TALI PUSAT MENUMBUNG

Posted: Oktober 20, 2010 in askeb IV
Tag:, , , , ,
  1. A. Alasan Merujuk Tali Pusat Menumbung

Tali pusat menumbung tidak membahayakan si ibu dan tidak menyulitkan dalam persalinan, namun mengancam bagi janin. Harapan untuk bayi tergantung pada derajat dan lamanya kompresi tali pusat dan interval antara diagnosis dan kelahiran bayi. Oleh karena itu pada kasus tali pusat menumbung harus secepatnya ditangani sebelum membahayakan nyawa janin. Sebaiknya bidan harus dapat memberikan pertolongan pertama pada kasus tali pusat menumbung sebelum merujuk ke rumah sakit, untuk menghindari kematian janin. Pada kasus tali pusat menumbung ini bidan harus segera merujuk ke tingkat pelayanan kesehatan yang lebih tinggi, karena membutuhkan penanganan emergency dan kasus ini tidak termasuk dalam wewenang bidan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi nasib janin :

  1. Semakin baik keadaan janin pada waktu diagnosis dibuat, semakin besar harapan hidupnya. Tali pusat yang berdenyut keras menurunkan gejala yang baik, sebaliknya tali pusat yang berdenyut lemah berarti tidak baik.
  2. Semakin cepat bayi dilahirkan setelah tali pusat turun ke bawah, semakin baik hasilnya. Penurunan > 30 menit memperbesar kematian janin 4 x.
  3. Janin yang lebih tua umur kehamilannya lebih besar pula kemampuannya bertahan terhadap proses-proses traumatic.
  4. Semakin kurang trauma pada kelahiran bayi, semakin baik prognosis untuk ibu dan anak.
  5. Pembukaan serviks mungkin merupakan faktor yang terpenting. Jika pembukaan sudah lengkap pada waktu diagnosis dibuat maka akan banyak bayi yang dapat diselamatkan. Semakin kecil pembukaan prognosisnya semakin jelek. Perkecualian untuk ini adalah jika dapat dilakukan section caesarea dengan segera, dalam hal mana prognosisnya sama baik atau lebih baik pada pembukaan serviks yang masih kecil.
  6. Kematian janin bertambah dengan semakin panjangnya interval antara pecahnya ketuban dan kelahiran bayi.

  1. B. Cara Merujuk pada Persalinan Kala I dengan Tali Pusat Menumbung

a)      Tali Pusat Masih Berdenyut

  1. Memberitahukan kepada ibu dan keluarga hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
  2. Segera menyiapkan rujukan serta mengantar ibu ke tempat rujukan dengan membawa tabung oksigen, set partus, alat resusitasi, pakaian ibu dan bayi jika tiba-tiba bayi lahir di jalan.
  3. Ketika dalam perjalanan merujuk, bidan memberi ibu oksigen 4-6 liter/menit melalui masker atau kanula nasal.
  4. Mengatur posisi ibu tredelenburg.
  5. Dengan sarung tangan disinfeksi tingkat tinggi masukkan tangan ke dalam vagina dan bagian terendah janin segera didorong ke atas sehingga tahanan pada tali pusat dapat dikurangi.
  6. Tangan bidan yang lain menahan bagian terendah suprapubis dan evaluasi keberhasilan reposisi.
  7. Jika bagian terbawah janin telah terpegang dengan kuat di atas rongga panggul, keluarkan tangan dari vagina. Letakkan tangan tetap di atas abdomen sampai tiba di rumahsakit/tempat rujukan dan mendapatkan penanganan di tempat rujukan.
  8. Jika tempat rujukan saangat jauh dan tersedia Salbutamol, berikan Salbutamol 0,5 mg I.V secara perlahan untuk mengurangi kontraksi rahim.

b)      Tali Pusat Tidak Berdenyut

Jika tali pusat tak berdenyut berarti janin telah meninggal. Keadaan ini sudah tidak merupakan keadaan darurat lagi dan lahirkan bayi sealamiah mungkin tanpa mencederai ibu. Pergunakan waktu untuk memberikan konseling kepada ibu dan keluargannya tentang apa yang terjadi dan tindakan apa yang akan dilakukan. Diharapkan persalinan dapat berlangsung spontan pervaginam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s