yang menyedihkan, ia memiliki dua orang putri, keduanya diperkosa oleh orang bersenjata tak dikenal. Karena  ketidakstabilan keadaan akibat konflik, mereka tidak berani melaporkan kasus itu, walaupun pada dasarnya mereka merasa benar-benar terhina dan dilecehkan.

Selain itu, dengan adanya bentrokan TNI dengan GAM, masyarakat dibuat resah. Banyak terjadi kekerasan, pembunuhan dan pemerkosaan. Banyak rumah warga yang dibakar. Banyak kaum lelaki yang dibunuh sehingga nasib kaum wanita menjadi tidak jelas. Banyak warga yang harus mengungsi ke kampus, pasar dan pondok karena telah kehilangan tempat tinggal mereka dan untuk menghindari kekerasan. Namun demikian, kehidupan para pengungsi belum terjamin sepenuhnya, bahkan malah menimbulkan masalah baru. Antara lain, banyak anak yang putus sekolah, kebersihan kurang terjaga, kesehatan balita dan anak-anak buruk, banyak yang kehilangan pekerjaan dan hanya menggantungkan hidup dari bantuan relawan. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup, sebagian dari mereka ada yang bekerja serabutan sebagai pembantu dan buruh tukang cuci bagi masyarakat di sekitar pengungsian. Tidak hanya segi fisik mereka yang terganggu, namun dari segi mental pun para pengungsi tergoncang. Meskipun begitu, masih ada pihak-pihak yang bersedia membantu para korban, antara lain Rehabilitation Action for Torture Victims in Aceh atau yang disingkat dengan RATA.

Di daerah Aceh pada saat itu, bagi mereka kata normal bearti ancaman rutin harian akan penahanan, penyiksaan, pemerkosaan dan pembunuhan. oleh karena itu kekerasan bukan merupakan hal yang aneh lagi bagi masyarakat Aceh. Selain itu di Aceh juga seolah sudah tidak ada lagi hukum yang berlaku lagi, karena pemerintah sudah tidak mampu menunjukkan kemampuannya dalam mengelola dan menegakkan hukum. Namun, pemerintah pusat juga berupaya untuk memperbaiki kondisi di Aceh yaitu dengan membuat kebijakan baru dengan adanya system otonomi daerah.

Dari cerita tersebut dapat ditemukan berbagai permasalahan yang dihadapi para wanita. Permasalahan tersebut adalah sebagai berikut,

  1. Perkosaan
  2. Penganiayaan
  3. Pembunuhan terhadap kaum laki-laki sehingga para istri dirugikan, dilecehkan dan menjadi janda.
  4. Banyak anak yang lahir tanpa bapak
  5. Minimnya akses pendidikan dan kesehatan, padahal untuk memperbaiki kondisi Aceh dimulai dari generasi yang brilian.

 

Permasalahan yang ada semua berawal dari adanya konflik akibat genjatan senjata yang terjadi antara TNI dan GAM, maka untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan :

  1. Pemerintah diharapkan dapat segera menyelesaikan pemberontakan GAM dan mempertegas peraturan perlindungan bagi wanita dan anak-anak
  2. Mengupayakan penambahan tenaga kesehatan terutama ke daerah konflik agar masyarakat tetap terjamin kondisi kesehatannya
  3. Mengupayakan pendekatan secara psikologis terhadap korban konflik agar tidak terjadi depresi dan tetap bersemangat untuk maju agar dapat mengubah kehidupannya menjadi lebih baik
  4. Mengupayakan pelatihan keterampilan agar para pengungsi tidak menjadi pengangguran dan tetap mendapatkan penghasilan
  5. Menghentikan konflik sehingga tercipta kedamaian dan secara perlahan semua aspek dalam kehidupan masyarakat Aceh dapat pulih kembali
  6. Mengupayakan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat Aceh

 

 

  1. B.     Wanita di daerah konflik di Papua

Di dalam film ini, diceritakan begitu banyak permasalahan yang terjadi di pulau Irian. Antara lain, konflik yang timbul akibat terbunuhnya pemimpin Papua, Theys Eluay, kuatnya adat istiadat yang dianut oleh masyarakat Papua, serta maraknya praktek-praktek prostitusi.

