Archive for the ‘only for news’ Category

Aktif lagi…

Posted: Juli 30, 2014 in only for news
Tag:

Sudah lama rasanya tidak menyentuh blog ini oleh karena satu dan lain hal. Posting terakhir sudah lebih dari setahun yang lalu. Waow, cukup lama juga sepertinya. Tidak produktif sama sekali. Sungguh sayang. Dan mulai sekarang saya sedang berusaha untuk memulai kembali apa yang sudah saya mulai. Meski tidak bisa seprogresif dulu, paling tidak ada usaha untuk mengingat apa yang saya dapatkan dalam hidup agar tidak lewat begitu saja. Iya, menulis adalah salah satu usaha untuk melawan lupa. 🙂

Bismillah.

Iklan

2012 in review

Posted: Januari 4, 2013 in only for news

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

19,000 people fit into the new Barclays Center to see Jay-Z perform. This blog was viewed about 88.000 times in 2012. If it were a concert at the Barclays Center, it would take about 5 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

1. Jangan Simpan Sendiri Kekesalan Anda Pada Si Dia
Stop berharap si dia bisa membaca pikiran Anda. Diam atau malah emosional dalam menghadapi suatu masalah tidak akan menyelesaikan masalah tersebut dan dapat merusak hubungan. Pasangan Anda pasti menginginkan Anda menyelesaikan masalah secara dewasa, tidak dengan diam maupun dengan agresivitas. Coba jelaskan masalah yang dikarenakan oleh perilakunya. Tapi katakan bahwa perilaku buruk pasangan Anda tersebut, tidak mengurangi rasa cinta Anda padanya.

2. Hindari Pembicaraan Tentang Mantan
Beberapa pria mungkin penasaran akan masa lalu Anda, terutama tentang mantan pasangan Anda. Akan tetapi, sebaiknya hindari pembicaraan tentang fantasi serta masa lalu dengan mantan-mantan Anda jika tidak ingin untuk terlibat perkelahian dengan kekasih Anda.

3. Biarkan Dia Menghabiskan Waktu dengan Teman-temannya
Jika Anda menikmati menghabiskan waktu berharga dengan teman-teman Anda, akan adil bagi pasangan Anda untuk membiarkannya menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Biarkan pria yang Anda cintai ini beraktivitas dengan teman-temannya karena pria juga memiliki hal-hal yang memang tidak dapat ia katakan kepada Anda, dan ia akan sangat senang untuk berbagi dengan teman terdekatnya.

4. Tahu Kapan Harus Mundur
Cari tahu lebih banyak tentang kepribadian pacar Anda dan pastikan Anda tahu kapan harus mundur untuk memberinya privasi lebih. Wanita biasanya memberikan kasih sayang dan perhatian lebih terhadap orang yang mereka sayang, akan tetapi cenderung mengabaikan kebutuhan privasi pasangan mereka.

5. Berikan Pujian
Tidak perlu memberikan pujian atau apresiasi palsu atas apa yang kekasih lakukan untuk keluarga dan Anda. Namun, penting untuk memujinya sekali-sekali. Pikirkan Anda berada dalam suatu situasi dan seberapa meningkatnya suasana hati Anda jika seseorang memberikan pujian, walaupun sesederhana apapun. Trik ini akan memotivasi dia untuk melakukan tingkah laku serupa untuk menyenangkan Anda dan mendapatkan pujian Anda kembali.

6. Menjadi Pendengar yang Baik
Menghormati adalah salah satu kualitas paling berharga dari suatu hubungan jangka panjang. Mereka yang belajar bagaimana menjadi pendengar yang baik akan mendapatkan cinta dan berbagai macam apresiasi dari teman maupun pasangan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memberikan perhatian lebih pada apa yang pasangan Anda katakan. Anda dapat menambahkan saran dan komentar untuk menciptakan hubungan timbal balik, atau Anda dapat mendengarkannya dengan hati-hati.

