Hipertensi Dalam Kehamilan (Makalah)

Posted: Mei 7, 2012 in makalah, Uncategorized
Tag:, , , ,

Image

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

 

Kehamilan dengan hipertensi ialah keadaan hipertensi yang diimbas oleh kehamilan. Istilah ini diadopsi oleh “The American College of Obstetrician and Gynecologist” untuk mengganti istilah preeklampsia dan eklampsia. Sindrom ini terdiri atas trias: yaitu hipertensi, proteinuria, dan edema. Hipertensi jenis ini lazim menjangkiti primigravida (kehamilan minggu XX) berusia antara 20-35 tahun yang berasal dari lapisan social ekonomi tingkat bawah, dan menderita malnutrisi. Badan Kesehatan dunia memperkirakan ada 8% (eklamsia) dan 4% (hipertensi) dari 21 kasus penyebab kematian (selain abortus) yang ada.

Seorang wanita hamil boleh dicurigai menderita hipertensi kehamilan, jika yang bersangkutan sering mengeluh pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut bagian atas (ulu hati), nafsu makan lenyap, rasa mual, dan muntah. Tanda yang mudah diperiksa alah pertambahan berat badan secara progresif (. 3kg tiap minggu). Sehingga perlu adanya penyusunan menu dan trik  khusus untuk menanggulangi masalah tersebut seperti Diet Rendah Garam karena nutrisi mempunyai peranan penting dalam upaya pencegahan dan penyembuhan hipertensi maupun komplikasi lain saat kehamilan.

Dengan disusunnya makalah ini diharapkan dapat memberikan sedikit informasi tentang hipertensi dan diet untuk menanggulangi masalah hipertensi. Selain itu makalah ini dapat digunakan sebagai acuan dan refrensi untuk menyusun menu bagi penderita hipertensi khususnya ibu hamil. Sehingga dapat membantu dalam mengatasi masalah nutrisi bagi penderita hipertensi khususnya bagi ibu hamil.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II
PEMBAHASAN

 

  1. I.                   INFORMASI TENTANG HIPERTENSI

Sampai sekarang penyakit hipertensi dalam kehamilan (HDK) masih merupakan masalah kebidanan yang belum dapat dipecahkan dengan tuntas. HDK adalah salah satu dari trias

penyebab utama kematian ibu di camping perdarahan dan infeksi. Penanganan kasus HDK atau Gestosis atau EPH Gestosis masih tetap merupakan kontroversi karena sampai saat ini etiologi dan patofisiologi penyakit HDK masih belum jelas diketahui, sehingga penanganan yang definitif belum mungkin dijalankan dengan sempurna. Hanya tenninasi kehamilan yang dapat di-

anggap sebagai terapi yang definitif.

HDK adalah komplikasi kehamilan setelah kehamilan 20 minggu yang ditandai dengan timbulnya hipertensi, disertai salah satu dari : edema, proteinuria, atai – edua-duanya. Klasifikasinya sebagai berikut :

  1. HDK sebagai penyulit yang berhubungan langsung dengan kehamilan :
    1. 1)Pre-eklamsia
    2. 2)Eklamsia
    3. HDK sebagai penyulit yang tidak berhubungan langsung dengan kehamilan :
      1. Hipertensi kronik.
      2. Pre-eklamsia/eklamsiapadahipertensikronik/superimposed.
      3. 4.      Transient hypertension.
      4. 5.      HDK yang tidak dapat dikiasifikasikan.

 

  1. a.      Definisi dan Kriteria
  2. Hipertensi ialah :

a)  Bila tekanan darah sistolik 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik >_ 90 mmHg.

b)  Kenaikan tekanan darah sistolik 30 mmHg.

c)  Kenaikan tekanan darah diastolik  15 mmHg. Untuk mengukur tekanan darah yang pertama dilakukan dua kali setelah istirahat duduk 10 menit. Pengukuran tekanan darah ini harus dilakukan sekurang-kurangnya 2 kali dengan selang waktu 6 jam dan ibu dalam keadaan istirahat.

  1. Pre-eklamsia

Ialah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema akibat kehamilan, setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat timbul sebelum 20 minggu bila terjadi penyakit trofoblas.

