Indikasi Rujukan Segera Persalinan Kala I “Riwayat Bedah Sesar”

Posted: Oktober 20, 2010 in askeb IV
Tag:, , , , , ,

Riwayat Sectio Caesaria

 

Alasan Merujuk dengan Riwayat Sectio Caesaria

Tindakan rujukan dalam kondisi optimal dan tepat waktu ke fasilitas kesehatan rujukan atau yang memiliki saran lebih lengkap diharapkan mampu menyelamatkan jiwa para ibu dan BBL. Walaupun  sebagian besar ibu menjalani persalinan normal, namun masih ada sekitar 10-15% diantaranya akan mengalami masalah selama proses persalinan.

 

Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam melakukan rujukan (BAKSOKUDA) :

B : (Bidan) Selama tindakan rujukan dilakukan, ibu dan atau bayi lahir didampingi oleh penolonng persalinan yang kompeten dan memiliki kemampuan untuk menatalaksana kegawatdaruratan obstetri dan BBL untuk dibawa ke fasilitas rujukan

A : (Alat). Bahan-bahan dan perlengkapan untuk asuhan persalinan, masa nifas dan BBL (tabung suntik, selang IV, dll) harus dibawa bersama ibu ke tempat rujukan. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan sedang dalam perjalanan.

K : (Keluarga). Ibu dan keluarga harus diberitahu mengenai kondisi terakhir baik mengenai kondisi ibu dan atau bayinya serta mengapa ibu dan bayi perlu dirujuk. Jelaskan pada mereka alasan keperluan dan upaya rujukan tersebut. Suami atau anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan atau BBL ke tempat rujukan.

S : (Surat). Buat surat pengantar ke tempat rujukan. Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan atau BBL, cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan, asuhan atau obat-obatan yang telah diterima ibu dan atau BBL. Lampirkan partograf hasil persalinan ibu pada saat rujukan.

O : (Obat). Bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu ke tempat rujukan. Obat mungkin diperlukan selama perjalanan.

K : (Kendaraan). Siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi yang cukup nyaman. Pastikan kondisi kendaraan cukup baik untuk mencapai tempat rujukan dalam waktu yan tepat.

U : (Uang). Ingatkan pada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan-bahan kesehatan lain yang diperlukan selama ibu dan BBL tinggal di fasilitas rujukan.

DA : (Doa, darah). Ingatkan pada ibu dan keluarga untuk selalu memanjatkan doa sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Ajak keluarga/tetangga yang mempunyai golongan darah yang sama dengan pasien bila kasusnya memerlukan tranfusi darah

 

  1. Pengertian

Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim.

 

II. Jenis – jenis operasi sectio caesarea

1. Abdomen (sectio caesarea abdominalis)

a. Sectio caesarea transperitonealis

  • SC klasik atau corporal (dengan insisi memanjang pada corpus uteri)

Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira2 10 cm.

Kelebihan :

-Mengeluarkan janin dengan cepat

- Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik

- Sayatan bias diperpanjang proksimal atau distal

Kekurangan

-  Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealis yang baik

-Untuk persalinan yang berikutnya lebih sering terjadi rupture uteri spontan

  • SC ismika atau profundal (low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim)

Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm

Kelebihan :

- Penjahitan luka lebih mudah

- Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik

- Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus ke rongga peritoneum

- Perdarahan tidak begitu banyak

- Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil

Kekurangan :

- Luka dapat melebar kekiri, kanan, dan bawah sehingga dapat menyebabkan uteri uterine pecah sehingga mengakibatkan perdarahan banyak

- Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi

b. SC ektra peritonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka cavum abdominal

 

2. Vagina (section caesarea vaginalis)

Menurut sayatan pada rahim, sectio caesarea dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Sayatan memanjang ( longitudinal )

2. Sayatan melintang ( Transversal )

3. Sayatan huruf T ( T insicion )

 

III. Indikasi

Operasi sectio caesarea dilakukan jika kelahiran pervaginal mungkin akan menyebabkan resiko pada ibu atau pun pada janin, dengan pertimbangan hal-hal yang perlu tindakan SC proses persalinan normal lama/ kegagalan proses persalinan normal ( Dystasia )

- Fetal distress

- His lemah / melemah

- Janin dalam posisi sungsang atau melintang

- Bayi besar ( BBL ³ 4,2 kg )

- Plasenta previa

- Kalainan letak

- Disproporsi cevalo-pelvik ( ketidakseimbangan antar ukuran kepala dan panggul)

- Rupture uteri mengancam

- Hydrocephalus

- Primi muda atau tua

- Partus dengan komplikasi

- Panggul sempit

- Problema plasenta

 

IV. Komplikasi

Kemungkinan yang timbul setelah dilakukan operasi ini antara lain :

1. Infeksi puerperal ( Nifas )

- Ringan, dengan suhu meningkat dalam beberapa hari

- Sedang, suhu meningkat lebih tinggi disertai dengan dehidrasi dan perut sedikit kembung

- Berat, peritonealis, sepsis dan usus paralitik

2. Perdarahan

- Banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka

- Perdarahan pada plasenta

3. Luka kandung kemih, emboli paru dan keluhan kandung kemih bila peritonealisasi terlalu tinggi

4. Kemungkinan rupture tinggi spontan pada kehamilan berikutnya

 

Riwayat operasi sesar pada persalinan yang lalu, dimungkinkan untuk persalinan pervaginam pada kehamilan berikutnya, dengan indikasi :

  1. Bekas insisi tunggal yang melintang dan pada bagian servikal bawah uterus.
  2. Indikasi untuk prosedur pertama bukan disproporsi
  3. Harapan akan kelahiran dan persalinan yang mudah.

