Posts Tagged ‘MAKALAH KB’

ilmu kesehatan anak

Posted: Maret 2, 2011 in makalah
Tag:, ,

BAB I

PENDAHULUAN

            Setiap orangtua tentu berkeinginan agar anaknya dapat tumbuh kembang optimal, yaitu agar anaknya dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang terbaik sesuai dengan potensi genetik yang ada pada anak tersebut. Hal ini dapat tercapai apabila kebutuhan dasar anak (asah, asih, dan asuh) terpenuhi. Kebutuhan dasar anak harus dipenuhi yang mencakup imtaq, perhatian, kasih sayang, gizi, kesehatan, penghargaan, pengasuhan, rasa aman/perlindungan, partisipasi, stimulasi dan pendidikan (asah, asih dan asuh).

Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa bayi. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada masa ini, bayi memperoleh kemampuan berinteraksi dengan dunia dengan cara lain, kemampuan komunikasi dimulai, dan hal ini merupakan landasan bagi perkembangan selanjutnya. Selain itu, pertumbuhan fisik, kemampuan berbahasa, dan berkomunikasi juga dimulai pada periode ini.

Perkembangan yang optimal sangat dipengaruhi oleh peranan lingkungan dan interaksi antara anak dan orang tua / orang dewasa lainnya. Interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan, bahkan sejak bayi dalam kandungan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. A.    PENGERTIAN

Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm,meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh); sedangkan perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan.(Soetjiningsih. 1998)

Pertumbuhan adalah bertambah banyak dan besarnya sel seluruh bagian tubuh yang bersifat kuantitatif dan dapat diukur; sedangkan perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi dari alat-alat tubuh. (Depkes RI )

Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu; perkembangan lebih menitikberatkan aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ atau individu, termasuk perubahan aspek sosial atau emosional akibat pengaruh lingkungan. (Markum, 1991)

  1. B.     KONSEP DASAR
  2. Prinsip-Prinsip Tumbuh Kembang

Tumbuh kembang merupakan proses yang dinamis dan terus menerus. Prinsip tumbuh kembang antara lain :

  1. Tumbuh kembang terus menerus dan komplek
  2. Tumbuh kembang merupakan proses yang teratur dan dapat diprediksi
  3. Tumbuh kembang berbeda dan terintegrasi
  4. Setiap aspek tumbuh kembang berbeda dalam setiap tahapnya dan dapat dimodifikasi
  5. Tahapan tumbang spesifik untuk setiap orang

Prinsip tumbuh kembang menurut Potter & Perry ( 2005 ) :

  1. Perkembangan merupakan hal yang terartur dan mengikuti rangkaian tertentu
  2. Perkembangan adalah sesuatu yang terarah dan berlangsung terus menerus, dalam pola sebagai berikut :

1)      Cephalocaudal : pertumbuhan berlangsung terus dari kepala ke arah bawah bagian tubuh.

2)      Proximodistal : perkembangan berlangsung terus dari daerah pusat (proksimal) tubuh ke arah luar tubuh (distal).

3)      Differentiation : ketika perkembangan berlangsung terus dari yang mudah kearah yang lebih kompleks.

4)      Perkembangan merupakan hal yang kompleks, dapat diprediksi, terjadi dengan pola yang konsisten dan kronologis.

Prinsip Perkembangan dari Kozier dan Erb:

  1. Manusia tumbuh secara terus menerus.
  2. Manusia mengikuti bentuk yang sama dalam pertumbuhan dan perkembangan.
  3. Manusia berkembang menyebabkan dia mendapatkan proses pembelajaran dan kematangan.
  4. Masing-masing tahapan perkembangan memiki karakteristik tertentu. Selama bayi (infancy) dan balita merupakan saat pembentukan perilaku, gaya hidup, dan bentuk pertumbuhan.

 

  1. Ciri–Ciri Tumbuh Kembang

Tumbuh kembang yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa mempunyai cirri-ciri tersendiri, yaitu (Soetjiningsih, 1995) :

  1. Tumbuh kembang adalah proses yang kontinyu sejak konsepsi sampai maturitas atau dewasa, dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan.
  2. Dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan diantara organ-organ.
  3. Pola perkembangan anak adalah sama, tetapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya.
  4. Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi system susunan saraf.
  5. Aktivitas seluruh tubuh diganti respon individu yang khas.
  6. Arah perkembangan anak adalah cephalocaudal.
  7. Refleks primitive seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter tercapai.

                

  1. Tahap–Tahap Tumbuh Kembang Bayi Tahun Pertama
    1. Bulan Pertama

Orang seringkali menganggap bahwa kelahiran bayi adalah merupakan permulaan dari kehidupan, tentu saja hal ini tidak bisa disalahkan, tetapi sebenarnya kelahiran hanyalah suatu tahap dalam proses pertumbuhan yang telah dimulai 9 bulan sebelumnya. Banyak hal yang terjadi pada seorang ibu selama kehamilan yang bisa memberikan pengaruh terhadap bayi baru lahir. Selama beberapa jam setelah kelahiran, obat-obatan yang ada dalam aliran darah ibu selama persalinan bisa juga terus mempengaruhi seorang bayi.

         Dalam perkembangan dan pertumbuhan bayi pada bulan pertama, terjadi hal-hal berikut :

  1. Pengenalan

      Tidak benar kalau dikatakan bahwa bayi-bayi masih buta dan tuli ketika lahir. Bayi-bayi baru lahir akan memusatkan perhatian pada wajah salah satu orang tua dan mengikutinya dengan mata mereka. Bahkan di meja persalinan, mereka akan memusatkan perhatian pada ibu mereka, dan akan lebih suka melihat gambar wajah normal daripada gambaran dimana ciri-cirinya telah diacak. Suara-suara keras akan mengakibatkan bayi baru lahir terkejut atau gemetar, dan mereka akan menanggapi bunyi suara yang lembut dan tinggi. Menginjak umur 4 minggu, bayi mungkin sudah dapat menunjukkan dengan tingkah laku mereka bahwa mereka mengenali ayah dan ibunya.