  1. Eklamsia

ialah timbulnya kejang pada penderita pre-eklamsia yang disusul dengan koma. Kejang ini bukan akibat dari kelainan neurologik.  

  1. Hipertensi kronik

Hipertensi yang menetap oleh sebab apapun, yang ditemukanpada umur kehamilan kurang dari 20 minggu, atau hipertensi yang menetap setelah 6 minggu pasca persalinan.

  1. Superimposed pre-eklamsia/eklamsia

Ialah timbulnya pre-eklamsia atau eklamsia pada hipertensi kronik.

  1. Transient hypertension

lalah hipertensi dalam kehamilan pada wanita yang tekanan darahnya normal sebelum hamil dan tidak mempunyai gejala-gejala hipertensi kronik atau pre-eklamsia atau eklamsia.  Gejala ini akan hilang setelah 10 hari pasca persalinan.

  1. b.      Etiologi

Faktor predisposisi :

1)      Primigravida atau nullipara, terutama pada umur reproduksi ekstrem, yaitu remaja dan umur 35 tahun ke atas.

2)      Multigravida dengan kondisi klinis :

a) Kehamilan ganda dan hidrops fetalis.

b) Penyakit vaskuler termasuk hipertensi esensial kronik dan diabetes mellitus.

c) Penyakit-penyakit ginjal.

3)      Hiperplasentosis : Molahidatidosa,kehamilan ganda, hi drops fetalis, bay i besar, diabetes mellitus.

4)      Riwayat keluarga pernah pre-eklamsia atau eklamsia.

5)      Obesitas dan hidramnion.

6)      Gizi yang kurang dan anemi.

7)      Kasus-kasus dengan kadar asam urat yang tinggi, defisiensi kalsium, defisiensi asam lemak tidak jenuh, kurang antioksidans.

 

  1. c.       Patogenesis

Belum diketahui dengan pasti. Proses iskemik uteroplasenter menyebabkan vasospasmus arteriole/kapiler secara umum sehingga menimbulkan kelainan patologis pada organ-organ vital.

  1. 1.      Pre-Eklamsia Ringan

Kriteria :

1)      Tekanan darah > 140/90 mmHg atau tekanan darah sistolik naik > 30 mmHg atau kenaikan tekanan darah diastolik > 15 mmHg tetapi < 160/110 mmHg.

2)      Edema

3)      Proteinuria, setelah kehamilan 20 minggu.

  1. 2.      Pre-Eklamsia Berat

Kriteria :

1)    Tekanan darah 160/110 mmHg.

2)    Proteinuria lebih 5 gram/24 jam atau kualitatif 3+/4+.

3)    Oliguria 500 ml/24 jam.

4)    Nyeri kepala frontal atau gangguan penglihatan.

5)    Nyeri epigastrium.

6)    Edema paru atau sianosis.

7)    Pertumbuhan janin intrauterin yang terlambat (IUFGR).

8)    HELLP syndrome (H = Hemolysis; EL = Elevated Liver enzymes; LP = Low Platelet counts).

 

  1. 3.      Eklamsia

Eklamsia adalah kelainan akut pada wanita hamil, dalam persalinan atau nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang dan atau koma. Sebelumnya wanita tadi menunjukkan gejala-gejala pre-eklamsia (kejang-kejang timbul bukan akibat kelainan neu- rologik).

 

  1. 4.      Hipertensi Kronik Dalam Kehamilan

Adanya hipertensi yang persisten oleh sebab apapun juga yang ditemukan pada umur kehamilan kurang dari 20 minggu atau hipertensi persisten setelah 6 minggu pasca persalinan. Diagnosis klinik Diagnosis hipertensi kronik pada kehamilan ditegakkan berdasarkan gejala-gejala sebagai berikut :

a)   Adanya riwayat hipertensi sebelum kehamilan atau didapatkan hipertensi pada kehamilan kurang dari 20 minggu.

b)   Ditemukan kelainan organik, misalnya : pembesaran jantung, kelainan ginjal, dan sebagainya.

c)   Umur ibu di atas 30 tahun dan umumnya multigravida.

d)   Bila terjadi superimposed preeclampsia, maka didapatkan : tekanan darah sistolik lebih dari 200 mmHg adanya perubahan-perubahan pada pembuluh darah retin berupa eksudasi, perdarahan, dan penyempitan.

e)   Retensi air dan natrium tidak menonjol. Jarang didapatkan edema dan proteinuria.

f)   Hipertensi masih temp didapatkan sampai 6 bulan pasca persalinan.

