Epidemiologi

Posted: September 13, 2011 in mikrobiologi

EPIDEMIOLOGI

 

A.TAHAPAN KLINIK PENYAKIT DALAM TUBUH HOSPES

 

Individu yang terinfeksi mikroorganisme patogen akan menanggapi dengan berbagai cara. Seringkali sistem imune hospes akan menghambat patogen sebelum patogen tersebut  berhasil mengakibatkan   simtom atau atau simtom masih sangat ringan sehingga tidak terasa. Kasus seperti ini disebut subklinik atau tidak jelas. Ketika patogen berinteraksi dengan sistem pertahanan hospes, manifestasi penyakit akan terjadi dan berproses dalam bentuk akut atau kronik.

 

PENYAKIT AKUT

Penyakit akut dapat ditentukan dari gejala-gejala yang muncul secara cepat, kuat, dan mereda ketika sistem pertahanan tubuh melimpah dan dapat mengatasi patogen atau produk toksin. Penyakit akut adalah tipe penyakit yang kebanyakan merupakan acquitance (dapatan,kenalan) misalnya pada anak-anak adalah campak, chickenpox, dan berbagai macam influenza.

 

PENYAKIT KRONIK

Beberapa macam mikroorganisme mampu menetap dalam hospes untuk waktu cukup panjang karena kemampuannya menghindari respon hospes. Infeksi kronik dapat dibagi dalam kronik, laten, dan lambat . Infeksi kronik terjadi bila gejala penyakit terjadi dalam waktu yang panjang. Kebanyakan penyakit kronik agen infeksi (mikroorganisme) berada secara intraseluler di dalam fagosit. Organisme ini dapat dipindahkan ke berbagai organ dan lokasi dalam tubuh. Kemudian mereka dapat bermultiplikasi(berkembang biak) atau bila mikroorganisme tersebut lisis menghasilkan produk yang memunculkan  simptom. Simptom akan meningkat selama relaps(kambuh) disebabkan karena reaksi hipersensitif oleh hospes. Penyakit kronik seperti bruselosis atau tuberkulosis yang terjadi karena hospes tidak mampu merespon secara efisien. Kemungkinan antigen mikrobial tidak cukup imunogenik untuk menginduksi hospes memproduksi antibodi yang mampu memberantas patogen.

 

Pada penyakit kronik maupun akut terdapat beberapa proses yakni inkubasi, prodromal, akut dan convalescent. Proses-proses tersebut tidak selalu sama pada keadaan kronik dan akut.

Periode inkubasi   

Adalah saat ketika agen infeksi memasuki tubuh hospes sampai gejala/simptom muncul. Periode ini bisa pendek dalam waktu beberapa jam atau panjang sampai beberapa tahun. Interval waktu tersebut dipengaruhi oleh seberapa cepat agen infeksi berkembang biak dan seberapa cepat produk mikroorganisme mempengaruhi jaringan hospes. Keracunan makanan disebabkan menelan makanan mengandung toksin sering menyebabkan simptom dalam 8-24 jam. Penyakit lain, dimana agen infeksi masuk tubuh dapat memilki masa inkubasi beberapa minggu. Patogen berupa jamur memiliki periode inkubasi panjang. Masa inkubasi suatu penyakit sangat ditentukan oleh virulaensi mikroorganisme, potensi antigen dari mikroorganisme atau produknya dan status imune hospes. Campak yang menyerang anak sehat dalam periode 7-10 hari, virus yang sama yang menyerang pasien rawat inap rumah sakit dapat memiliki masa inkubasi hanya 1-2 hari. Kebanyakan penyakit memiliki masa inkubasi antara 10-21 hari.

Periode Prodromal

Adalah gejala yang merupakan tanda yang menunjukkan onset suatu penyakit. Disini biasanya individu merasa tidak enak badan atau sering disebut ‘malaise’. Kebanyakan berupa pusing , mual, atau demam ringan. Pada saat ini agen infeksi sedang berkembang biak hanya meluas sampai produknya menginduksi respon ringan dari hospes.

Periode Akut

Periode akut adalah tahap dimana simptom penyakit ada dalam puncak. Selama periode ini mikroorganisme penginfeksi mencapai  tingkat populasi yang mampu menginduksi respon hospes dengan intensitas imunologik cukup tinggi . Baik intensitas respon imunologik maupun intensitas gejala sangat tergantung pada tingkat hubungan  interaksi hospes –parasit . Jika pertemuan/ interaksi tersebut merupakan yang pertama maka simptom penyakit biasanya sangat berat dan respon imunologik sangat maksimum dan terjadi dalam waktu yang panjang . Respon yang cepat dan tidak terlalu berat akan terjadi bila merupakan pertemuan  ulangan antara hospes –parasit.

Periode Convalescens

Periode penyembuhan, dihubungkan dengan penurunan simptom yang sangat cepat. Simptom tersebut berhubungan dengan level maksimum antibodi yang mampu mengatasi/membasmi  patogen.

 

B. SUMBER-SUMBER PENYAKIT MENULAR

BENDA HIDUP

MANUSIA

Kebanyakan  agen viral seperti campak, rubella, gondong, influenza dan virus poliomyelitis seperti juga agen bakterial penyebab penyakit seksual menular , batuk, juga difteri, hanya bersumber pada manusia.

