ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL DENGAN DIABETES MELLITUS

Posted: Oktober 20, 2010 in askeb IV patologi
Tag:, , , ,

BAB I

PENDAHULUAN

Diabetes Gestational merupakan komplikasi medis yang paling umum terjadi selama kehamilan tetapi dapat juga berlanjut meski sudah tidak hamil lagi. Pengendalian kadar glukosa darah adalah hal penting selama kehamilan. Menurut penelitian sekitar 40-60 persen ibu yang mengalami diabetes mellitus pada kehamilan dapat berlanjut mengidap diabetes mellitus setelah persalinan. Disarankan agar setelah persalinan pemeriksaan gula darah diulang secara berkala misalnya setiap enam bulan sekali.

Pada pasien yang telah menderita DM sebelumnya jika kemudian hamil maka akan cukup rawan untuk terjadi komplikasi pada janin yang dikandung, dan juga kesehatan si ibu dapat memburuk apabila terjadi komplikasi-komplikasi diabetik. Akhir dari kehamilan penderita DM dapat dibuat lebih aman apabila ditangani dengan penatalaksanaan yang tepat, perawatan yang optimum meliputi inisiasi terapi intensif sebelum konsepsi. Pasien-pasien ini memerlukan diagnosis dan penatalaksanaan prenatal yang khusus.

Faktor risiko diabetes mellitus pada kehamilan adalah riwayat keguguran berulang, pernah melahirkan bayi yang beratnya sama dengan atau melebihi 4000 g, pernah mengalami preeklamsia (keracunan kehamilan), atau pernah melahirkan bayi mati tanpa sebab yang jelas atau bayi dengan cacat bawaan.

Selain itu yang juga merupakan faktor risiko adalah usia ibu hamil yang melebihi 30 tahun, riwayat diabetes mellitus dalam keluarga, serta pernah mengalami diabetes mellitus pada kehamilan sebelumnya.

Penatalaksanaan diabetes pada kehamilan sebaiknya dilakukan secara terpadu antara dokter kebidanan, penyakit dalam, ahli gizi, dan spesialis anak. Sasaran penatalaksanaan adalah mencapai kadar gula darah yang normal yaitu gula darah puasa kurang dari 105 mg/dl dan dua jam sesudah makan kurang dari 120 mg/dl. Sasaran dapat dicapai dengan melakukan pengaturan makan.

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN TEORI

 

Diabetes mellitus pada kehamilan adalah intoleransi karbohidrat ringan (toleransi glukosa terganggu) maupun berat (DM), terjadi atau diketahui pertama kali saat kehamilan berlangsung. Definisi ini mencakup pasien yang sudah mengidap DM (tetapi belum terdeteksi) yang baru diketahui saat kehamilan ini dan yang benar-benar menderita DM akibat hamil.

Dalam kehamilan terjadi perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat yang menunjang pemasokan makanan bagi janin serta persiapan untuk menyusui. Glukosa dapat berdifusi secara tetap melalui plasenta kepada janin sehingga kadarnya dalam darah janin hampir menyerupai kadar darah ibu. Insulin ibu tidak dapat mencapai janin sehingga kadar gula ibu yang mempengaruhi kadar pada janin. Pengendalian kadar gula terutama dipengaruhi oleh insulin, disamping beberapa hormon lain : estrogen, steroid dan plasenta laktogen. Akibat lambatnya resopsi makanan maka terjadi hiperglikemi yang relatif lama dan ini menuntut kebutuhan insulin.

 

Diagnosis

Deteksi dini sangat diperlukan agar penderita DM dapat dikelola sebaik-baiknya. Terutama dilakukan pada ibu dengan factor resiko berupa beberapa kali keguguran, riwayat pernah melahirkan anak mati tanpa sebab, riwayat melahirkan bayi dengan cacat bawaan, melahirkan bayi lebih dari 4000 gr, riwayat PE dan polyhidramnion.

Juga terdapat riwayat ibu : umur ibu > 30 tahun, riwayat DM dalam keluarga, riwayat DM pada kehamilan sebelumnya, obesitas, riwayat BBL > 4500 gr dan infeksi saluran kemih berulang selama hamil.

 

 

 

 

 

 

Klasifikasi :

  1. Tidak tergantung insulin (TTI) – Non Insulin Dependent diabetes mellitus (NIDDN) yaitu kasus yang tidak memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula darah.
  2. Tergantung insulin (TI) – Insulin dependent Diabetes Melitus yaitu kasus yang memerlukan insulin dalam mengembalikan kadar gula darah.

 

Komplikasi

Maternal : infeksi saluran kemih, hydramnion, hipertensi kronik, PE, kematian ibu

Fetal : abortus spontan, kelainan congenital, insufisiensi plasenta, makrosomia, kematian intra uterin,

Neonatal : prematuritas, kematian intra uterin, kematian neonatal, trauma lahir, hipoglikemia, hipomegnesemia, hipokalsemia, hiperbilirubinemia, syndroma gawat nafas, polisitemia.

 

Penatalaksanaan

Prinsipnya adalah mencapai sasaran normoglikemia, yaitu kadar glukosa darah puasa < 105 mg/dl, 2 jam sesudah makan < 120 mg/dl, dan kadar HbA1c<6%. Selain itu juga menjaga agar tidak ada episode hipoglikemia, tidak ada ketonuria, dan pertumbuhan fetus normal. Pantau kadar glukosa darah minimal 2 kali seminggu dan kadar Hb glikosila. Ajarkan pasien memantau gula darah sendiri di rumah dan anjurkan untuk kontrol 2-4 minggu sekali bahkan lebih sering lagi saat mendekati persalinan. Obat hipoglikemik oral tidak dapat dipakai saat hamil dan menyusui mengingat efek teratogenitas dan dikeluarkan melalui ASI, kenaikan BB pada trimester I diusahakan sebesar 1-2,5 kg dan selanjutnya 0,5 kg /minggu, total kenaikan BB sekitar 10-12 kg.