 

  1. Komplikasi

Gagal ginjal, gagal jantung, edema paru-paru, kelainan pembekuan darah, perdarahan otak, kematian janin.

 

  1. II.                UPAYA PENANGGULANGAN

 

  1. A.    DIET RENDAH GARAM
    1. a.      Pengertian

Yang dimaksud dengan garam dalam Diet Rendah Garam adalah garam natrium seperti yang terdapat ddi dalm garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO3), baking powder, natrium benzoat, dan vetsin (mono sodium glutamate). Natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraselular tubuh yang mempunyai fungsi menjaga keseimbangan cairan dan asam tubuh, serta berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot. Asupan makanan sehari-hari umumnya mengandung lebih banyak natrium daripada yang dibutuhkan tubuh. Dalam keadaan normal, jumlah natrium yang dikeluarkan tubuh melalui urin sama dengan jumlah yang dikonsumsi, sehingga terdapat keseimbangan.

            Makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan sehingga tidak ada penetapan kebutuhan natrium sehari. WHO menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari (ekuivalen dengan 2400 mg)

            Asupan natrium yang berlebihan, terutama dalam bentuk natrium klorida, dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh, sehingga menyebabkan edema atau asites, dan hipertensi. Penyakit-penyakit tertentu seperti sirosis hati, penyakit ginjal tertentu, dekomsio kordis, toksemia pada kehamilan dan hipertensi esensial dapat menyebabkan gejala edema atau asites, dan hipertensi. Dalam keadaan demikian asupan garam natrium perlu dibatasi.

 

  1. b.      Tujuan Diet

Tujuan Diet  Garam Rendah adalah membantu menghilangkan retensi  garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi

 

  1. c.       Syarat Diet Rendah Garam:
  2. Cukup energi, protein, mineral dan vitamin.
  3. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit.
  4. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan hipertensi.

 

  1. d.      Macam Diet dan Indikasi Pemberian

Diet Garam rendah diberikan kepada pasien denan edema, asites atau hipertensi seperti yang terjadi pada penyakit dekompensasio kordis, serosis hati, penyakit ginjal tertentu, toxemia pada kehamilan, dan hipertensi esensial. Diet ini mengandung cukup zat-zat gizi. Sesuai dengan keadaan penyakit dapat diberikan berbagai Diet Rendah Garam.

a)      Diet Rendah Garam I (200-400 mg Na)

Diet Rendah Garam I diberikan kepada pasien dengan edema, asites, dan Hipertensi berat. Pada pengolahan makanannya tidak ditambahkan garam dapur . Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya misalnya   daun seledri (96 mg/100 gr bahan makanan), pisang (18 gr bahan makanan).

b)     Diet Rendah Garam II (600-800 mg Na)

Diet rendah garam II diberikan kepada pasien dengan edema, acites, dan hipertensi tidak terlalu berat. Pemberian makanan sehari sama dengan diet rendah garam I. Pada pengolahan makananya boleh menggunakan setengah sendok teh garam dapur (2gr).  Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya, misalnya roti bakar (700 mg/100gr  bahan makanan), susu asam bubuk (600 mg/ 100 gr bahan makanan), biskuit  (500mg/100gr bahan makanan), kue-kue (250mg/100gr bahan makanan), roti cokelat (500mg/100gr bahan makanan), ayam (100mg/100gr bahan makannan), daging bebek (200mg/100gr bahan makana), putih telur bebek( 228mg/100gr), susu skim bubuk (470mg/100gr bahan makanan).

c)      Diet Rendah Garam III (1000-1200 mg Na)

Diet rendah garam III diberikan kepada pasien dengan edema dan hipertensi ringan. Pemberian makanan sehari samadengan diet rendah garam I. Pada pengolahan makanannya boleh menggunakan I sdt (4gr) garam dapur. Contoh pengaturan makanannya; keju  (1200 mg/100gr makanan), sosis (1000 mg/ 100gr bahan makanan), lemak babi (1500 mg/100 gr bahan makanan), garam (38758 mg/100 gr bahan makanan).

