intelegensia anak dan ibu hamil

Posted: April 11, 2010 in makalah
Tag:, , , , ,

BAB I

PENDAHULUAN

Setiap anak mempunyai potensi kemampuan kecerdasan otak masing-masing. Kita tidak boleh menyamakan perlakuan terhadap masing-masing anak. Biarkan mereka mempunyai kecenderungan potensi kecerdasan masing-masing, potensi kecerdasan khusus inilah yang bisa kita asah dan kita berdayakan, yaitu dengan cara stimulasi anak dari Program brain booster ini bisa dimulai sejak usia kehamilan. Dengan melakukan stimulasi janin akan mengarahkan sel neuron yang akan membentuk sistem sensorik, motorik. Stimulasi ini bisa dilakukan dengan sentuhan mulai usia janin 8 minggu, pada saat itu sensitivitas janin terhadap sentuhan sudah mulai terbentuk. Stimulasi bunyi dengan cara berbicara dengan janin dengan suasana yang tenang dan mengucapkan secara perlahan. Kemudian juga bisa dengan rangsangan alunan music Oleh para pakar, organ pengontrol pikiran, ucapan, dan emosi ini memang dibedakan atas dua belahan, kiri dan kanan, dengan fungsi berbeda. Otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, serta pengembangan kepribadian. Sementara otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik seperti baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu, dan peristiwa), logika, dan analisis. Oleh karena itu, bila stimulasi dilakukan secara seimbang, diharapkan anak yang dilahirkan kelak tidak cuma memiliki kemampuan akademik yang baik tetapi juga kreatif. Kalau dia pintar matematika, dia juga mampu berbahasa, menulis, dan mengarang dengan baik.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. STIMULASI JANIN

Pada tahun 1925, Peiper untuk pertama kalinya meneliti perilaku janin. Ia mengamati reaksi gerakan janin pada akhir masa kehamilan akibat bunyi keras dan melengking dari sepeda motor yang berada dekat dengan perut ibunya. Janin ini ternyata membuat suatu gerakan yang nyata. Jika percobaan ini diulang-ulang ternyata janin tidak lagi bereaksi. Peiper menarik kesimpulan bahwa janin mampu mendengar.

Penelitian-penelitian mutakhir dengan peralatan canggih dan metodologi yang lebih baik terfokus pada dua bidang: perilaku janin dalam kandungan, dan bayi yang baru lahir. Feijee (1981, melaporkan janin usia kehamilan 30-37 minggu yang pada awalnya selalu bergerak, akan menghentikan gerakan setelah diperdengarkan musik yang sama untuk ke-24 kalinya. Efek ini mampu dipertahankan setelah bayi tersebut lahir 6 menit: bayi berhenti menangis, membuka matanya, dan lebih tenang saat ia diperdengarkan musik yang pernah didengarnya saat dijanin.
Jadi, janin menjadi terbiasa dengan rangsangan yang sama.

Efek kebiasaan yang sebenarnya bukan sekadar adaptasi dilaporkan mampu diperlihatkan oleh janin usia kehamilan 28-37 minggu (Madisen, 1986). Kebiasaan ini dapat berefek menurunkan reaksi gerakan tubuh juga detak jantung. Penelitian pada bayi baru lahir dilakukan oleh Salk(1962), menunjukkan bahwa bayi baru lahir dapat bereaksi terhadap nada dengan frekuensi normal detak jantung ibu, dan menjadi gelisah saat diperdengarkan nada 72 kali/menit, berat badannya lebih besar, jarang menangis, juga lebih cepat tertidur. Pada umur 3hari, bayi mampu mengubah pola mengisap puting susu ibu jika mendengar suara ibunya, tetapi tidaklah demikian dengan suara ayahnya (Casper, Spencer 1980). Demikian juga halnya saat diperdengarkan cerita novel yang telah dibaca ibunya saat mengandung, sekalipun cerita tersebut dibacakan oleh wanita lain (Casper, Spencer1986).

Bagaimanakah mekanisme belajar janin tersebut? Menurut Rappert (1988), peneliti laboratorium Chronobiology Harvard Medical School, janin dapat mengenal suara dan cahaya dari luar melalui mekanisme konduksi pasif melintasi jaringan tubuh ibunya. Sedangkan menurut Salk (1960),janin belajar mengenal detak jantung ibunya melalui mekanisme “imprinting”.