 

sumber

BAGAIMANA IKAN SALMON MENEMUKAN JALANNYA?

 

Kalian keliru jika berpikir bahwa perjalanan berpindah tempat (migrasi) hanya dilakukan oleh burung. Nyatanya, ada banyak spesies yang berpindah tempat di darat maupun di laut. Dalam bab ini, petualangan salmon, jenis ikan yang berpindah, akan kita bahas.

Salmon lahir ke dunia begitu mereka menetas dari telur-telur yang diletakkan oleh salmon betina di sungai. Mereka tumbuh dan berburu di tempat ini selama beberapa minggu. Setelah itu, mereka mulai berenang ke hilir sungai. Sepanjang perjalanan menuju ke laut ini, salmon-salmon menghadapi bendungan dan air yang kotor. Mereka mencoba menghindari bahaya, seperti ikan-ikan berukuran lebih besar yang sedang berburu. Setelah mampu mengatasi semua ini, dan berhasil mencapai laut, salmon menghabiskan waktu selama beberapa tahun di sana. Kemudian, begitu sudah cukup dewasa untuk bertelur, ikan-ikan salmon akan berenang kembali ke air tawar.

Yang dituju ikan salmon adalah tempat mereka dilahirkan. Tapi jangan salah, jaraknya cukup jauh. Jarak yang harus ditempuh salmon untuk mencapai tujuannya kerap sejauh 1.500 kilometer (930 mil), yang berarti menuntut perjalanan selama berbulan-bulan. Ada begitu banyak rintangan yang harus diatasi ikan-ikan ini sepanjang perjalanannya.

Pertama, dan mungkin merupakan masalah terpenting yang perlu diatasi, adalah menemukan sungai tempat ikan ini berenang ke hilir selama perjalanan pertamanya yang bermuara ke laut. Berdasarkan ini, ikan salmon menentukan rute mereka kembali. Yang menakjubkan, tidak ada satu pun ikan salmon yang melakukan kesalahan, dan mereka semua berhasil menemukan sungai pertama mereka dengan tepat.

Memasuki sungai, salmon mulai berenang dengan cepat melawan arus. Kali ini tugasnya lebih berat. Kalau dalam perjalanan terdahulu, mereka dapat melewati air terjun dengan mudah berkat bantuan arus sungai, kali ini salmon-salmon harus mendaki air terjun tersebut. Apa yang dilakukan salmon di foto ini dengan berlompatan ke atas sungai adalah untuk menjangkau tempat ia dahulu ditetaskan. Sepanjang perjalanan ini, salmon mungkin harus berenang melewati air dangkal yang membuat siripnya muncul di atas permukaan air. Air dangkal ini dipenuhi oleh burung, beruang, dan berbagai pemangsa liar lainnya.

Kesulitan-kesulitan yang harus diatasi salmon tidak terbatas sampai di sini. Ingat, salmon ditetaskan dari telur yang berada di sebuah anak sungai, di pedalaman. Untuk menjangkau tempat itu, salmon harus menempuh jalan yang benar ketika sungai bercabang. Salmon tidak membuat kesalahan apa pun dalam menghadapi pilihan ini. Mereka selalu mengikuti sungai yang benar.

Kini, andaikan kalian lahir dan dibesarkan di sebuah rumah dalam sebuah kota. Kemudian, pada suatu hari, kalian meninggalkan rumah, bepergian selama berhari-hari, dan datang ke sebuah tempat yang jauhnya 1.500 kilometer dari rumah. Tahun demi tahun berlalu, dan kalian ingin kembali ke tempat kelahiran semula. Menurut kalian, dapatkah kalian mengingat jalan-jalan yang baru sekali dilewati? Tidak seorang manusia pun mampu melakukan ini, tapi salmon mampu, dan selalu menemukan jalannya tanpa salah.

Ada berbagai penelitian yang dilakukan untuk memahami bagaimana salmon melakukan perjalanan yang luar biasa ini. Disimpulkan bahwa salmon menemukan jalan mereka dengan menggunakan “penciuman”.