 

  1. e.       Bahan Makanan Sehari

Bahan Makanan

Berat(gr)

Takaran

Beras

Daging

Telur Ayam

Tempe

Kacang Hijau

Sayuran

Buah

Minyak

Gula Pasir

300

100

50

100

25

200

200

25

25

5 gls nasi

2 ptg sdg

1 butir

4 ptg sdg

2 ½ sdm

2 gelas

2 ptg sdg papaya

2 ½ sdm

2 ½ sdm

 

  1. f.       Nilai Gizi

Energi                    2230 kkal

Protein                   75 gr

Lemak                   53 gr

Karbohidrat           365 gr

Kalsium                 500 mg

Besi                       24 mg

Tiamin                   1,2 mg

Vitamin                 87mg

Natrium                 305 mg

 

  1. g.      Pembagian Bahan Makanan Sehari
  2. 1.      Pagi

Beras 70 gr                  1 gelas nasi

Telur 50 gr                   1 btr

Sayuran 50 gr              ½ gelas

Minyak 5 gr                 ½ sdm

Gula Pasir 10 gr          1 sdm

  1. 2.      Pukul 10.00

Kacang hijau 25 gr      2 ½ sdm

Gula Pasir 15 gr          1 ½ sdm

  1. 3.      Siang dan Sore

Beras 140 gr                2 gelas nasi

Daging 50 gr               1 potong sedang

Tempe50 gr                2 potong sedang

Sayuran 75 gr              ¾ gelas

Buah 100gr                 1 potong sedang papaya

Minyak 10 gr               1 sdm

 

  1. h.      Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

Bahan Makanan

Dianjurkan

Tidak Dianjurkan

Sunber karbohidrat

 

Beras, kentang, singkong, terigu, tapioca, hongkue, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut diatas tanpa garam dapur dan soda seperti : macaroni, mie, bihun, roti, biskuit, kue kering.

 

Roti, biskuit, dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur, baking powder dan soda.

 

 

Sumber protein hewani,

 

Daging dan ikan maksimal 100 gr sehari, telur maksimal 1 butir sehari.

 

Otak, dinjal, lidah, sardine, daging, ikan, susu, dan telur yang diawetkan dengan garam dapur seperti daging asap, ham, bacon, dendeng, abon, keju, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin dan telur pindang.

 

Sumber protein nabati.

 

Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam dapur.

 

Keju, kacang tanah dan semua kacang-kacangan dan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur dan lain ikatan matrium.

 

Sayuran.

 

Semua sayuran segar, sayuran yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoate.

 

Sayuran yang dimasak dan diawetkan dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan dan acar.

 

Buah-buahan.

 

Semua buah-buahan segar, buah yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoate.

 

Buah-buahan yang diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti buah dalam kaleng.

 

Lemak.

 

Minyak goring, margarine dan mentega tanpa garam.

 

Margarine dan mentega biasa.

 

Minuman.

 

The dan kopi.

 

Minuman ringan.

 

Bumbu.

Semua bumbu-bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur dan lain ikatan natrium. Garam dapur sesuai ketentuan untuk diet rendah garam II dan III

 

Garam dapur untuk diet rendah garam I, baking powder, soda kue, vetsin, dan bumbu yang mengandung garam dapur seperti kecap, terasi, magi, tomato kecap,petis, tauco.

 

  1. i.        Contoh Menu Sehari

Pagi                       Nasi

Telur dadar

Tumis kacang panjang

 

Pukul 10.00          Bubur kacang hijau

 

Siang                     Nasi

Ikan acar kuning

Tahu bacem

Sayur lodeh

Papaya

 

Malam                  Nasi

Daging pesmol

Keripiktempe

Cah sayuran

Pisang

 

  1. B.     DIET PREEKLAMSI
    1. a.      Gambaran umum

Preeklamsia murupakan sindrom yang terjadi pada saat kehamilan masuk pada minggu ke-20 dengan tanda dan gejala seperti hipertensi, proteinuria, kenaikan berat badan yang cepat karena edema, mudah timbul kemerah-merahan, mual, muntah, pusing, nyeri lambung, oligouria, gelisan dan kesadaran menurun. Cirri khas diet ini adalah memperhatikan asupan garam dan protein.