Theys Eluay adalah seorang pemimpin Papua yang memperjuangkan hak-hak rakyat Papua. Namun, ada pihak-pihak tertentu yang tidak setuju dengan aksi Theys Eluay dan hal ini berujung pada terbunuhnya pemimpin Papua tersebut. Theys Eluay adalah seorang pemimpin yang diangggap mampu mengembangkan tanah Papua, sehingga dengan kematian Theys Eluay dapat berimbas pada kemajuan Papua. Sebagian masyarakat Papua menyalahkan pemerintah karena telah mengirimkan banyak tentara yang sama sekali tidak memperhatikan pembangunan di Papua.

Selain itu, keberadaan wanita tidak dihargai, tidak berkembang dan tidak mendapatkan keadilan. Salah satu penyebab utama dari hal ini adalah adat istiadat atau tradisi Papua yang masih dipegang kuat oleh rakyat Papua, khususnya rakyat Wamena. Adat istiadat Papua ini menempatkan laki-laki di tempat tertinggi, sehingga terjadi dominasi laki-laki. Kaum laki-laki berkuasa dan berhak memutuskan sesuatu daripada perempuan. Kaum perempuan dinggap tidak berharga. Dan hal ini dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari rakyat Papua. Di Wamena, para kaum perempuan tidak memakai pakaian. Seorang laki-laki diperbolehkan berpoligami bahkan sampai beristri 10. Wanita dinilai seperti barang kekayaan, karena semakin banyak jumlah istri maka seorang laki-laki akan semakin banyak memiliki babi. Seorang laki-laki dapat menikahi wanita manapun dengan menukarnya dengan babi. Tapi apabila seorang wanita berselingkuh, maka selingkuhannya akan dikenakan denda dengan memberi babi dan mengembalikan sang wanita kepada suaminya. Di Wamena juga terdapat tradisi memotong jari tangan. Tradisi ini dilakukan oleh seorang wanita bila ada seseorang yang dicintainya meninggal. Tentu saja hal ini sangat merugikan kaum wanita.

 

Permasalahan di Papua yang berkaitan dengan wanita diantaranya adalah :

  1. Wanita di Papua  kurang mendapatkan penghargaan karena posisinya selalu dianggap di bawah laki-laki
  2. Wanita tidak berhak mengambil keputusan yang berkaitan dengan dirinya sendiri
  3. Wanita menjadi korban poligami dan kekerasan dalam rumah tangga pihak laki-laki
  4. Maraknya PSK di Papua menyebabkan tingginya penyebaran HIV/AIDS
  5. Kurangnya pengetahuan dalam bidang kesehatan serta minimnya akses pendidikan menyebakan masyarakat kurang memperhatikan segi kesehatan serta terhambatnya  perkembangan para wanita

 

Dengan begitu banyaknya permasalahan yang timbul, harus diupayakan suatu usaha yang dapat mencegah atau menghambat sehingga tidak timbul akibat yang dapat merugikan wanita lebih jauh lagi.

  1. Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan pembangunan di daerah Papua
  2. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang informasi serta segala seuatu yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan. Termasuk pengetahuan tentang bahayanya IMS kepada masyarakat terutama para PSK serta pengggunanya, setidaknya hal ini dapat menyadarkan mereka agar bersedia menggunakan alat pengaman saat berhubungan
  3. Membuka wawasan kepada masyarakat terutama di daerah pedalaman agar dapat memberi penghargaan kepada wanita dengan mendekati tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat, harus disadarkan, walaupun adapt istiadat harus dijalankan namun tidak boleh melanngar hak-hak kaum wanita, apalagi merugikannya.
  4. Menambah jumlah tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan sehingga dapat menekan terjadinya penyebaran penyakit menular seperti tuberculosis, malaria dan HIV/AIDS

 

  1. C.    Wanita di daerah konflik di Poso

Pada tahun 1998, terjadi konflik etnis agama di Poso. Hal ini menyebabkan trauma yang mendalam akibat penyiksaan, pembunuhan, pembakaran rumah-rumah serta fasilitas warga. Goncangan ini menyebabkan masyarakat harus pergi meninggalkan daerah asalnya yang menjadi daerah konflik. Akibatnya, kehidupan para pengungsi harus hidup bergantung dengan bantuan orang lain. Dan bantuan tidak selamanya ada. Untuk itu, para pengungsi harus berusaha keras untuk bertahan hidup.