  1. Reflek

            Bayi baru lahir memiliki variasi refleks yang luar biasa untuk diuji. Bila kita menyentuh pipi atau kulit di sekitar mulut, bayi baru lahir akan membuka mulutnya dan beralih ke jari kita, mencari-cari puting untuk dihisap. Bila kita menyentuh kaki atau tangan, bayi akan berusaha menggenggam, dan mungkin sangat kuat.

            Salah satu refleks paling populer adalah refleks Moro. Ketika kepala seorang bayi terlempar ke belakang atau ia terkejut, ia akan merentangkan kaki dan tangannya, memanjangkan lehernya, dan berteriak sebentar. Lalu ia akan mengatup-ngatupkan lengannya dengan cepat, seolah-olah hendak memeluk batang pohon atau ibunya. Mudah meyakini bahwa refleks ini berkembang untuk membantu mencegah bayi agar tidak jatuh.

            Gerakan lain yang menakjubkan adalah refleks berjalan: bila anda menurunkan kedua kaki seorang bayi kecil dan mengijinkan satu kaki menyentuh tempat tidur, ia akan mengangkat kaki itu dan menurunkan yang satunya, dan seterusnya, dalam gerakan berjalan. Refleks ini akan hilang seluruhnya belakangan, dan tidak berhubungan dengan proses belajar berjalan.

  1. Bulan Kedua

Inilah masa yang datar, waktu keluarga mulai menyesuaikan kehidupan dengan seorang bayi yang baru. Orang tua mulai tertata hidupnya dan bayi mulai masuk dalam pola perilaku yang dapat dikenali. “Saat-saat tenang” seorang bayi bisa berubah-ubah dengan masa-masa rewel selama waktu ini, dan bayi mungkin bisa menemukan cara untuk menenangkan diri dan tidak menangis terus: mengisap jari, bolak-balik, atau mencari dan menemukan mainan gantung di atas tempat tidur bayi.

Pada bulan-bulan pertama, menangis sebenarnya hanya merupakan cara seorang bayi untuk berkomunikasi. Menangis sering menandakan rasa lapar, tetapi tidak selalu. Bayi mungkin merasa terlalu panas atau terlalu dingin, basah, takut, atau hanya merasa tidak enak badan. Bayi mungkin sering menangis khususnya selama beberapa hari setelah tiba di rumah dari rumah sakit, karena ia harus menyesuaikan diri dengan rutinitas baru. Bayi yang masih muda sering menangis lama meskipun tidak ada apapun yang terjadi. Beberapa dokter mengatakan bahwa seorang bayi tidak mempunyai cara lain untuk menenangkan diri atau keluar dari proses yang membuatnya lemah karena belajar tentang dunia ini.

Beberapa bayi di bawah usia 4 bulan menangis selama 12 hingga 14 jam per hari. Masalah yang mengganggu ini dikenal sebagai kolik, dan inilah suatu kondisi yang penyebabnya belum diketahui. Umumnya, kolik mulai pada usia 2 hingga 3 minggu dan menghilang antara bulan ketiga dan keempat. Beberapa bayi yang mempunyai kolik tiba-tiba menjerit; yang lain hanya menangis normal, tetapi selama berjam-jam baru diam. Bayi ini mungkin tampaknya sangat kesakitan, menarik kakinya dan mengeluarkan udara dari perutnya.

Mengenai penglihatan, para ahli berbeda pendapat tentang apa tepatnya yang dapat dilihat seorang bayi pada usia ini. Beberapa studi mengatakan bahwa bayi pada usia bulan kedua tidak dapat melihat benda sejauh 2 atau 2,5 m, tetapi banyak dokter anak dan orang tua beranggapan bahwa bayi ini sudah sanggup melihatnya, kalau mereka tertarik.

Pada akhir bulan kedua, sebagian besar bayi senyum pada sesuatu yang menyenangkannya dan mengeluarkan suara karenanya, bukan menangis.

Bukan hal yang asing dan sangat umum terjadi kalau bayi pada usia ini mulai mengisap jarinya. Jenis perilaku ini merupakan tanda awal dan penting dalam hal kepuasan diri. Isapan jari bukan tanda kurangnya susu atau kurangnya makanan. Hampir setiap bayi perlu bahan isapan tambahan, dan jempol dan jari lainnya merupakan sumber alaminya.

  1. Bulan Ketiga

Ini sering menjadi titik peralihan ajaib dalam perkembangan bayi. Sesuatu terjadi dalam sistem saraf bayi yang tampaknya menggantikan kebutuhannya menangis. Bayi memperoleh kemampuan berinteraksi dengan dunia dengan cara lain. Pentingnya tahap pencapaian ini ditekankan oleh fakta bahwa inilah usia ketika anak-anak, yang dipelihara dalam institusi dan tanpa mendapatkan rangsangan yang memadai, mulai memperlihatkan tanda-tanda kehilangan sesuatu.

Bayi berusia 3 bulan mulai meraih segala sesuatu dengan kedua tangannya dan bukannya menangis lagi. Seluruh tubuhnya mungkin ikut merasakan kegembiraan karena melihat orang tertawa; bayi ini mungkin mendekut, menendang, dan meraih semuanya sekaligus. Bayi pada usia ini mungkin merengek pada waktu lapar, dan tidak lagi menangis, dan mungkin bahkan sanggup menunggu selama beberapa menit. Kemampuan menunggu untuk mendapatkan ganjaran/imbalan ini merupakan tahap penting, yang memperlihatkan tingkat pengertian dan kepercayaan yang belum terlihat pada bayi yang lebih muda.