 

  1. b.      Tujuan Diet :
    1. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal
    2. Muncapai dan mempertahankan tekanan darah normal
    3. Mencegah atau mengurangi retensi garam atau air
    4. Mencapai keseimbangan nitrogen
    5. Menjaga agar penambahan berat badab tidak melebihi normal
    6. Mengurangi atau mencegah timbulnya factor risiko lain  atau penyakit baru pada saat kehamilan atau setelah melahirkan

 

  1. c.       Syarat Diet :
    1. Energi dan semua zat gizi cukup. Dalam keadaan berat, makanan diberikan secara berangsur, sesuai dengan kemampuan pasien menerima makanan. Penambahan energy tidak lebih dari 300 kkal dari makanan atau diet sebelum hamil.
    2. Garam diberikan rendah sesuai dengan berat ringannya retensi garam atau air. Penambahan berat badan diusahakan dibawah 3 kg/bulan atau dibawah 1 kg/minggu.
    3. Protein tinggi (1 ½ – 2 gr/kg berat badan).
    4. Lemak sedang, sebagian lemak berupa lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda.
    5. Vitamin cukup, vitamin C dan B6 diberikan sedikit lebingg tinggi.
    6. Mineral cukup terutama kalium dan kalsium.
    7. Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan makan pasien.
    8. Cairan diberikan 2500 ml sehari. Pada keadaan oligouria, cairan dibatasi dan disesuaikan dengan cairan yang keluar melalui urine, muntah, keringat, dan pernapasan.

 

  1. d.      Macam Diet dan Indikasi Pemberian
    1. 1.      Diet Preeklamsi I

      Diet preeklamsi I diberikan pada pasien dengan preeklamsi berat. Makanan diberikkan dalam bentuk cair, yang terdiri dari susu dan sari buah. Jumlah cairan diberikan paling sedikit 1500 ml sehari per oral, dan kekurangan diberikan secara parenteral. Makanan ini kurang energy dan zat gizi, karena itu hanya diberikan selama 1-2 hari.

  1. 2.      Diet Preeklamsi II

      Diet preeklamsi II diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet preeklamsi I atau kepada pasien preeklamsia yang penyakitnya tidak begitu berat. Makanan berbentuk saring atau lunak dan diberikan sebagai diet rendahgaramI.makanan ini cukup energy dan gizi lainnya.

  1. 3.      Diet Preeklamsi III

Diet preeklamsi III diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet preeklamsi II atau kepada pasien dengan preeklamsi ringan. Makanan ini mengandung protein tinggi dan garam rendah, diberikan dalam bentuk lunak atau biasa. Makanan iini cukup semua zat gizi. Jumlah energy harus disesuaikan dengan kenaikan berat badan yang boleh lebih dari 1 kg setiap bulan.

 

  1. e.       Bahan Makanan Sehari

 

Bahan Makanan

Diet Preeklamsia I

Diet Preeklamsia II

Diet Preeklamsia III

Berat (gr)

urt

Berat (gr)

urt

Berat (gr)

Urt

Beras

Telur

Daging

Tempe

Sayuran

Sari buah/

buah

 

Gula pasir

Minyak

nabati

Susu Bubuk

-

-

-

-

-

1000

 

 

80

-

 

75

-

-

-

-

-

15

 

 

8 sdm

-

 

15 sdm

150

50

100

50

200

400

 

 

30

15

 

25

3 gls tim

1 butir

2 ptg sdg

2 ptg sdg

2 gls

4 ptg sdg

pepaya

 

3 sdm

1 ½ sdm

 

5 sdm

200

50

100

100

200

400

 

 

30

25

 

50

4 gls tim

1 butir

2ptg sdg

4 ptg sdg

2 gls

4 ptg sdg

Papaya

 

3 sdm

2 ½ sdm

 

10 sdm

Susu khusus ibu hamil bila diberikan susu biasa energi hanya sebagian yang terpenuhi.   