 

Kontraindikasi riwayat SC sehingga perlu dilakukan rujukan :

  1. Bekas  insisi vertical tipe apapun
  2. Insisi yang  tipenya tidak diketahui
  3. Pernah sectio caesarea lebih dari satu kali
  4. Saran untuk tidak melakukan trial of labor dari dokter bedah yang melaksanakan pembedahan pertama
  5. Panggul sempit
  6. Presentasi abnormal seperti presentasi dahi, bokong, atau letak lintang.
  7. Indikasi medis untuk segera mengakhiri kehamilan, termasuk diabetes, toxemia gravidarum dan plasenta previa.

 

V. Penanganan

Riwayat SC menjdi resiko rupture uteri pada kehamilan selanjunya, namun hal tersebut dapat dicegah. Pencegahan rupture uteri pada wanita yang pernah mengalami SC, di beberapa Negara terdapat pendapat bahwa sekali seksio, seterusnya seksio. Pendirian tersebut tidak dianut di Indonesia. Seorang wanita yang mengalami SC untuk sebab yang hanya terdapat pada persalinan yang memerlukan pembedahan itu untuk menyelesaikannya, diperbolehkan untuk melahirkan pervaginampada persalinan berikutnya. Akan tetapi, ia harus bersalin di rumah sakit supaya diawasi dengan baik. Kala II tidak boleh berlangsung terlalu lama dan pemberian oksitosin tidak dibenarkan. Ketentuan bahwa tidak perlu dilakukan SC ulangan pada wanita yang pernah mengalami SC tidak berlaku untuk SC klasik.

Karena adanya bahaya yang lebih besar akan timbulnya rupture uteri pada riwayat SC, maka perlu dilakukan SC ulang. Selain itu, ibu hendaknya dirawat 3 minggu sebelum HPL. Dapat dipertimbangkan untuk melakukan SC sebelum persalinan dimulai, asal kehamilannya benar-benar lebih dari 37 minggu.

 

Rencana untuk asuhan atau perawatan oleh bidan :

  1. Menjelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini bahwa harus dilakukan rujukan untuk operasi section cesarea.
  2. Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis
  3. Segera rujuk ibu ke fasilitas yang mempunyai kemampuan untuk melakukan bedah sesar.
  4. Melakukan observasi kala I menggunakan partograf, mengenai DJJ, penurunan kepala, pembukaan serviks, frekuensi his dan tanda-tanda vital ibu
  5. Memantau keadaan umum ibu seperti kesadaran
  6. Memantau intake cairan seperti minum
  7. Mempersiapkan peralatan persalinan selama perjalanan
    1. Menyiapkan alat-alat persalinan : partus set, heating set, dll
    2. Menyiapkan alat resusitasi
    3. Menyiapkan pakaian bayi, memantau kemajuan persalinan, partograf, periksa dalam setiap 4 jam
    4. Menyiapkan alat penanganan syok dan perdarahan
    5. Memenuhi kebutuhan fisik ibu, makan dan minum, eliminasi
    6. Memenuhi kebutuhan psikologis ibu : memberikan dukungan persalinan
    7. Menyiapkan alat-alat untuk penolong / bidan : mitela, masker, skort, handscone
    8. Menjelaskan dan memberikan keyakinan pada ibu bahwa persalinannya akan berjalan dengan lancar
    9. Memastikan pada ibu untuk mengikuti petunjuk bidan agar persalinannya berjalan dengan baik
    10. Menganjurkan ibu untuk berkemih atau BAB
    11. Mendampingi ibu ke tempat rujukan, berikan dukungan dan semangat.
About these ads
Komentar
  1. chondik mengatakan:

    Sungguh artikel yang menarik, perkenalkan kami adalah Rumah Sakit Bersalin Lombok Dua Dua. Kami bertekad memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik. Melalui motto: “Serasa melahirkan dirumah sendiri”, Rumah Sakit Bersalin Lombok Dua Dua Surabaya akan memberikan pelayanan dengan dedikasi tinggi. pelayanan kebidanan dan kandungan yang aman, efektif dan bermutu dalam suasana kekeluargaan yang kental dengan sentuhan penuh kasih sayang. More info (031)7526071

    • khanzima mengatakan:

      terima kasih telah berkunjung ke blog amatiran ini.
      semoga Rumah sakit bersalin lombok dua dua bisa membantu program pemerintah mencapai target MDGs dan mensejahterakan kesehatan indonesia. salam sukses.

  2. capchoose mengatakan:

    Nice and great article, sangat membantu sekali dalam mendapatkan informasi yang bermanfaat. Sukses selalu untuk pemilik web atau blog ini.

  3. puu mengatakan:

    tangkyuu..
    gud article.. :)

  4. izza mengatakan:

    good article.. thank you very much.. :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s