Bayi rata-rata mungkin sanggup mengangkat kepalanya agak lama, dan tentu saja sanggup menahannya beberapa saat tanpa jatuh. Ia mungkin juga sanggup membantu mempertahankan bentuk tubuhnya waktu sedang duduk. Bayi berusia tiga bulan biasanya dapat mengikuti benda dengan matanya dalam lingkaran penuh 180 derajat.

  1. Bulan Keempat

Usia 4 bulan merupakan awal kesadaran akan kedua sisi tubuh, dan ini mungkin merupakan akhir kesimetrisan gerakan. Bayi dapat memutar kepalanya untuk melihat ke banyak arah dan mengeluarkan beberapa suara yang dapat dikenali, terutama suara vokal seperti “ooh” dan “aah”. Selama empat jam perhari mungkin dihabiskan untuk menyedot (selain makan), yang mungkin menunjukkan pertumbuhan gigi awal tetapi mungkin hanya merupakan bagian normal dari makin tingginya keingintahuan tentang segala sesuatu.

Pada beberapa bayi, gigi mulai tumbuh pada awal bulan keempat. Pertumbuhan gigi dimulai dengan gigi seri bagian bawah. Gigi yang muncul ini akan menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit pada gusi yang dapat dihilangkan sementara dengan cara menggosokkan jari yang bersih dan es ke gusi. Bayi mungkin mulai menggaruk gusi (yang membantu mengurangi rasa sakit) dan mungkin mulai menggigit-gigit. Apakah rasa tidak nyaman merupakan pertanda tumbuhnya gigi? Kalau tindakan menggosok gusi menyebabkan dia menangis mendadak, jawabannya ialah ya. Dengan terus menggosoknya, bayi akan merasa enak dan tenang. Dengan memberikan sedikit cairan bayi asetaminofen, rasa sakit bayi akan terobati untuk sementara. Tetapi hati-hati, gigi yang mulai keluar pada usia 4 bulan mungkin tidak akan benar-benar muncul selama berminggu-minggu.

  1. Bulan Kelima

Ini adalah usia penemuan, usia menyelidiki berbagai hal dengan memainkan dan menirukan hal-hal tersebut. Mengamati sesuatu tidak lagi cukup; seorang bayi berumur 5 bulan hendak merasakan bentuknya baik dengan tangan maupun mulut. Seorang anak yang mungkin tampak siap memakan makanan padat mungkin masih lebih tertarik dalam menirukan bentuk-bentuk baru daripada mengkonsumsi makanan. Rentang perhatian untuk bermain, meningkat menjadi lebih dari satu jam.

Pada akhir bulan kelima, kebanyakan bayi bisa tersenyum dengan spontan. Mereka meraih obyek-obyek, dan bisa mendapat genggaman yang kuat bila anda memberi mereka giring-giring. Kebanyakan bayi bisa melihat dan memandang obyek sebesar kismis, dan mereka tertawa serta menjerit. Pada masa ini, bayi-bayi yang terutama aktif sudah akan mulai tumbuh melebihi kursi lipat mereka, dan bisa dengan mudah merosot atau merangkak keluar dari kursi tersebut.

  1. Bulan Keenam

Pada saat ini, rata-rata anak telah mulai berceloteh sepanjang waktu. Walau orang tua mungkin tidak mengetahui banyak apa yang dikatakannya, bayi berumur 6 bulan bisa mengerti beberapa kata, dan mungkin membuat dua suara yang bisa dikenali – mama dan dada -walau keduanya belum mempunyai arti pada anak tersebut.

Beberapa bayi mungkin telah menemukan permainan yang menyenangkan dengan menjatuhkan barang, biasanya sebelum mereka menemukan keasyikan waktu mengambil barang-barang itu. Kegiatan ini biasanya mendatangkan respon dari orangtua, dan memberikan pengalaman awal dari suatu tindakan sebab-akibat untuk bayi, yang menikmati kontrol baru atas lingkungannya ini. Aktivitas tersebut juga mewakili kemajuan dalam perkembangan otot-otot halus pada tangan, yang disini sama dengan perkembangan otot-otot besar untuk daya gerak.

Pada usia ini, perkembangan anak akan menjadi jelas. Anak yang sangat aktif mungkin sudah mulai merangkak, menarik perut dan kakinya di sepanjang lantai dengan menggunakan tangan. Bayi aktif bisa duduk beberapa menit pada suatu saat, dan akan menyukai untuk menapakkan kaki setahap demi setahap ketika dipegang tegak lurus. Anak rata-rata bisa berguling sendiri, dan akan mampu duduk tegak lurus tanpa memiringkan kepalanya ke satu sisi. Anak rata-rata akan mampu bergerak ke belakang dan ke depan, membuat kebanyakan bayi terlalu aktif waktu diberi makan atau dipasangi popok pada tahap ini. Jangan mengharapkan bayi berumur 6 bulan untuk tetap diam.

  1. Bulan Ketujuh

Seorang bayi pada usia ini mungkin juga menemukan permainan menyenangkan menjatuhkan sesuatu dan meminta orangtua mengambilkannya. Memungut barang yang jatuh lagi dan lagi mungkin memberikan kegembiraan besar pada seorang anak, tetapi melakukannya jauh lebih tidak menarik bagi orangtua. Tidak ada jalan untuk menyarankan seberapa sering orangtua harus menyerah pada tingkah laku yang jelas-jelas mempermainkan ini.

Pada bulan ketujuh, banyak bayi telah mulai berjalan-jalan dan tidak bisa lagi ditinggalkan sendiri dengan aman. Kemampuan merangkak meningkat, walau beberapa bayi lebih suka menyeret pantat di lantai. Banyak juga yang sudah mulai menarik diri mereka ke posisi berdiri, suatu pengalaman yang mungkin mereka rasa sangat menyenangkan tetapi juga sedikit menakutkan pada mulanya, karena mereka belum tahu bagaimana menurunkan diri mereka. Jangkauan lengan dan tangan juga banyak meningkat. Bayi menggunakan setiap tangan terlepas dari lainnya, mungkin tanpa memilih tangan yang disukai. Kebanyakan bayi suka membanting mainan atau obyek lain bersama-sama, dan membandingkan perbedaan ukuran atau bentuk mereka. Bayi juga mungkin tertarik menusuk barang-barang. Semua colokan listrik yang tidak terpakai di rumah kini harus dibungkus dengan plastik.