Kemampuan belajar janin, secara tidak langsung menunjukkan janin mampu menerima rangsang sensoris, berasosiasi, dan mengingat. Adanya kekurangan dari kemampuan tersebut mungkin merupakan indikator gangguan-gangguan di masa mendatang, misalnya ketidakmampuan belajar atau adanya retardasi mental. Secara teoritis, jika janin dapat mengalami hal-hal yang positif selama dalam rahim, maka hal yang sebaliknya mungkin juga terjadi. Salah satu teori terjadinya depresi pada seseorang adalah belajar tidak berdaya. Ini dapat terjadi jika ia mendapatkan suatu rangsangan yang tidak dikenali, tak terhindarkan, dan ia tidak mampu menanggulanginya. Janin hanya memiliki sedikit kemampuan untuk menanggulangi rangsangan yang diterimanya. Beberapa rangsangan yang mungkin merugikan adalah suara keras, nikotin, dan yang paling menarik adalah stres. Reaksi janin terhadap emosi ibu termasuk stres mungkin melalui hormon yang melindungi plasenta, peningkatan tekanan arterial ibu, atau peningkatan tonus otot rahim yang dapat membatasi ruang geraknya.

Kelahiran janin dari ibu yang mengalami stres akan menyebabkan bayi lahir dengan predisposisi menderita gangguan jiwa di kemudian hari. Pada kondisi ketidakberdayaan tubuh akan banyak mengeluarkan hormon kortisol yang dapat menyebabkan turunnya daya kekebalan tubuh dan pada gilirannya nanti akan menyebabkan penyakit-penyakit psikosomatis. Akan tetapi pengetahun kita saat ini mengenai perilaku janin khususnya kemampuan belajarnya belum lengkap. Populasi normal kemampuan belajarnya yang sangat diperlukan untuk pedoman diagnosis belum diketahui. Namun dengan bukti-bukti bahwa stimulasi janin mampu meningkatkan perkembangan fisik, kematangan, dan kemampuan bayi, maka stimulasi umum pada janin tampaknya merupakan alternative yang dapat dipilih. Dengan adanya kemajuan teknologi dan peningkatan minat meneliti perilaku janin, maka di masa mendatang pengetahuan ini akan sangat bermanfaat, untuk membentuk manusia-manusia berkualitas sejak di dalam kandungan.

  1. BRAIN BOOSTER

Brain booster adalah pendorong / penguat otak. Brain booster merupakan suatu program yang diberikan pada ibu hamil. Hal ini bertujuan untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan janin, terutama otak. Program brain booster ini bisa dimulai sejak usia kehamilan. Dengan melakukan stimulasi janin akan mengarahkan sel neuron yang akan membentuk sistem sensorik, motorik. Stimulasi ini bisa dilakukan dengan sentuhan mulai usia janin 8 minggu, pada saat itu sensitivitas janin terhadap sentuhan sudah mulai terbentuk. Stimulasi bunyi dengan cara berbicara dengan janin dengan suasana yang tenang dan mengucapkan secara perlahan. Kemudian juga bisa dengan rangsangan alunan musik atau bacaan tilawah qur’an.

Nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk mengungkit kecerdasan otak antara lain suplemen Vit A 1400 iu, Vit C 225 mg, Vit E 15 mg, Vit B6 2mg, Folic acid 400 mcg, Vit B123 mcg, Ca 500 mg, Fe 10 mg, DHA 95 mg, Fish Oil 400 mg. Tablet ini diberikan pada saat ibu melakukan pemeriksaan kehamilan pada awal usia kehamilan.

Biasanya dalam program brain booster ini, ibu hamil diberi asam folat yang mengandung DHA dan omega. Asam folat ini lebih baik diberikan pada trisemester pertama kehamilan.

Fungsi asam folat antara lain:

a)      Membantu untuk proses pembentukan jaringan, terutama otak. Diberikan dengan jumlah yang cukup, tidak boleh kurang atau lebih. Asam folat dapat diperoleh pada bayam, kacang-kacangan dan sayuran hijau. Sedangkan omega banyak ditemukan pada ikan laut

b)      Nutrisi secara keseluruhan pada proses pembentukan jaringan / organ tubuh. Zat seng (Zinc) juga berperan pada proses tersebut.

Asam folat sebaiknya diberikan sejak dini (sejak diketahui hamil). Jika mengkonsumsi asam folat berlebihan akan bisa berpengaruh tidak baik bagi bayi, yaitu terjadi penumpukan asam folat pada tubuh bayi dan akibatnya bayi bisa menjadi tempramental, menangis terlalu keras, gerakan kaku, kegemukan, tidak bisa diam, selalu menangis kalau merasa tidak nyaman, menangis hingga tremor, dsb.

Pada trimester I, yang terbentuk pertama adalah otak dan bagian eksoderm. Brain booster-nya antara lain makanan / nutrisi, sentuhan untuk stimulasi. Janin bisa merasakan sentuhan, bisa melihat, mengecap, dan membau.

Jalan-jalan pagi bagi ibu hamil sebaiknya dilakukan setelah waktu subuh, hal inilah yang paling bagus untuk perkembangan calon bayi.

