Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘organisasi dan manajemen dalam pelayanan kebidanan’

ORGANISASI

a. Nama organisasinya adalah Kerohanian Islam (ROHIS) Al Uswah

Disebut sebagai organisasi karena ROHIS Al Uswah memiliki ciri – ciri dari sebuah organisasi, yaitu :

1.      Adanya suatu kelompok orang yang saling mengenal

ROHIS Al Uswah memiliki 58 pengurus harian yang diambil dari penyeleksian dengan criteria tertentu dan seluruh siswa muslim SMAN 1 Yogyakarta sebagai anggota yang masuk secara otomatis.

2.      Terdapat  program kegiatan yang berbeda-beda, namun masih memiliki keterkaitan antar kegiatannya (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan dari ROHIS Al Uswah itu sendiri.

3.      Setiap orang atau bagian dari ROHIS Al Uswah memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa; pemikiran, tenaga, dan lain-lain sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang bersangkutan.

4.      Adanya tujuan yang ingin dicapai yaitu

a.       Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan YME, membina rasa kekeluargaan, persatuan dan kesatuan, persaudaraan serta kerjasama antar siswa.

b.      Menyimpan, membuat dan mempublikasikan informasi Da’wah Islam.

c.       Menyelenggarakan pelayanan, pengkajian dan pelatihan Da’wah Islam yang berkualitas untuk siswa.

d.      Memasyarakatkan Da’wah Islam di Sekolah.

e.       Meningkatkan kreativitas dan ilmu pengetahuan siswa untuk mempersiapkan diri sebagai seorang muslim yang tangguh dan berkepribadian mulia.

f.       Menyalurkan aspirasi siswa.

5.      Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan,

a.       ROHIS Al Uswah dipimpin dan diurus oleh suatu tim yang bekerjasama terdiri dari Pelindung, Penasehat, Pembimbing, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris I, Sekretaris II, Bendahara I, Bendahara II, Koordinator Bidang dan anggotanya.

b.      Pengurus ROHIS Al Uswah diangkat untuk jangka waktu 1 (satu) tahun lamanya, tetapi dapat diangkat untuk jangka waktu yang sama, kecuali jabatan Ketua.

c.       Pelindung , Penasehat dan Pembimbing ROHIS Al Uswah diatur dalam ketentuan tersendiri.

d.      Pelaksanaan administrasi ROHIS Al Uswah diurus oleh Badan Pengurus Harian yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris I, Sekretaris II, Bendahara I,dan  Bendahara II.

 

b. Tujuan dari organisasi tersebut adalah untuk

1.      Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan YME, membina rasa kekeluargaan, persatuan dan kesatuan, persaudaraan serta kerjasama antar siswa.

2.      Menyimpan, membuat dan mempublikasikan informasi Da’wah Islam.

3.      Menyelenggarakan pelayanan, pengkajian dan pelatihan Da’wah Islam yang berkualitas untuk siswa.

4.      Memasyarakatkan Da’wah Islam di Sekolah.

5.      Meningkatkan kreativitas dan ilmu pengetahuan siswa untuk mempersiapkan diri sebagai seorang muslim yang tangguh dan berkepribadian mulia.

6.      Menyalurkan aspirasi siswa.

 

c. Prinsip apa sajakah yang ada pada organisasi tersebut?

ROHIS Al Uswah memiliki prinsip-prinsip yang dilaksanakan dalam menjalankan suatu organisasi.

1.      Mempunyai Tujuan yang Jelas.
Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. Begitu pula dengn ROHIS Al Uswah, memiliki tujuan yang nyata mengenai keberlangsungan dakwah secara kontinyu di lingkungan sekolah, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

2.      Prinsip Pendelegasian Wewenang.
Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Seseorang  yang diberi wewenang juga harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. Dalam pendelegasian, misalnya dari seorang ketua terhadap coordinator bidang dana dan usaha maka wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan, melakukan hubungan dengan orang lain, dan mengadakan tindakan yang diperlukan guna melaksanakan program yang telah dibentuk sebelumnya.

3.      Prinsip Pertanggungjawaban.
Dalam menjalankan tugasnya setiap pengurus harus bertanggung jawab sepenuhnya atas yang tugas yang telah diemban selama periode kepengurusan yang nantinya akan dilaporkan pada OSIS, pembimbing dan penasehat ROHIS Al Uswah. ROHIS Al Uswah membuat suatu pelaporan lembar pertanggungjawaban setiap selesainya suatu program kerja dan pada akhir kepengurusan sebagai bukti dan dokumentasi atas pertanggungjawaban program kegiatan yang telah disusun dan dijalankan.

4.      Prinsip Pembagian Pekerjaan.
Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pengurus. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas, akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban, serta menunjang efektivitas jalannya organisasi. Pada ROHIS Al Uswah, terdapat pembagian kerja pada masing-masing pengurus yang diuraikan dalam job description.

5.      Prinsip Fleksibilitas
Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya. Begitu pula dengan ROHIS Al Uswah, dalam melaksanakan program kerjanya, selalu memperhatikan sumber daya yang tersedia dan kondisi keadaan lingkungan dakwah yang selalu berubah-ubah. ROHIS Al Uswah harus senantiasa memiliki sesuatu yang baru agar dakwah di sekolah masih tetap bisa berjalan.

6.      Prinsip Kepemimpinan.
Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut. ROHIS Al Uswah dipimpin oleh seorang laki-laki yang memiliki kemampuan seorang pemimpin sehingga tujuan ROHIS Al Uswah mengenai dakwah islamiyah dapat tercapai.

 

d. Apakah bentuk organisasi tersebut

Berdasarkan  jumlah orang yang memegang pucuk pimpinan ROHIS Al Uswah termasuk jenis organisasi tunggal, pimpinan berada ditangan satu orang, semua kekuasaan dan tugas pekerjaan bersumber kepada satu orang yaitu ketua ROHIS Al Uswah.  Berdasarkan lalu lintas kekuasaan ROHIS Al Uswah termasuk organisasi lini atau bentuk lurus, kekuasaan mengalir dari pimpinan organisasi langsung lurus kepada para koordinator yang memimpin unit-unit dalam organisasi.  Ketua ROHIS Al Uswah langsung dapat memberikan mandate kepada coordinator bidang.

Berdasarkan pihak yang memakai manfaat ROHIS Al Uswah termasuk  mutual benefit organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh anggotanya. Selain itu, ROHIS Al Uswah merupakan organisasi formal, yaitu organisasi yang diatur secara resmi, seperti : organisasi pemerintahan dan organisasi yang berbadan hukum. Dan yng terakhir ROHIS Al Uswah merupakan organisasi sosial atau ‘non profit oriented ‘.