Pertumbuhan gigi biasanya aktif selama masa ini. Gigi pertama, di rahang bawah, biasanya adalah yang terburuk. Selain meraba-raba gusi dan mulut, bayi suka meletakkan jari-jari di telinga mereka. Bila mereka terus menariki satu telinga dan tampak lekas marah atau terganggu, mereka mungkin memiliki infeksi telinga dan harus diperiksa oleh dokter.

  1. Bulan Kedelapan

Bayi-bayi pada usia ini bisa jadi sangat bandel, terutama ketika mereka lelah. Hanya sedikit anak-anak yang ingin berhenti bermain ketika waktu tidur tiba, tetapi tentu saja anda tidak boleh membiarkan buah hati anda menjadi sangat lelah. Di sisi lain, bayi yang sangat aktif mungkin hendak bangun di tengah malam. Tidak ada cara menyelesaikan untuk masalah ini. Beberapa orang tua akan mengikuti jejak bayi; sedangkan sebagian lain menolak pergi ke kamar tidur setelah bayi ditidurkan.

Kemajuan fisik bayi pada usia ini, kebanyakan bayi bisa menyuapi diri mereka sendiri dengan roti kering dan bermain cilukba. Usaha untuk mengambil sebuah mainan darinya bisa mendapat perlawanan; dan bila sesuatu diletakkan di luar penglihatan atau jangkauan, bayi akan mencoba mencarinya. Bayi bisa dengan mudah memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain, dan mungkin menirukan beberapa suara yang dibuat oleh orang dewasa ketika bermain dengannya. Sejak dulu, bayi sudah belajar bagaimana duduk tanpa bantuan dan menahan sebagian beratnya ketika dipegang berdiri

  1. Bulan Kesembilan

Suatu saat antara bulan kesembilan dan keduabelas, bayi-bayi yang masih menyusui mungkin mulai kehilangan minat untuk itu, dan ini adalah waktu yang tepat untuk mengangkat mereka dari rasa bosan. Pada beberapa kasus, penyapihan secara psikologis mungkin sebenarnya lebih sulit untuk ibu, yang menyadari peningkatan kebebasan bayinya. Bayi-bayi yang sudah makan makanan padat mungkin kini siap menerima daging dan jus buah.

Pada tahap ini, banyak bayi bisa duduk sendiri dan mencapai posisi berdiri dengan sedikit usaha. Dengan munculnya kemampuan baru ini, mungkin hadir pula pemahaman dan mungkin ketakutan akan ketinggian. Namun, anak-anak biasanya merasakan kegembiraan dalam usaha untuk berdiri, dan bisa jadi akan berkeras untuk berdiri pada waktu makan dan dipakaikan baju. Bayi yang amat aktif mungkin telah merangkak dan belajar memanjat tangga. Turun tangga jauh lebih menakutkan daripada naik, dan bayi mungkin terhenti beberapa langkah ke atas. Memasang karpet tangga adalah ide yang baik; memasang pagar di atas dan di bawah tangga adalah penting. Dengan kemampuan untuk duduk dan membungkuk ke depan dengan tangan bebas, seorang bayi 9 bulan memiliki kebebasan penuh untuk menjelajahi seluruh tubuh dan menemukan kesenangan dalam latihan ini.

Kadangkala bayi tidak menumbuhkan gigi sampai hampir akhir tahun pertama atau bahkan sesudahnya. Namun, masalah-masalah yang menyebabkan gigi tak sehat sebenarnya seringkali berasal dari bulan-bulan awal atau bahkan sebelum kelahiran. Membiarkan bayi tidur dengan botol susu dapat menimbulkan kerusakan gigi, yang disebabkan interaksi antara bakteri di mulut dan gula pada susu atau jus. Kontak terlalu lama dengan gula akan mendorong pembentukan plak, yang akan menyebabkan kerusakan gigi.

Walau gigi pertama hanya “gigi susu”, yang diharapkan tanggal pada umur 6 atau 7 tahun, kondisi gigi susu tersebut menyiapkan suatu tahap untuk gigi tetap. Bila gigi ini tanggal dini akibat kerusakan, gigi permanen bisa salah tumbuh dan, selain tidak menarik untuk dilihat, mungkin tidak berfungsi dengan baik. Juga, gigi yang rusak pada usia berapapun seringkali terasa sakit dan bisa mengganggu nutrisi yang normal.

  1. Bulan Kesepuluh

Bayi berumur sepuluh bulan seringkali bisa mulai membantu berpakaian, mengangkat tangan dan kaki, dan banyak dari mereka bisa mengenali bagian-bagian badan dari namanya. Namun, anak-anak pada usia ini masih terlalu kecil untuk berpakaian sendiri.

Pada bulan kesepuluh, hampir semua anak bisa menarik diri mereka ke atas dan berdiri sementara berpegangan pada sesuatu, dan banyak yang dapat berjalan di sisi jalan sambil berpegangan pada perabot seperti sofa. Kebanyakan bayi bisa menarik diri mereka dari posisi berbaring ke posisi duduk tanpa bantuan. Beberapa bisa berdiri sendiri, setidaknya untuk sementara. Mungkin tampaknya bayi-bayi akan pertama merangkak, lalu merayap, kemudian berdiri, dan akhirnya berjalan. Tetapi bayi-bayi cenderung belajar untuk berdiri dan lalu merayap, seolah mereka merasakan keperluan untuk mempunyai lebih banyak pengalaman tingkat dasar sebelum berjalan tegak.