Berkat hidungnya yang dirancang dengan cerdas, seekor salmon dapat melacak bau-bauan di air hingga sumbernya seperti halnya anjing. Padahal, setiap arus memiliki bau yang berbeda. Salmon muda merekam semua bebauan itu sepanjang perjalanannya dan kembali ke rumahnya dengan mengingat bau-bauan tersebut. Bagaimana hal yang luar biasa ini terjadi? Bagaimana setiap ekor salmon dapat menemukan jalannya dengan tepat? Mengapa seluruh salmon mencoba kembali ke tempat kelahiran mereka, dengan risiko nyawa mereka, melompati air terjun dan menghadapi binatang-binatang buas? Bahkan, mereka melakukan semua ini bukan untuk dirinya sendiri, melainkan sekadar untuk menyimpan telur-telur mereka di perairan ini. Hanya ada satu jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan tersebut: Allah, Yang Maha Mengetahui, menciptakan salmon dan sistem-sistem yang memungkinkan mereka menemukan jalannya. Seperti makhluk lainnya, salmon bertindak melalui ilham yang mereka terima dari Allah, dan mereka memperlihatkan penciptaan Allah yang sangat unggul.

Di antara bukti yang mengingkari teori evolusi adalah bahwa salmon melalui ribuan kilometer dengan mempertaruhkan hidup mereka sendiri untuk bertelur. Para pakar evolusi menyatakan bahwa semua makhluk senantiasa bertarung satu sama lain, dan bahwa hanya yang kuatlah yang dapat bertahan sampai akhir pertarungan ini. Padahal, ada kerjasama di antara makhluk-makhluk hidup yang berlawanan dengan pernyataan-pernyataan para ahli evolusi. Binatang mengorbankan nyawa mereka bagi anak-anaknya. Selain itu, seperti akan kalian lihat pada contoh di halaman-halaman berikut, terdapat jenis berbeda yang saling berhubungan dan menguntungkan satu sama lain. Salmon hanyalah salah satu makhluk yang menunjukkan pengorbanan diri bagi keturunannya. Salmon yang berpindah dan berupaya mencapai tempat bertelurnya, yang jumlahnya sangat kecil, akan mati segera setelah bertelur. Kendati demikian, mereka tidak pernah menyerah dalam perjalanan mereka. Pola perilaku mengorbankan diri seperti ini tidak dapat diterangkan oleh teori evolusi. Nyatalah sudah. Allah menciptakan salmon dan makhluk-makhluk ini bertindak sesuai dengan cara yang diilhamkan Allah pada mereka. Orang-orang yang menggunakan otaknya dapat mengambil pelajaran dari tingkah laku hewan seperti ini. Allah mengingatkan kita untuk melakukan hal yang sama dalam sebuah ayat:

Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus (QS Huud: 56)

 

sumber : harun yahya 2007

SISTEM PEMANAS NGENGAT MUSIM DINGIN

 

Tatkala musim dingin tiba, banyak jenis serangga yang mendiami wilayah-wilayah dingin di bumi mati kedinginan atau kekurangan makanan. Ini karena serangga adalah makhluk-makhluk yang kecil dan lemah. Namun, ada pengecualiannya. Misalnya, ngengat burung hantu yang mirip kupu-kupu dan sekilas tampak sangat lemah. Padahal, mereka cukup kuat untuk bertahan hidup dalam kondisi musim dingin. Karena itu, ngengat-ngengat ini disebut juga “ngengat musim dingin.”

Seperti kupu-kupu, ngengat musim dingin juga memiliki dua sayap dan badan yang menghubungkan kedua sayap. Agar bisa terbang, suhu rongga dada tempat sayapnya terpancang harus berkisar pada 30oC (86oF). Namun, suhu tempat mereka hidup biasanya adalah 0oC (32o F), dan turun hingga di bawah minus derajat dari waktu ke waktu. Lantas, bagaimana ngengat musim dingin dapat bertahan hidup dalam cuaca sedingin itu? Apa yang mencegah mereka membeku ketika sedang tidak bergerak? Apa pula yang memungkinkan mereka terbang dalam cuaca dingin?