BAB III

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL NORMAL

G1P0Ab0Ah0 UK 12 minggu

di RSUD Wirosaban

DATA SUBJEKTIF

Ny. Sumarni (23 tahun) mengatakan hamil ke-1, umur kehamilan 2,5 bln,

HPMT  1 Januari 2010

Keluhan utama : Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya dan ingin mengetahui perkembangan janinnya.

DATA OBJEKTIF

Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis

BB     : 52 kg

LILA : 24 cm

Tanda Vital:

TD                    : 110/70 mmHg

S                       : 36ºC

N                     : 84 x/menit

RR                   : 22 x/ menit

Pemeriksaan Penunjang  à HB : 11,5 gr%

ASSESMENT

  1. Diagnosa Kebidanan   :

Seorang ibu, umur 27 tahun G1P0Ab0Ah0 UK 12 minggu dengan kehamilan normal.

  1. Masalah

Untuk saat ini tidak ada.

  1. Kebutuhan segera : untuk saat ini tidak ada
  2. Diagnosa Potensial : untuk saat ini tidak ada
  3. Masalah Potensial : untuk saat ini tidak ada
  4. Kebutuhan tindakan segera : untuk saat ini tidak ada

PENATALAKSANAAN

  1. Memberitahu ibu bahwa keadaan ibu dan janin saat ini baik.
  2. Menjelaskan kepada ibu tentang nutrisi pada ibu hamil yang menunjang perkembangan otak janin.
  3. Menjelaskan kepada ibu tentang cara melakukan stimulasi  pada janin, yaitu dengan melakukan sentuhan mulai usia janin 8 minggu, pada saat itu sensitivitas janin terhadap sentuhan sudah mulai terbentuk. Stimulasi bunyi dengan cara berbicara dengan janin dengan suasana yang tenang dan mengucapkan secara perlahan. Kemudian juga bisa dengan rangsangan alunan musik.
  4. Memberikan suplemen kepada ibu, yaitu : Vit A 1400 iu, Vit C 225 mg, Vit E 15 mg, Vit B6 2mg, Folic acid 400 mcg, Vit B123 mcg, Ca 500 mg, Fe 10 mg, DHA 95 mg, Fish Oil 400 mg.

Tablet besi dan folic acid diminum sebelum tidur (karena mempunyai efek samping mual muntah),  satu kali sehari, sebaiknya diminum dengan air jeruk atau air putih. Hindari dengan teh, susu dan kopi karena akan mengganggu penyerapan.

  1. Menyarankan ibu untuk istirahat cukup dan tidak melakukan pekerjaan berat.
  2. Memberitahu ibu untuk datang I bulan lagi tanggal 30 April 2010

BAB III

PENUTUP

Setiap anak memiliki tingkat intelegensi yang berbeda – beda, namun tingkat inteegensi anak tersebut data dirangsang dan diasah mulai dini bahkan sejak dalam kandungan.. Ada beberapa cara mengasah intelegensi anak sehingga sehingga akan menghasilkan generasi yang berkualitas.

  • Stimulasi janin

Jika janin distimulasi rangsangan yang sama secara terus menerus maka janin akan terbiasa dan mulai menyesuaikan diri dengan rangsangan yang diterima untuk menanggapinya. Contohnya janin usia kehamilan 30-37 minggu yang pada awalnya selalu bergerak, akan menghentikan gerakan setelah diperdengarkan musik yang sama untuk ke-24 kalinya. Efek ini mampu dipertahankan setelah bayi tersebut lahir 6 menit: bayi berhenti menangis, membuka matanya, dan lebih tenang saat ia diperdengarkan musik yang pernah didengarnya saat dijanin.

  • Brain boster

Brain booster adalah pendorong / penguat otak

membantu proses pertumbuhan dan perkembangan janin, terutama otak. Program brain booster ini bisa dimulai sejak usia kehamilan. Stimulasi ini bisa dilakukan dengan sentuhan mulai usia janin 8 minggu, pada saat itu sensitivitas janin terhadap sentuhan sudah mulai terbentuk. Rangsangan ini dapat dilakukan dengan cara berbicara dengan janin, mendengarkan alunan musik lembut. Dalam program brain booster ini, ibu hamil diberi asam folat yang mengandung DHA dan omega. Selain itu nutrisi untuk menunjang perkembangan otak janin yang penting adalah vitamin A,C,A,Ca,Fe,dll.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.tabloid-nakita.com/Khasanah/khasanah06309-01.htm

http://www.bkkbn.go.id/article_detail.php?aid=830

http://keluargacemara.com/featured/agar-anak-pintar-sejak-dalam-kandungan.html

http://keluargacemara.com/pendidikan/pendidikan-anak/anak-cerdas-dan-kreatif-berkat alunan-musik.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s