Manusia juga ditempati oleh mikroorganisme yang menyebabkan infeksi yang persisten/menetap. Ada 2 hal yang merupakan konsekuensi : 1. mikroorganisme akan berada di komunitas uantuk waktu yang lama. 2. terdapat reaktivasi penyakit ketika sistem pertahanan hospes lemah baik sementara maupun menetap. Sebagai contoh adalah pada penyakit tifoid dan tuberkulosis, yang disebabkan oleh Salmonella typhi dan Mycobacterium tuberculosis. Ketika  sembuh dari demam tifoid hospes masih ditinggali oleh bakteri di kandung empedu dan gejala tidak tampak. Secara periodik ( lebih dari satu bulan sampai  tahun) bakteri berkembang biak dan bersembunyi dari kandung empedu ke traktus intestinal dan keluar lewat feses. Individu yang mengandung mikroorganisme seperti ini disebut karier. Karier dapat menyimpan mikroorganisme yang mengkontaminasi makana atau minuman. Jadi karier akan menjadi sumber infeksi kepada orang lain secara tetap. Pada tuberkulosis bakteri penyebab infeksi dapat dilingkupi oleh lesi granulomatous seperti di paru yang tidak dapat dijangkau daya tahan hospes. Bakteri akan tinggal dan hidup  dalam lesi sampai beberapa tahun. Lesi dapat robek suatu saat , dan melepaskan bakteri hidup yang berkembang biak di jaringan sehingga terjadi reaktivasi penyakit. Realktivasi ini dapat menyebabkan hospes menjadi sumber infeksi. Karier Convalescent adalah individu yang telah sembuh dari sakit tetapi sebenarnya agen infeksi masih berkembang biak di dalam tubuhnya tanpa menimbulkan gejala( contoh demam tifoid).

Karier sehat adalah individu yang tidak sakit tetapi mengandung mikroorganisme infektif. Seperti pembawa strain Staphylococcus aureus penyebab keracunan makanan. Karier dihuni staphylococcus di nares(nostril) dan ketika dia memasak  makanan dapat menyebabkan kontaminasi pada makanan. Deteksi karier ini sangat penting untuk memutus rantai penularan.

HEWAN

Hewan terutama hewan piaraan merupakan sumber penting penyakit manusia . Penyakit yang secara primer menginfeksi hewan dan secara sekunder ditularkan ke manusia disebut zoonosis. Salmonella enteritidis  secara normal ditemukan di traktus intestinalis hewan seperti ayam atau sapi. Bila mengkontaminasi makanan, salmonella dapat menyebabkan penyakit. Kebanyakan jika sumber infeksinya adalah hewan, manusia adalah tempat terakhir untuk penularan,karena penyakit tidak bisa ditularkan dari manusia ke manusia . Contohnya Q fever dan bruselosis . Tetapi pada salmonellosis , salmonella awalnya mungkin diperoleh dari hewan tetapi manusia yang terinfeksi dapat menularkan pada orang lain.

INSEKTA

Terdapat 2 kelas arthropoda yakni Insecta dan Arachnida merupakan pembawa penting untuk penularan agen infeksi ke hospes lain. Arthropoda disebut sebagai vektor pada proses penyakit. Kelas insekta termasuk lalat, nyamuk, kutu, tungau. Vektor insekta dibagi dalam 2 tipe yakni vektor biologi dan mekanik. Lalat dapat membawa organisme salmonella dari feses hewan dan ditransfer ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi. Jadi lalat bukan sumber asli dari agen infeksi. Vektor biologi adalah invertebrata yang menjadi sumber dari agen infeksi. Kebanyakan arthropoda menggigit hewan dan manusia untuk mengkonsumsi darah, selama gigitannya sambil menularkan agen infeksi.

BENDA MATI

Sumber benda mati adalah tanah, air, dan makanan. Banyak mikroorganisme memiliki siklus hidup di tanah atau air, namun kebanyakan tidak patogen untuk manusia . kebanyakan jamur terdapat di tanah sebagai spora. Jika spora terhirup ke manusia yang peka, dapat berkecambah menjadi bentuk vegetativedan menyebabkan sakit. Bakteri yang mampu memproduksi toksin mematikan seperti Clostridium tetani dan Clostridium botulinum berada di tanah sebagai spora. C. botilinum dapat mengkontaminasi makanan dalam kondisi anaerob memproduksi toksin yang dikaitkan dengan keracunan makanan. Jika spora C.tetani mengkontaminasi luka kuman ini akan bberkecamabah dan memproduksi toksin yang bertanggung jawab gejala yangsanagt fatal yakni tetanus.

Air tanah mampu mendukung pertumbuhan mikroorganisme, kebanyakan air mengandung mineral dan nutrien organik dari lingkungan. Manusia juga dapat mengkontaminasi air baik langsung ataupun tidak langsung melalui limbah ataupun septik tank. Mikroorganisme patogen dan non patogen dapat mancapai hewan atau manusia melalui sumber air. Beberapa patogen potensial untuk manusia hidup dalam ikan dan kerang yang hidup di air pantai dan air tawar.

Makanan adalah sumber mikroorganisme infeksius untuk manusia. Penyakit  dapat diakibatkan mengkonsumsi daging dari hewan terinfeksi atau daging yang tidak terinfeksi pada awalnya namun terkontaminasi pada proses berikutnya. Telur dapat terinfeksi salmonella dan menyevbabkan penyakit pada manusia yang mengkonsumsi. Sapi adalah pembawa berbagai mikroorganisme infektif pada manusia . Meminum susu atau daging yang terkontaminasi kuman penyebab  tuberkulosis, Q fever, brucellosis dapat menyebabkan manusia tertular penyakit tersebut.

Makanan dapat secara tidak sengaja terkontaminasi oleh mikroorganime infektif. Kerang-kerangan seperti tiram dapat dipanen dari air yang terpolusi limbah kotoran manusia . Menelan makanan ini tanpa dimasak dengan baik dapat tertular hepatitis viral. Penyakit seperti salmonellosis, shigellosis, amebiasis, dan kolera dapat diperoleh dengan cara diatas.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s