Jenis ngengat ini diciptakan bersama sistem pemanasan istimewa yang memungkinkannya hidup dalam kondisi musim dingin. Sistem ini terdiri dari beberapa alat tubuh pelengkap. Sebelum terbang, ngengat musim dingin terus-menerus menegangkan otot utamanya yang berhubungan dengan sayap dan menggetarkan sayapnya. Getaran cepat sayap meningkatkan suhu rongga dada serangga. Berkat peningkatan ini, suhu rongga dada meningkat dari 0o C (32o F) menjadi 30oC (86oF) atau bahkan lebih. Akan tetapi, ini hanyalah satu di antara berbagai cara yang dibutuhkan ngengat agar dapat bertahan hidup. Untuk terbang, ngengat musim dingin tidak cukup hanya meningkatkan suhu tubuhnya. Beda antara suhu tubuh serangga dan suhu udara akan menghilangkan panas.

Seperti halnya segelas teh panas yang mendingin setelah beberapa saat, tubuh ngengat juga akan mendingin. Karenanya, tidak akan membantu meskipun ngengat terus-menerus mengepakkan sayapnya. Untuk terbang dan bertahan hidup, dibutuhkan cara lain guna mempertahankan panas yang telah dihasilkan. Kebutuhan ini dipenuhi oleh bentuk tubuh istimewa yang diciptakan Allah dalam tubuh ngengat. Ngengat dilapisi oleh sisik-sisik rapat yang mengurangi hilangnya panas. Setelah melakukan penelitian, para ilmuwan menyimpulkan bahwa seekor ngengat, tanpa sisik-sisik ini, akan mendingin dua kali lebih cepat dibandingkan ngengat yang dilengkapi sisik. Ada beberapa mekanisme tubuh ngengat musim dingin untuk melindunginya dari cuaca dingin.

Keistimewaan yang dijelaskan di atas mestinya sudah ada sejak jenis ngengat muncul di dunia. Kalau tidak, ngengat akan mati karena dingin, dan jenis ini pun akan punah. Kita tidak perlu berpikir mendalam untuk memahami bahwa semua ini bukanlah suatu kebetulan—hanya jenis-jenis ngengat yang mendiami wilayah dinginlah yang memiliki keistimewaan semacam ini yang membedakannya dari ngengat-ngengat lainnya. Dengan semua kemampuan untuk membuat makhluk-makhluk ini bertahan hidup dalam cuaca dingin, Allah memperkenalkan Diri-Nya kepada kita. Ini difirmankan dalam sebuah ayat yang mengungkapkan bahwa Allah mengetahui tempat hidup semua makhluk:

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) (QS Huud: 6).

Keistimewaan makhluk hidup ini membuat kita mampu memahami kekuasaan dan keindahan cita seni Allah, dan meningkatkan keimanan dan kecintaan kita terhadap Allah. Menyampaikan informasi menakjubkan yang kalian baca kepada orang lain juga merupakan cara untuk meningkatkan keimanan mereka kepada Allah.

 

sumber : harun yahya 2007

BURUNG-BURUNG KECIL YANG TERAMPIL MEMBANGUN

 

Kalian pasti sudah pernah melihat sarang burung yang dibangun di atas pohon atau di atas puncak bangunan, dan terkadang di sudut sebuah jendela menara. Ini baru sarang dari beberapa jenis burung yang sudah kalian ketahui.


Burung-burung membangun sarang mereka di tempat-tempat aman khusus yang mereka pilih sendiri.