Banyak relasi atau pengasuh bayi yang “kuno” mungkin mulai membuat ibu yang lebih muda merasa kekurangan bila ia tidak melatih buang air anaknya mendekati akhir tahun pertamanya. Pada beberapa kebudayaan, anak-anak secara rutin dipaksa berlatih buang air di tahun pertama mereka.

Pertanyaan-pertanyaan di sekitar latihan buang air selalu sulit, tetapi tampaknya paling baik untuk anak bila praktek itu tidak dipaksakan padanya. Mungkin ada sedikit kontrol otot sfingter (otot yang dapat dilatih untuk menahan keluarnya air seni) pada bayi berusia 10 bulan, tetapi itu masih merupakan suatu refleks. Hanya sedikit bayi yang cukup matang untuk memerlukan atau memahami latihan buang air di bulan kesepuluh. Pada usia ini mereka mungkin menurut dengan pasif, tetapi konsekwensinya cenderung untuk menjadi suatu tindakan perlawanan dan penahanan tinja pada usia tahun kedua.

  1. Bulan Kesebelas
  2. Bulan Keduabelas

 

  1. C.    ISU TERKINI / EVIDENCE BASED
  2. D.    PEMANTAUAN / MONITORING

 

BAB III

PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan :

1)      Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.

2)      Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.

3)      Perkembangan fisik mencakup pertumbuhan biologis. Misalnya, pertumbuhan otak, otot, tulang serta penuaan dengan berkurangnya ketajaman pandangan mata dan berkurangnya kekuatan otot-otot.

4)      Sebagai pemberi pelayanan keperawatan, perawat memberikan pelayanan dari mulai manusia sebelum lahir sampai dengan meninggal, dalam merawat kasus yang samapun tindakan yang diberikan akan sangat berdeda karena setiap orang adalah unik, sehingga seorang perawat dituntut untuk mengerti proses tumbuh kembang.

5)      Tumbuh kembang merupakan proses yang dinamis dan terus menerus

  1. B.     Saran
  2. Agar anak dapat tumbuh kembang dengan baik maka  ibu – ibu diharapkan dapat memperhatikan gizi pada bayi dan melatih anak untuk belajar sesuai dengan tahapanya. Sebab belajar merupakan perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha. Melalui belajar, anak memperoleh kemampuan menggunakan sumber yang diwariskan dan potensi yang dimiliki anak
  3. Dalam mengajar, guru hendaknya mampu mengomunikasikan materi dan menyampaikan informasi dengan menggunakan berbagai metode mengajar agar setiap anak dapat menyerap dan memahaminya untuk kemudian digunakan pada saat diperlukan. Hal ini hanya dapat dicapai bila guru mengetahui karakteristik murid-muridnya yang visual, yang auditorial maupun yang kinestik.
  4. Bagi ibu – ibu yang mempunyai anak diharapkan dapat membimbing anaknya ke arah yang benar agar anaknya memiliki kognitif yang luas dan tidak meniliki gangguan mental.

 

DAFTAR PUSTAKA

Markum, A.H. 1991. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

http://www.infoibu.com/tipsinfosehat/balita.htm

PENCATATAN DAN PELAPORAN

  1. Batasan

Dalam melaksanakan pencatatan dan pelaporan yang tepat dan benar diperlukan keseragaman pengertian sebagai berikut :

  1. Pencatatan dan pelaporan pelayanan kontrasepsi adalah suatu kegiatan merekam dan menyajikan berbagai aspek yang berkaitan dengan pelayanan oleh fasilitas pelayanan KB.
  2. Peserta KB adalah pasangan usia subur (PUS) yang menggunakan kontrasepsi.
  3. Peserta KB baru adalah PUS yang pertama kali mengguakan kontrasepsi atau PUS yang kembali menggunakan kontrasepsi setelah mengalami kehamilan yang berakhir dengan keguguran atau persalinan.
  4. Peserta KB lama adalah peserta KB yang masih menggunakan kontrasepsi tanpa diselingi kehamilan.
  5. Peserta KB ganti cara adalah peseta KB yang berganti pemakaian dari satu metode kontrasepsi ke metode kontrasepsi lainnya.
  6. Pelayanan fasilitas pelayanan KB adalah semua kegiatan pelayanan kontrasepsi oleh fasilitas pelayanan KB baik berupa pemberian atau pemasangan kontrasepsi maupun tindakan-tindakan lain yang berkaitan dengan pelayanan kontrasepsi yang diberikan pada PUS baik calon maupun peserta KB.
  7. Pelayanan kontrasepsi oleh fasilitas pelayanan KB di dalam fasilitas pelayanan adalah pemberian atau pemasangan kontrasepsi maupun tindakan-tindakan lain yang berkaitan kontrasepsi kepada calon dan peserta KB yang dilakukan dalam fasilitas pelayanan KB.
  8. Pelayanan kontrasepsi oleh fasilitas pelayanan KB di luar fasilitas pelayanan adalah pemberian peayanan kontrasepsi kepada calon dan peserta KB maupun tindakan-tindakan lain yang berkaitan dengan pelayanan kontrasepsi yang dilakukan di luar fasilitas pelayanan KB (TKBK,Safari,Posyandu).
  9. Definisi fasilitas pelayanan KB:

Fasilitas pelayanan KB sederhana adalah fasilitas pelayanan KB yang dipimpin oleh minimal seorang paramedis atau dan yang sudah mendapat latihan KB dan memberikan pelayanan: cara sederhana (kondom,obat vaginal), pil KB,suntik KB, IUD bagi fasilitas pelayanan yang mempunyai bidang yang telah mendapat pelatihan serta upaya penanggulangan efek samping, komplikasi ringan dan upaya rujukannya.

Fasilitas pelayanan KB lengkap adalah fasilitas pelayanan KB yang dipimpin oleh minimal dokter umum yang telah mendapat pelatihan dan memberikan pelayanan: cara sederhana, suntik KB, IUD bagi dokter atau bidan yang telah mendapat pelatihan, implant bagi dokter yang telah mendapat pelatihan, kontap pria bagi fasilitas yang memenuhi persyaratan untuk pelayanan kontap pria.

