Posts Tagged ‘fase laten memanjang’

A. Pengertian

Fase laten memanjang adalah suatu keadaan pada kala I dimana pembukaan serviks sampai 4 cm dan berlangsung lebih dari 8 jam dengan HIS yang teratur (lebih dari 2 kali dalam 10 menit)

 

B. Penyebab

Menurut Rustam Mochtar (Sinopsis Obstetri) pada dasarnya fase laten memanjang dapat disebabkan oleh :

1.His tidak efisien (adekuat)

2.Tali pusat pendek

3.Faktor jalan lahir (panggul sempit, kelainan serviks, vagina, tumor)

4.Kesalahan petugas kesehatan memastikan bahwa pasien sudah masuk dalam persalinan (inpartu) atau belum.

 

C. Alasan merujuk

Alasan merujuk persalinan dengan fase laten memanjang:

  • Dilihat dari penyebabnya yakni his his tidak efisien (adekuat), tali pusat pendek, faktor jalan lahir (panggul sempit, kelainan serviks, vagina, tumor), apabila persalinan tidak dirujuk maka ditakutkan akan ditakutkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya jika penyebabnya adalah panggul sempit, dan sudah dilakukan amniotomi tetap saja janin tidak bisa keluar, dan akhirnya harus dirujuk juga.
  • Apabila telah terjadi sesuatu pada janin seperti air ketuban bercampur dengan mekonium dan bayi telah meminumnya, maka bidan akan mengalami kesulitan dalam menanganinya, karena bidan tidak mempunyai kewenangan.
  • Apabila terjadi fase laten memanjang, janin dikhawatirkan dapat mengalami asfiksia, fetal distress, IUFD, dan jika penanganannya tidak cepat dan memadai janin bisa mengalami lahir mati.
  • Ibu juga dikhawatirkan dapat mengalami kelahan, stress, kesadaran menurun, dan syok.

 

D. Tatacara merujuk

Tatacara merujuk persalinan dengan fase laten memanjang

  1. memberitahu ibu dan keluarga dan menjelaskan bahwa keadaan ibu dalam keadaan yang patologis dan harus dirujuk di rumah sakit, karena penaganan dan peralatannya lebih memadai.
  2. memberi tahu rumah sakit yang akan menjadi tempat rujukan, dan menyiapkan data-data dokumentasi yang telah dilakukan pada ibu, serta menyertakan surat rujukan.
  3. menyiapka partus set, untuk mengantisipasi jika ibu melahirkan di jalan.
  4. memasang oksigen pada ibu, agar kebetuhan oksigen janin tetap dalam kualitas baik.
  5. mendampingi dan motivasi ibu agar tetap bersemangat menghadapi persalinan, meminta suami/keluarga ibu untuk mendampingi dan memberi motivasi
  6. memberikan asupan nutrisi untuk ibu agar keadaan ibu tidak semakin buruk dan tidak lemas.
  7. memasang infus RL
  8. mendampingi dan memastikan ibu dalam kondisi stabil selama perjalan merujuk.