Begitu banyak jenis burung yang ada di dunia ini dan mereka membangun jenis sarang yang berbeda yang harus dipikirkan dengan seksama. Tanpa pertimbangan macam-macam, burung membangun sarang mereka sehingga mereka bisa menyatu dengan lingkungan alamnya. Mari kita perhatikan burung-burung di pantai. Burung-burung ini membangun sarang mereka di permukaan air, dan sarang itu tidak tenggelam. Bahan-bahan yang digunakan dan bentuk sarang dirancang secara khusus.

Sehingga, kalau pun permukaan air naik, sarang maupun anak-anak burung tidak akan terganggu. Burung-burung ini memiliki kemampuan bawaan dari lahir untuk membangun sarang mereka dan tidak perlu dilatih. Tidak mungkin selama ini mereka telah mempelajari tugas semacam itu. Jika mereka melakukannya dengan cara coba-coba, sarang itu akan tenggelam begitu permukaan air naik. Akan tetapi, hal itu tidak pernah terjadi karena seluruh burung pantai membangun sarang dengan cara yang sama sejak hari pertama kemunculannya di dunia. Beberapa burung yang hidup di rawa-rawa membangun dinding-dinding sarang yang tinggi sehingga telur-telur mereka tidak jatuh karena angin. Bagaimana burung ini, yang dengan hati-hati melindungi telurnya, mengetahui risiko jatuhnya telur mereka dan pecah? Di sini kita dapat melihat “bijaksananya” burung dalam melakukan tindakan pencegahan hal itu.

Jenis burung lain yang tinggal di daerah gurun membangun sarangnya di antara semak-semak, bukan di atas tanah. Alasan mengapa mereka melakukan hal itu adalah karena perbedaan suhu: suhu di antara semak-semak sepuluh derajat lebih rendah dibandingkan suhu di atas tanah. Banyak di antara kita yang tidak mengetahui beda suhu antara dataran dan semak-semak, dan bahwa ada perbedaan di antara keduanya. Tetapi burung-burung ini mengetahui dan melindungi diri serta anak-anak mereka dari panas menyengat dengan membangun sarang mereka di tempat yang paling sejuk.

Pernahkah kalian membayangkan bagaimana burung-burung, yang menurut kita tidak berakal dan kurang cerdas dapat memikirkan perincian yang begitu rumit? Tingkah laku burung-burung ini bisa dibandingkan dengan para insinyur yang selama bertahun-tahun belajar dan berlatih di bidang mereka. Ketika membangun sebuah rumah, para insinyur mempertimbangkan perincian seperti kekuatan bangunan, bahan-bahan yang digunakan dan lokasinya; setelah itu baru pembangunan dapat dimulai. Seperti yang telah kalian lihat pada contoh-contoh di atas, burung juga membangun sarang mereka menurut sebuah perencanaan. Namun, mereka tidak memerlukan peralatan pembangunan atau pendidikan. Mereka bertindak berdasarkan ilham Allah dan mengerjakan tugas-tugas mereka dengan mudah. Burung-burung ini dan apa yang mereka kerjakan merupakan bukti penciptaan Allah yang begitu sempurna. Pastilah Allah, Yang Maha Tahu, yang telah mengilhami mereka untuk melakukan semuanya.

 

sumber : harun yahya 2007

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala
yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha
Kaya lagi Maha Terpuji
(QS Al-Hajj: 64)

KERJASAMA SEMUT DAN BURUNG YANG MENAKJUBKAN

 

Manusia terlambat menyadari sifat-sifat cahaya. Namun, semut telah mengetahui dan memanfaatkan salah satu sifat cahaya yang tidak diketahui oleh manusia, sejak semut terlahir ke dunia. Sudah pasti, bentuk sempurna seperti mata semut ini tidak mungkin muncul karena kebetulan-kebetulan yang terjadi secara acak. Mata semut harus tetap seperti itu sejak semut itu ada. Jika tidak, semut tidak akan dapat kembali ke sarangnya di tengah panasnya gurun, dan tidak dapat bertahan. Pastilah mata seluruh semut gurun telah dilengkapi dengan sistem ini sejak hari pertama mereka muncul ke dunia. Allah, Yang Maha Mengetahui, menciptakan mata ini untuk mereka.