Fasilitas pelayanan KB sempurna adalah fasilitas pelayanan KB yang dipimpin oleh minimal dokter spesialis kebidanan, dokter spesialis bedah/dokter umum yang telah mengikuti pelatihan dan memberikan pelayanan: cara seerhana, pil KB, suntik KB, IUD, pemasangan dan pencabutan implant, kontap pria, kontap wanita bagi fasilitas yang memenuhi persyaratan untuk pelayanan kontap wanita.

Fasilitas pelayanan KB paripurna adalah fasilitas pelayanan KB yang dipimpin oleh minimal dokter spesialis kebidanan yang telah mngikuti pelatihan penanggulangan infertilisasi dan rekanalisasi/dokter spesialis bedah yang telah mengikuti pelatihan pengaggulangan infertilitas dan rekanalisasi serta memberikan pelayanan semua jenis kontrasepsi ditambah dengan pelayanan rekanalisasi dan penanggulangan infertilitas.

  1. Status fasilitas pelayanan KB adalah status kepemilikan pengelolaan fasilitas pelayanan KB yang dikelompokkan dalam 4 (empat) status kepemilikan yaitu: Depkes, ABRI, Swasta serta instansi pemerintah lain diluar Depkes dan ABRI.
  2. Konseling adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh petugas medis atau paramedik dalam bentuk percakapan individual dalam usaha untuk membantu PUS guna meningkatkan kemampuan dalam memilih pengunaan metode kontrasepsi serta memantapkan penggunaan kontrasepsi yang telah dipilih.
  3. Konseling baru adalah suatu kegiatan konseling yang dilakukan oleh petugas medis atau paramedic kepada calon peserta KB yang akhirnya menjadi peserta KB baru pada saat itu.
  4. Konseling lama adalah suatu kegiatan konseling yang dilakukan oleh petugas medis atau paramedik kepada peserta KB untuk memantapkan penggunaan kontrasepsi.
  5. Akibat sampingan atau komplikasi adalah kelainan dan atau gangguan kesehatan akibat penggunaan kontrasepsi.
  6. Akibat sampingan atau komplikasi ringan adalah kelainan dan atau gangguan kesehatan penggunaan kontrasepsi yang penanganannya tidak memerlukan rawat inap.
  7. Akibat sampingan atau komplikasi berat adalah kelainan dan atau gangguan kesehatan akibat penggunaan kontrasepsi yang penanganannya memerlukan rawat inap.
  8. Kegagalan adalah terjadinya kehamilan pada peserta KB.
  1. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN

Dalam upaya mewujudkan pencatatan dan pelaporan pelayanan kontrasepsi Gerakan Keluarga Berencana Nasional, hal-hal yang harus dilakukan oleh setiap petugas dan pelaksana KB adalah mengetahui dan memahami batasan-batasan pengertian dari istilah-istilah yang dipergunakan serta mengetahui dan memahami berbagai jenis dan fungsi instrument-instrumen pencatatan dan pelaporan yang dipergunakan, cara-cara pengisiannya serta mekanisme dan arus pencatatan dan pelaporan tersebut.

  1. Jenis-jenis Serta Kegunaan, Register, dan Formulir.
  2. Kartu Pendaftaran Klinik KB (K/O/KB/85)

Digunakan sebagai sarana untuk pendaftaran pertama bagi klinik KB baru dan pendaftaran ulang semua klinik KB.

Pendaftaran ulang dilakukan setiap akhir tahun anggaran (bulan maret setiap tahun). Kartu ini berisi infomasi tentang identitas klinik KB, jumlah tenaga, dan sarana klinik KB serta jumlah desa di wilayah kerja klinik KB yang bersangkutan.

  1. Kartu Tanda Akseptor KB Mandiri (K/I/B/89)

Dipergunakan sebagai tanda pengenal dan tanda bukti bagi setiap peserta KB. Kartu ini diberikan terutama kepada peserta KB baru baik dari pelayanan KB jalur pemerintah maupun swasta (dokter/bidan praktek swasta/apotek dan RS/Klinik KB swasta). Pada jalur pelayanan pemerintah, kartu ini merupakan sarana untuk memudahkan mencari kartu status peserta KB (K/IV/KB/85). Kartu ini merupakan sumber informasi bagi PPKBD/Sub PPKB tentang kesertaan anggota binaannya di dalam berKB.

  1. Kartu Status Peserta KB (K/IV/KB/85)

Dibuat bagi setiap pengunjung baru klinik KB yaitu peserta KB baru dan peserta KB lama pindahan dari klinik KB lain atau tempat pelayanan KB lain.

Kartu ini berfungsi untuk mencatat ciri-ciri akseptor hasil pemeriksaan klinik KB dan kunjungan ulangan peserta KB.

  1. Kartu Klinik KB (R/I/KB/90)

Dipergunakan untuk mencatat semua hasil pelayanan kontrasepsi kepada semua peserta KB setiap hari pelayanan.

Tujuan penggunaan register ini adalah untuk memudahkan petugas klinik KB dalam membuat laporan pada akhir bulan.

  1. Register Alat-alat Kontrasepsi di Klinik KB (R/II/KB/85)

Dipergunakan untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran (mutasi) alat-alat kontrasepsi di klinik KB.

Tujuan adalah untuk memudahkan membuat laporan tentang alat kontrasepsi setiap akhir bulan.