 

 

 

 

 

Penatalaksanaan Obstetric

Pantau ibu dan janin dengan mengukur TFU, mendengarkan DJJ, dan secara khusus memakai USG dan KTG. Lakukan penilaian setiap akhir minggu sejak usia kehamilan 36 minggu. Adanya makrosomia pertumbuhan janin terhambat dan gawat janin merupakan indikasi SC. Janin sehat dapat dilahirkan pada umur kehamilan cukup waktu (40-42 minggu) dengan persalinan biasa.

Ibu hamil dengan DM tidak perlu dirawat bila keadaan diabetesnya terkendali baik, namun harus selalu diperhatikan gerak janin (normalnya >20 kali/12 jam). Bila diperlukan terminasi kehamilan, lakukan amniosentesis dahulu untuk memastikan kematangan janin (bila UK <38 minggu). Kehamilan dengan DM yang berkomplikasi harus dirawat sejak UK 34 minggu dan baisanya memerlukan insulin.

BAB III

FORMAT DOKUMENTASI ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN DIABETES GESTASIONAL

Data Subjektif

Seorang ibu hamil dengan umur kehamilan 24 minggu mengeluh sering kencing,makan,minum,merasa cepat lelah dan gatal pada daerah gentalia sejak memasuki umur 24 minggu. Ibu mengatakan ada keturunan diabetes mellitus dari orangtuanya. Ibu merasa cemas jika mengidap penyakit diabetes dan akan mempengaruhi kondisinya serta bayinya.

Data Objektif

  1. Keadaan umum                        : baik               kesadaran        : CM
  2. Status emosional           : stabil
  3. Tanda vital

Tekanan darah  : 150 / 100 mmhg

Nadi                  : 80 kali/menit

Pernafasan        : 31 kali/menit

Suhu                 : 36,50C

  1. BB/TB              : 57 kg/155 cm
  2. Status gizi         :

IMT                  : 57/(1,5)² = 25,3

LILA                : 24 cm

  1. Muka                : Oedema
  2. Alat genital       : Kemerahan, bengkak
  3. Ekstrimitas        : Oedema, pucat pada kuku
  4. Pemeriksaan penunjang

1)      Urine         : Protein, glukosa

 

 

ASSESMENT

  1. Diagnosa Kebidanan

Ny ‘S’ umur 30 tahun G1P0Ab0Ah0 UK : 24 minggu dengan diabetes mellitus

  1. Masalah

Ibu mengatakan sering kencing,minum,makan dan cepat lelah

  1. Kebutuhan

KIE tentang penyakit diabetes mellitus

KIE tentang pengaturan makanan

  1. Diagnosa potensial

Terjadi preeklamsi jika penyakit diabetes mellitus tidak segera ditangani

  1. Masalah Potensial

Tidak ada untuk saat ini

  1. Kebutuhan Tindakan Segera Berdasarkan Kondisi Klien
    1. Mandiri

Memberitahu ibu tentang penyakit diabetes mellitus dan pengaturan makan

  1. Kolaborasi

Pemeriksaan di laboratorium untuk periksa kadar glukosa darah dan Hb glikosila

  1. Merujuk

Tidak ada

 

PLANNING

  1. Menjelaskan kepada ibu bahwa kondisi ibu saat ini baik namun .

Ibu memahami bahwa kondisinya saat ini baik.

  1. Menjelaskan pada ibu bahwa biasanya penyakit diabetes biasanya akan timbul pada usia lebih dari 30 tahun dan dalam keluarga ada keturunan penyakit diabetes mellitus.

Ibu memahami bahwa usia 30 tahun dan beresiko tinggi menderita penyakit diabetes mellitus.

  1. Menjelaskan kepada ibu tentang gejala diabetes, yaitu sering kencing,minum, makan, cepat lelah dan mengantuk.

Ibu mengerti gejala diabetes

  1. Menjelaskan pada ibu:
    1. Menganjurkan ibu untuk memantau kadar glukosa darah minimal 2 kali seminggu dan kadar Hb glikosila.

Ibu bersedia memantau kadar glukosa darah dan Hb glikosila.

  1. Menganjurkan ibu untuk memantau gerakan janinnya ( > 20 kali/12 jam )

Ibu bersedia memantau gerakan janinnya.

  1. Menganjurkan ibu untuk memantau pengaturan makan dan kenaikan berat badan 0,5 kg/minggu,total kenaikan BB 10-12 kg.

Ibu paham dan akan melaksanakan nasehat bidan

  1. Menjelaskan pada ibu bahwa diabetes bisa menimbulkan komplikai pada ibu dan bayi sehingga ibu harus menjaga kondisinya.

Ibu memahami penjelasan bidan dan akan selalu menjaga kondisinya

  1. Menjelaskan kepada ibu untuk kunjungan ulang 2 minggu lagi atau jika ada keluhan.

Ibu bersedia datang 2 minggu lagi atau jika ada keluhan.

About these ads
Komentar
  1. […] The busiest day of the year was December 16th with 292 views. The most popular post that day was ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL DENGAN DIABETES MELLITUS . […]

  2. Emy.Mukhram Blog mengatakan:

    salam kenal..mbak…maaf…ikut..ngopi askebnya..nee…

  3. Jaitul muckhsin mengatakan:

    Salam kenal…

  4. vinaanggra mengatakan:

    assalamualaikum .
    salam kenal . :)
    boleh minta daftar pustakanya gk ?

  5. nina mengatakan:

    mksi bnyk infonya y mba

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s