 

 

  1. f.       Nilai gizi

 

Diet   Preeklamsia I

Diet Preeklamsia II

Diet Preeklamsia III

Energi (kkal)

Protein (gram)

Lemak (gram)

Karbohidrat

(gram)

Kalsium

(gram)

Besi (gram)

Vitamin A (RE)

Tiamin (mg)

Vitamin C (mg)

Natrium (mg)

1032

20

19

211

 

600

 

6,9

750

0,5

2,46

228

1604

56

44

261

 

500

 

17,3

2796

0,8

212

248

 

2128

80

63

305

 

800

 

24,2

3035

1

213

403

 

 

  1. g.      Pembagian Bahan Makanan Sehari
  2. 1.      Diet Preeklamsia I

Pukul 06.00                       teh                   1 gelas

 

Pukul 08.00                       sari tomat        1 gelas

                                          susu                 1 gelas

 

Pukul 10.00                       sari jeruk          1 gelas

 

Pukul 13.00                       sari alpukat      1 gelas

                                          susu                 1 gelas

 

Pukul 16.00                       sari tomat        1 gelas

                                          Susu                1 gelas

 

Pukul 18.00                       sari papaya      1 gelas

                                          sari jeruk          1 gelas

 

Pukul 20.00                       teh                   1 gelas

                                          Susu                1 gelas

 

  1. 2.      Diet preeklamsia II & III

Waktu

Bahan Makanan

Diet Preeklamsi II

Diet Preeklamsi III

Berat (g)

urt

Berat (g)

urt

Pagi

Beras

Telur ayam

Sayuran

Minyak

Susu bubuk

Gula pasir

50

50

50

5

25

10

1 gls tim

1 btr

½ gelas

½ sdm

5 sdm

1 sdm

50

50

50

5

25

10

1 gls tim

1 btr

½ gelas

½ sdm

5 sdm

1 sdm

10.00

Buah

 

Gula pasir

100

 

10

1ptg 

papaya

1 sdm

100

 

10

1ptg

papaya

1 sdm

Siang

 

 

 

 

 

 

Beras

Daging

Tahu

Sayur

Buah

 

Minyak

50

50

50

75

100

 

5

1 gls tim

1 ptg sdg

½ bh bsr

¾ gelas

1ptg

papaya

½ sdm

75

50

100

75

100

 

10

1 ½ gls tim

1 ptg sdg

1 bh bsr

¾ gelas

1 ptg sdg

papaya

1 sdm

 

16.00

 

Buah

 

Gula Pasir

Susu bubuk

 

 

100

 

10

-

 

 

1 ptg

pepaya

1 sdm

-

 

100

 

10

25

 

 

Ptg

pepaya

1 sdm

5 sdm

 

Malam

Beras

Ikan

Tempe

Sayuran

Buah

 

Minyak

50

50

25

75

100

 

5

1 gls tim

1ptg sdg

1 ptg sdg

¾ gls

1ptg

pepaya

½ sdm

75

50

50

75

100

 

10

1 ½ gls tim

1 ptg sdg

2 ptg sdg

¾ gls

1 ptg sdg

papaya

1 sdm

 

 

  1. h.      Contoh Menu Sehari

Diet Preeklamsi II

Pagi                    Nasi Tim

Telur Ceplok

Tumis kacang panjang taoge

Susu

 

Pukul 10.00        Selada buah

 

Siang                  Nasi Tim

Daging bumbu terik

Tempebacem

Pisang

 

Pukul 16.00        Jeruk

 

Malam                Nasi tim

Ikan bumbu kuning

Gadon tahu

Jeruk

Teh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III
PENUTUP

  1. Hipertensi, preeklamsi dan eklamsi termasuk salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu hamil diIndonesia.
  2. Nutrisi (gizi) memegang peranan penting dalam upaya pencegahan dan penyembuhan penyakit. Sehingga untuk masalah Hipertensi dan komplikasi kehamilan yang lain perlu adanya pengaturan dan penyusunan menu yang baik (baik kualitas maupun kuantitasnya).
  3. Diet Rendah Garam (garam Na) sangat penting bagi penderita Hipertensi khususnya bagi ibu hamil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Almastar, Sunita. Penuntun Diet. 2006.Jakarta : Gramedia.

Arisman. Gizi dalam Daur Kehidupan. 2007.Jakarta : EGC

Francin Paath, Erna, dkk. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. 2005.Jakarta: EGC

www. cermindunia.com/edisi khusus 80/1992. Selasa, 31 Maret 2008. 19.00 WIB

http://www.balita-anda.com. Selasa, 31 Maret 2008. 19.00 WIB

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s