  1. Laporan Bulanan Klinik KB (F/II/KB/90)

Dipergunakan sebagai sarana untuk melaporkan kegiatan

- 1 lembar untuk Unit Pelaksana Ka

  1. Cara Pengisian Kartu, Register dan Formulir
  2. Kartu Pendaftaran Klinik Keluarga Berencana (K/O/KB/85)

Penjelasan umum

  1. Kartu ini digunakan sebagai sarana untuk pendaftaran pertama dan pendaftaran ulang semua klinik KB. Pendaftaran ulang dilakukan setiap akhir tahun anggaran (bulan Maret setiap tahun). Kartu ini berisi informasi tentang identitas klinik, tenaga dan saran klinik KB yang bersangkutan.
  2. Kartu ini dibuat dalam rangkap 5 (lima) dengan tambahan lembar ”khusus” pada lembar pertama yang dipergunakan untuk laporan ke BKBN pusat.
  3. Ditandatangani oleh penanggung jawab klinik KB yang bersangkutan.
  4. Kartu pendaftaran ini setelah diisi dan masing – masing dikirim :

-    1 lembar K/O/KB/85 yang khusus (bagian sebelah kanan dari lembar pertama untuk BKBN pusat di Jakarta.

-    1 lembar untuk BKBN propinsi

-    1 lembar untuk Unit Pelaksana Propinsi

-    1 lembar untuk BKBN Kabupaten/kotamadya

(2) Halaman depan terdiri dari dua bagian yaitu:

(a) Bagian sebelah kiri, untuk mencatat cir-ciri peserta KB. Bagian ini terutama dimaksudkan untuk mencatat cir-ciri setiap peserta KB baik peserta KB baru maupun peserta KB pindahan dari klinik KB/tempat pelayanan kontrasepsi lain.

Data dibagian ini sangat diperlukan apabila suatu saat untuk mengetahui ciri-ciri akseptor KB secara Nasional maupun tingkat wilayah lainya.

(b)  Bagian sebelah kanan, untuk mencatat hasi-hasil pemeriksaan klinik.

(c)  Petugas klinik KB yang melakukan pengisisan K/IV/KV/85 membutuhkan tanda tangan dan nama terang pada K/IV/KV/85 di tempat yang telah disediakan.

d.   Register Alat-alat Kontrasepsi KB (R/II/KB/85)

a) Register ini dibuat dengan tujuan untuk mempermudah petugas klinik KB memuat/mengisi laporan bulanan klinik KB (F/II/KB/9), khususnya untuk bagian tabel V : “Persediaan Kontrasepsi di Klinik KB”

b)   Pada setiap hari pelayanan, semua penerimaan dan engeluaran kontrasepsi dicatat/dibukukan dalam register alat-alat kontrasepsi ini.

c) Setiap baris menunjukan penerimaan/pengeluaran kontrasepsi pada satu tanggal tertentu. Pada hari/tanggal berikutnya, pengeluaran/pemasukan dicatat pada hari/tanggal berikutnya, emikian seterusnya untuk setiap hariplayanan, sampai habis periode satu bulan.

d) Setelah sampai pada hari/tanggal terakhir dari satu bulan yang bersangkutan dilakukan penjumlahan untuk penerimaan dan pengeluaran alat kontrasepsi selama satu bulan.

e) Disamping, kedalam register ini dituliskan pula siss(stock) alat-alat kontrasepsi yang ada diklinik KB pada akhir bulan.

f) Untuk tiap hari dalam bulan berikutnya pencatatan dilakukan pada lembar (halaman) baru.

e. Laporan Bulanan Klinik Keluarga Berencan (F/II/KB/90)

Penjelasan Umum

  1. Laporan bulanan klinik KB dibuat oleh petugas klinik KB sebulan sekali, yaitu pada setiap akhir bulan kegiatan pelayanan kontrasepsi di klinik KB.
  2. Laporan bulanan klinik KB sebagai sarana untuk melaporkan kegiatan pelayanan kontrasepsi dan haasilnya, yaitu pelayanan ole klinik KB(di dalam dan diluar klinik KB) serta PPKBD/Sub PPKBD diwilayah binaan klinik KB yang bersangkutan.
  3. Laporan bulanan klinik KB ditandatangani oleh pimpinan klinik KB atau petugas yang ditunjuk.
  4. Laporan bulanan klinik KB dibuat rangkap 5(lima), yaitu:

-       1 (satu) lembar dikirim ke BKKBN Pusat

-       1(satu) lembar dikirim ke BKKBN Kabupaten Kota Madya

-       1 (satu) lembar dikirim ke Unit Pelaksanatingkat Kabupaten Kota Madya

-       1 (satu) lembar dikirim ke Camat

-       1 (satu) lembar sebagai arsip untuk klinik kB yang bersangkutan

  1. Laporan bulanan klinik KB yang dikirim ke BKKBN Pusat (Minat Biro Pencatatan dan Pelaporan) dengan menggunakan sampul atau amplop khusus tanpa dibubuhi perangko dan sudah harus dikirimkan selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.
  2. Pengisian laporan bulanan klinik kB ini didasarkan pada data yang terdapat dalam :

-       Register klinik KB (R/I/KB/89)

-       Register alat kontrasepsi KB (R/I/KB/85)

-       Laporan bulanan PLKB (F/I/PLKB/90)

-       Laporan-laporan serta catatan-catatan lainya.

f.    Rekapitulasi Laporan Bulanan Klinik KB (REK/F/II/89)

Penjelasan Umum.

a)     Rekapitulasi laporan bulanan klinik KB (REK/F/II/KB/89) ini dibuat sebuan sekali, yaiu pada awal bulan berikutna dari bulan laporan. Tujuannya untuk meaporkan seluruh kegiatan pelayanan KB dan hasilnya dari seluruh klinik KB yang berada di suatu wilayah kabupaten/kotamadya pada satu bulan laporan.

b)     Rekapitulasi laporan bulanan klinik KB inidibuat oleh BKKBN Kabupaten/Kotamadya dalam rangkap 3 (tiga) dan dikirim kepada:

- 1 (satu) lembar untuk BKKBN Propinsi.

- 1 (satu) lembar untuk Unit Pelayanan KB Departemen Kesehatan Tingkat Kabupaten/Kotamadya.