Pihak pemerintah menganggap penyebab konflik ini adalah adanya minuman keras yang beredar di masyarakat. Oleh karena itu, semua minuman keras yang ada dimusnahkan. Namun ternyata, masalah tidak selesai begitu saja. Masih banyak permasalahan yang harus ditangani lebih lanjut akibat terjadinya konflik di tanah Poso,antara lain nasib kaum wanita yang mengalami gangguan psikologis akibat trauma yang dialaminya.Adabeberapa wanita yang harus mengalami gangguan jiwa berupa depresi akibat ingatan mengerikan yang dialami sewaktu bersembunyi dari genjatan senjata selama berhari-hari.

Untuk menyelesaikan konflik ini diperlukan koordinasi atau kerjasama dari berbagai pihak yang terkait. Baik itu pemerintah, tokoh masyarakat,  masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat. Masa depan Poso tergantung pada bagaimana generasi baru dilahirkan.


PENUTUP

  1. ACEH
    1. Dampak terhadap wanita
  1. Wanita yang tidak menjadi korban peperangan di Aceh justru menjadi korban pemerkosaan. Ironisnya kasus pemerkosaan tersebut sudah dianggap biasa dan tidak ada hukuman untuk para pelaku. Menurut anggota TNI , kaswusini terjadi karena kurangnya aparat hokum di Aceh.
  2. Kebanyakan wanita malu karena hamil tidak bersuamidan merekapun tidak diakui oleh keluarganya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk tidak kembali kerumahnya dan mencari pekerjaan seadanya.
  3. Penyiksaan, pembunuhan terhadap anak-anak dianggap hal biasa.
  4. Banyak anak putus sekolah karena fasilitas pendidikan kurang memadai
  5. Warga sipil banyak yang kehilangan tempat tinggal karena tempat tinggal mereka dirusak oleh aparat.
  6. Tentang aparat dan pemerintah
    1. Aparat tidak bias membedakan antara wargasipil dengan GAM sehingga tindakan aparat tidak tepat sasaran.
    2. Pemerintah menyatakan bahwa Aceh sudah aman. Padahal faktanya masih banyak warga Aceh yang mengalami tindak kekerasan. Selain itu, warga masih merasa tidak aman karena belum selasainya konflik.
    3. Mengenai kondisi Kesehatan
      1. Personal Hygiene
    1. Dampak tehadap anak dan warga sipil

Personal hygiene masih sangat kurang dan scara langsung berdampak bagi kondisi kesehatan warga.

  1. Anak kurang gizi

II. PAPUA

1.Mengenai harkat dan martabat perempuan

  1. Karena pengaruh adat dan istiadat, wanita terlalu tunduk terhadap laki-laki.
  2. Wanita terikat dengan tradisiyang mengekang mereka sehingga mereka kurang bisa untuk mengeksplorasikan potensi yang mereka miliki .
  3. Penganiyaan terhadap perempuan dianggap biasa.
  4. Poligami yang tidak diimbangi dengan kemampuan ekonomi adalah hal biasa dan wanita hanya pasrah terhadap keadaan.
  5. Harkat dan martabat wanita direndahkan.
  6. Jika wanita melakukan perselingkuhan, mereka diberi hikuman. Tetapi tidak ada sangsi terhadap laki-laki yang juga melakukan perselingkuhan
  7. Tradisi memotong jari sebagai symbol berduka.
    1. Dampak kesehatan
    2.   banyak ditemukan kasus bayi premature, BBLR, HIV yang menandakan bahwa kesadaran warga untuk menjaga kesehatan dan status gizi masih sangat kurang.
    3.   Warga yang rentan terkena IMS karena kebanyakan PSK tidak mau memakai kondom dalam berhubungan seksual.
      1. Politik.
      2. meniggalnya pimpinan rakyat Papua menjaadikan kondisi politik di Papua semakin tidak stabil.

 

 

 

 

 

 

III. POSO

  1. Karena adanya konflik, di Poso terjadi larang pangan
  2. Kebanyakan warga tidak berani untuk pulang kerumahnya karena mereka merasa tidak aman berada dirumah sendiri.
  3. Penyebab utama adanya konflik di Poso adalah maraknya minuman keras.
  4. Kebanyakan wanita mengalami depresi dipengungsian