Prematuritas

Posted: Mei 7, 2012 in makalah
Tag:, , ,

Prematuritas

DEFINISI

 

Prematuritas adalah suatu keadaan yang belum matang, yang ditemukan pada

bayi yang lahir pada saat usia kehamilan belum mencapai 37 minggu.

 

Prematuritas (terutama prematuritas yang ekstrim) merupakan penyebab utama

dari kelainan dan kematian pada bayi baru lahir. Beberapa organ dalam bayi

mungkin belum berkembang sepenuhnya sehingga bayi memiliki resiko tinggi

menderita penyakit tertentu.

 

PENYEBAB

 

Penyebab terjadinya kelahiran prematur biasanya tidak diketahui.

15% dari kelahiran prematur ditemukan pada kehamilan ganda (di dalam rahim

terdapat lebih dari 1 janin).

 

Faktor resiko yang mungkin berperan dalam terjadinya persalinan prematur

adalah:

– Kehamilan usia muda (usia ibu kurang dari 18 tahun)

– Pemeriksaan kehamilan yang tidak teratur

– Golongan sosial-ekonomi rendah

– Keadaan gizi yang kurang

– Penyalahgunaan obat.

Masalah pada ibu biasanya berupa:

– Riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya

– Kadar alfa-fetoprotein tinggi pada trimester kedua yang penyebabnya tidak

diketahui

– Penyakit atau infeksi yang tidak diobati (misalnya infeksi saluran kemih

atau infeksi selaput ketuban)

– Kelainan pada rahim atau leher rahim

– Ketuban pecah sebelum waktunya

– Plasenta previa.

– Pre-eklamsi (suatu keadaan yang bisa terjadi pada trimester kedua

kehamilan, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, adanya protein dalam

air kemih dan pembengkakan tungkai)

– Diabetes melitus

– Penyakit jantung.

 

GEJALA

 

Gambaran fisik bayi prematur:

# Ukuran kecil

# Berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg)

# Kulitnya tipis, terang dan berwarna pink (tembus cahaya)

# Vena di bawah kulit terlihat (kulitnya transparan)

# Lemak bawah kulitnya sedikit sehingga kulitnya tampak keriput

# Rambut yang jarang

# Telinga tipis dan lembek

# Tangisannya lemah

# Kepala relatif besar

# Jaringan payudara belum berkembang

# Otot lemah dan aktivitas fisiknya sedikit (seorang bayi prematur cenderung

belum memiliki garis tangan atau kaki seperti pada bayi cukup bulan)

# Refleks menghisap dan refleks menelan yang buruk

# Pernafasan yang tidak teratur

# Kantung zakar kecil dan lipatannya sedikit ( anak laki – laki )

# Labia mayora belum menutupi labia minora ( pada anak perempuan).

 

 

KOMPLIKASI

 

1. Sindroma gawat pernafasan (penyakit membran hialin).

Paru-paru yang matang sangat penting bagi bayi baru lahir. Agar bisa

bernafas dengan bebas, ketika lahir kantung udara (alveoli) harus dapat

terisi oleh udara dan tetap terbuka. Alveoli bisa membuka lebar karena

adanya suatu bahan yang disebut surfaktan, yang dihasilkan oleh paru-paru

dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan.

Bayi prematur seringkali tidak menghasilkan surfaktan dalam jumlah

yang memadai, sehingga alveolinya tidak tetap terbuka. Diantara saat-saat

bernafas, paru-paru benar-benar mengempis, akibatnya terjadi Sindroma

Distres Pernafasan.

Sindroma ini bisa menyebabkan kelainan lainnya dan pada beberapa kasus

bisa berakibat fatal. Kepada bayi diberikan oksigen; jika penyakitnya berat,

mungkin mereka perlu ditempatkan dalam sebuah ventilator dan diberikan obat

surfaktan (bisa diteteskan secara langsung melalui sebuah selang yang

dihubungkan dengan trakea bayi).

 

2. Ketidakmatangan pada sistem saraf pusat bisa menyebabkan gangguan

refleks menghisap atau menelan, rentan terhadap terjadinya perdarahan otak

atau serangan apneu.