- 1 (satu) lembar untuk arsip.

c)     Rekapitulasi

Rekapitulasi laporan bulanan klinik KB ini harus sudah dikirimkan ke BKKBN Propinsi yang bersankutan selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya dari bulan laporan.

Lembar rekapitulasi ini ditandatangani oleh Kepala BKKBN Kabupaten/Kotamadya yang bersangkutan.

  1. MEKANISME DAN ARUS PENCATATAN AN PELAPORAN PELAYANAN KONTRASEPSI.
  1. Pada waktu mendaftar untuk pembukuan/peresmian klinik KB baru dibuat Kartu Pendaftaran Klinik KB(K/O/KB/85) dalam rangkap 5, masing-masing untuk BKKBN Pusat, BKKBN Propinsi, Unit pelaksana KB tingkat propinsi, BKKBN Kabupaten/Kotamadya, Unit Pelaksana KB tingkat kabupaten /kotamadya dan arsip.
  2. Setiap bulan maret dilakukan pendaftaran ulang klinik KB dengan mengisi K/O/KB/85 untuk setiap klinik KB. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan ”updating” data dan informasi mengenai klinik KB yang bersangkutan.
  3. Bagi setiap pengunjung baru di Klinik KB, yaitu meliputi peserta KB baru dan peserta KB pindahan dari klinik KB atau tempat pelayanan kontrasepsi lainya, dibuatkan Kartu Tanda Akseptor KB Mandiri (K/I/KB/89) untuk peserta KB yang bersangkutan.
  4. Bagi setiap pengunjung baru tersebut dibuat pula kartu status peserta KB (K/IV/KB/85) yang antara lain memuat ciri-ciri peserta KB yang bersangkutan. Kartu ini disimpan di klinik KB yang bersangkutan untuk digunakan kembali sewaktu peserta KB melakukan kunjungan ulang di klinik tersebut. Untuk seorang peserta KB, menurut seri peserta KB dalam K/IB/KB/85 harus sama dengan nomor seri peserta KB pada K/I/KB/89.
  5. Semua hasil pelayanan kontrasepsi oleh klinik KB setiap hari, baik didalam maupun diluar klinik KB tersebut, dicatat didalam register klinik KB (R/I/KB/90).
  6. Semua penerimaan/pengeluaran alat kontrasepsi oleh klinik KB setiap hari dicatat di dalam Register alat-alat kontrasepsi Klinik KB (R/II/85).
  7. Setiap akhir bulan, data pada R/I/KB/90 dan R/II/KB/85 dijumlahkan untuk selanjutnya dimasukan kedalam Laporan Bulanan Klinik KB.
  8. Laporan Bulanan Klinik KB (F/II/KB/90) dibuat oleh petugas klinik KB setiap awal bulan berikutnya dengan sumber-sumber data dari R/T/KB/90, R/II/KB/85 dan F/I/PLKB/90.

Laporan bulanan klinik KB (F/II/KB/90) dibuat dalam rangkap 5, masing-masing dikirim kepada: BKKBN Pusat, BKKBN Kabupaten/Kotamadya, Unit Pelaksan tingkat Kabupaten/Kotamadya, Camat, dan Arsip.

Selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya, laporan ini sudah harus dikirimkan dari klinik KB.

  1. Lembar pertama Laporan Bulanan Klinik KB (F/II/KB/90), dikirim ke BKKBN Pusat minat Biro Pencataan dan Pelaporan, selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.
  2. Lembar kedua Lembar Bulanan Klinik KB (F/II/KB/90) dikirim ke BKKBN Kabupaten/Kotamadya yang bersangkutan selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.
  3. Lembar ketiga Laporan Bulanan Klinik Kb (F/II/KB/90) dikirim ke Unit Pelaksana Kabupaten/Kotamadya yang bersangkutan selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.
  4. Lembar keempat Laporan Bulanan Klinik KB (F/II/KB/90)dikirim ke Camat yang bersangkutan, minat Pengawas PLKB selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.
  5. BKKBN Kabupaten/Kotamadya setiap bulan merekapitulasi F/II/Kb/90 yang diterima dari klinik KB diwilayah Kabupaten/Kotamadya yang bersangkutan kedalam Rek/F/II/KB/90. Rekapitulasi ini dibuat dalam rangkap tiga masing-masing untuk dikirimkan ke BKKBN Propinsi, Unit Pelaksana Depkes tingkat Kabupaten/Kotamadya, dan Arsip.
    1. Rekapitulasi laporan Bulanan Klinik KB (Rek/F/II/KB/90), dikirim ke BKKBN Propinsi selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.
    2. Lembar kedua Rekapitulasi laporan Bulanan Klinik KB (Rek/F/II/KB/90), dikirim ke Unit Pelaksana KB Depkes di Kabupaten/Kotamadya diwilayah kerjanya selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.

10.  BKKBN Pusat (Biro Pencatatan dan Pelaporan)

Menyampaikan umpan balik ke komponen-komponen di BKKBN Pusat, BKKB Propinsi dan Instasi lain di tingkat pusat selambt-lambatnya 2 bulan sesudah bulan laporan.

11.  BKKBN Propinsi di Bidang Bina Program.

Menyampaikan umpan balik kepada BKKBN Kabupaten/Kotamadya di wilayah kerjanya dengan tembusan kepada bidang-bidang lain di BKKBN Propinsi dan instansi terkait di Propinsi selambat-lambatnya 1 bulan sesudah bulan laporan.

  1. CARA-CARA ANALISA

Tujuan dari analisa ini adalah untuk melihat trend (perkembangan dengan cara membandingkan hasil kegiatan pelayanan, kontrasepsi dari bulan kebulan(tahun-ketahun).

Misalnya mengenai :

-          Pencapaian peserta KB dari bulan ke bulan.

-          Komposisi alat kontrasepasi yang dipakai.

-          Perkiraan pencapaian diakhir tahun anggaran

-          Dan lain-lain.