Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘tata cara merujuk’

Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr% (Wiknjosastro, 2002). Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II (Saifuddin, 2002). Seorang ibu hamil dapat dikategorikan enemia berat jika Hb < 7 gr%. [...]

A. Alasan Merujuk Tali Pusat Menumbung Tali pusat menumbung tidak membahayakan si ibu dan tidak menyulitkan dalam persalinan, namun mengancam bagi janin. Harapan untuk bayi tergantung pada derajat dan lamanya kompresi tali pusat dan interval antara diagnosis dan kelahiran bayi. Oleh karena itu pada kasus tali pusat menumbung harus secepatnya ditangani sebelum membahayakan nyawa janin. [...]

Prinsip Dasar Bila proses fertilisasi menghasilkan janin lebih dari satu maka kehamilan tersebut disebut dengan kehamilan ganda. Kejadian kehamilan ganda dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor genetik atau keturunan, umur dan paritas, ras atau suku bangsa dan obat pemicu ovulasi. Kehamilan ganda termasuk dalam kategori risiko tinggi dalam kehamilan dan persalinan. Terdapat dua jenis [...]

PENDAHULUAN Gangguan terhadap jalannya proses persalinan dapat disebabkan oleh kelainan presentasi, posisi dan perkembangan janin intrauterin. Diagnosa distosia akibat janin bukan hanya disebabkan oleh janin dengan ukuran yang besar, janin dengan ukuran normal namun dengan kelainan pada presentasi intra uterin tidak jarang menyebabkan gangguan proses persalinan.   UKURAN JANIN PADA DISPROPORSI FETOPELVIK Pada edisi awal [...]

PRIMIPARA DALAM KALA I FASE AKTIF PENURUNAN KEPALA 5/5 Alasan Merujuk Pada primipara dalam kala I fase aktif jika penurunan kepala janin dengan palpasi masih 5/5 maka ini merupakan suatu tanda bahaya dalam persalinan. Ada alasan yang mendasari mengapa jika ditemui keadaan ini, maka ibu hamil harus segera dirujuk. Pada ibu multipara bisa terjadi penurunan [...]

DJJ kurang dari 100 atau lebih dari 180 x/menit pada dua kali penilaian dengan jarak 5 menit (gawat janin) Pengertian Gawat Janin Gawat janin terjadi bila janin tidak menerima O2 cukup, sehingga mengalami hipoksia. Situasi ini dapat terjadi kronik (dalam jangka waktu lama) atau akut. Gawat janin dalam persalinan dapat terjadi bila : Persalinan berlangsung [...]

POLIHIDRAMNION Pengertian : Polihidramnion atau disebut juga dengan hidramnion adalah keadaan dimana air ketuban melebihi 2000 ml. Secara teori, hidramnion bisa terjadi karena : Produksi air ketuban bertambah Pengaliran air ketuban terganggu Predisposisi Penyakit jantung Diagnosis : Anamnesis Perut terlihat sangat buncit dan tegang, kulit perut mengkilat, retak-retak kulit jelas dan kadang-kadang umbilikus mendatar. Ibu [...]

Pengertian Ketuban pecah dini yaitu keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan berusia 22 minggu sebelum proses persalinan berlangsung dan dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37 minggu. (saifudin,2002) Ketuban pacah lebih dari 24 jam yaitu pecahnya ketuban sebelum inpartu yaitu apabila pembukaan pada primipara kurang dari 3 cm dan pada multipara kurang [...]