Selain paru-paru yang belum berkembang, seorang bayi prematur juga

memiliki otak yang belum berkembang. Hal ini bisa menyebabkan apneu (henti

nafas), karena pusat pernafasan di otak mungkin belum matang. Untuk

mengurangi mengurangi frekuensi serangan apneu bisa digunakan obat-obatan.

Jika oksigen maupun aliran darahnya terganggu. otak yang sangat tidak

matang sangat rentan terhadap perdarahan (perdarahan intraventrikuler).atau

cedera .

 

3. Ketidakmatangan sistem pencernaan menyebabkan intoleransi pemberian

makanan.

Pada awalnya, lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi

jumlah makanan/cairan yang diberikan, sehingga pemberian susu yang terlalu

banyak dapat menyebabkan bayi muntah.

 

Pada awalnya, lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi

jumlah makanan/cairan yang diberikan, sehingga pemberian susu yang terlalu

banyak dapat menyebabkan bayi muntah.

 

4. Retinopati dan gangguan penglihatan atau kebutaan (fibroplasia

retrolental)

5. Displasia bronkopulmoner.

 

6. Penyakit jantung.

 

7. Jaundice.

Setelah lahir, bayi memerlukan fungsi hati dan fungsi usus yang normal

untuk membuang bilirubin (suatu pigmen kuning hasil pemecahan sel darah

merah) dalam tinjanya. Kebanyakan bayi baru lahir, terutama yang lahir

prematur, memiliki kadar bilirubin darah yang meningkat (yang bersifat

sementara), yang dapat menyebabkan sakit kuning (jaundice).

Peningkatan ini terjadi karena fungsi hatinya masih belum matang dan

karena kemampuan makan dan kemampuan mencernanya masih belum sempurna.

Jaundice kebanyakan bersifat ringan dan akan menghilang sejalan dengan

perbaikan fungsi pencernaan bayi.

 

8. Infeksi atau septikemia.

Sistem kekebalan pada bayi prematur belum berkembang sempurna. Mereka

belum menerima komplemen lengkap antibodi dari ibunya melewati plasenta

(ari-ari).

Resiko terjadinya infeksi yang serius (sepsis) pada bayi prematur

lebih tinggi. Bayi prematur juga lebih rentan terhadap enterokolitis

nekrotisasi (peradangan pada usus).

 

9. Anemia .

 

10. Bayi prematur cenderung memiliki kadar gula darah yang berubah-ubah,

bisa tinggi (hiperglikemia maupun rendah (hipoglikemia).

11. Perkembangan dan pertumbuhan yang lambat.

 

12. Keterbelakangan mental dan motorik.

 

DIAGNOSA

 

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran fisik dan usia kehamilan.

 

Pemeriksaan yang biasa dilakukan pada bayi prematur:

– rontgen dada untuk melihat kematangan paru-paru

– analisa gas darah

– kadar gula darah

– kadar kalsium darah

– kadar bilirubin.

 

PENGOBATAN

 

Jika kemungkinan akan terjadi kelahiran prematur, biasanya diberikan obat

tokolitik untuk menghentikan kontraksi dan kortikosteroid untuk mempercepat

pematangan paru-paru bayi.

 

Makanan diberikan melalui sebuah selang yang dimasukkan ke dalam lambung

bayi karena fungsi menghisap dan menelan pada bayi prematur masih belum

matang. Pada prematur yang ekstrim, makanan diberikan melakui infus.

Pada usia sekitar 34 minggu, bayi mulai disusui ASI atau susu botol.

 

Bayi prematur sangat cepat kehilangan panas dan mengalami kesulitan dalam

mempertahankan suhu tubuh, sehingga mereka biasanya ditempatkan di dalam

suatu inkubator.

 

Mungkin bayi memerlukan bantuan respirator dan tambahan oksigen.

 

PENCEGAHAN

 

Salah satu langkah terpenting dalam mencegah prematuritas adalah mulai

melakukan pemeriksaan kehamilan sedini mungkin dan terus melakukan

pemeriksaan selama kehamilan.

Statistik menunjukkan bahwa perawatan kehamilan yang dini dan baik bisa

mengurangi angka kejadian prematuritas, kecil untuk kehamilan dan angka

kesakitan akibat persalinan dan pada masa baru lahir.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s