 

Mikroba (makhluk-makhluk yang amat kecil) yang mengancam kesehatan kita dan menyebabkan penyakit, ada di mana-mana. Mikroba-mikroba ini merupakan bahaya bagi makhluk hidup lainnya, sebagaimana pada manusia. Karenanya, makhluk-makhluk ini juga perlu melindungi diri mereka seperti kita, manusia. Ketika makhluk hidup diamati, kita akan melihat bahwa mereka menggunakan beberapa cara untuk melindungi diri dari mikroba. Misalnya, semut menghasilkan sejenis cairan asam yang melumpuhkan mikroba.

Semut, yang tubuhnya sangat kecil, menyadari bahaya mikroba bagi mereka. Karena itu, mereka melakukan tindakan pencegahan yang sesuai. Mereka menghasilkan sejenis asam yang melumpuhkan mikroba. Allah mengilhami semut untuk melakukan ini.

Bagaimana semut kecil ini mampu bertindak secerdas itu? Pastilah otak semut tidak sepandai itu. Seekor semut tidak dapat mengetahui apakah yang dihadapinya adalah mikroba atau bukan. Pertama-tama, semut harus memeriksa mikroba tersebut dan mencari zat yang dapat melumpuhkannya. Namun, bagaimana semut mampu menentukan zat ini? Mari kita pikirkan bersama. Manusia diberi suntikan guna melawan mikroba-mikroba tertentu. Namun, vaksin-vaksin ini dipersiapkan di laboratorium sebagai hasil dari penelitian dan beragam percobaan.

Tambahan lagi, para pakar perlu melakukan penelitian terlebih dahulu atau vaksin tersebut tidak akan ada gunanya, bahkan berbahaya bagi manusia. Semut, di sisi lain, tidak memiliki pengetahuan semacam itu, dan tidak dilatih terlebih dahulu. Mereka tidak mungkin pergi ke sebuah laboratorium dan melakukan penelitian. Bahkan tidak masuk akal untuk memikirkan itu. Jelas bahwa semut lahir ke dunia tanpa mengetahui semua hal yang mereka lakukan.

Pengetahuan ini diajarkan kepada semut oleh Yang Melebihi Segalanya: Allah, Pemimpin seluruh dunia dan Pencipta segalanya, menyampaikan kepada semut cara melindungi diri mereka dari mikroba. Kini, mari kita jadikan burung sebagai contoh makhluk hidup yang harus dilindungi dari mikroba. Mikroba mengganggu burung-burung juga, namun burung tidak memiliki sistem dalam tubuh mereka untuk menghasilkan zat-zat pelindung seperti yang dilakukan oleh semut. Maka, burung pun menemukan cara lain namun sama praktisnya untuk mengatasi masalah ini. Mereka mendatangi sarang semut, dan berbaring di atasnya, menanti semut berjalan melewati bulu-bulu mereka. Semut-semut yang mencari makanan berjalan di antara bulu-bulu burung, melumuri bulu burung dengan zat pembunuh mikroba dari tubuh mereka. Dengan cara itu, burung tersebut dibersihkan dari mikroba. Bagaimana burung-burung itu bisa tahu bahwa semut menghasilkan zat semacam itu, yang dapat menyingkirkan mikroba dari tubuh mereka?

Manusia baru mengetahui bahwa semut memiliki sistem perlindungan semacam ini setelah melakukan begitu banyak penelitian. Banyak orang (selain dari yang memiliki pengetahuan khusus tentang binatang) yang masih tidak menyadarinya. Mungkin kalian juga baru mengetahuinya melalui buku ini. Akan tetapi, burung telah mengetahui ciri semut sejak mereka ditetaskan. Tak seorang pun mengajari mereka cara melakukannya, bahwa mereka dapat memanfaatkan semut untuk membersihkan diri dari mikroba.

Kenyataan bahwa burung dapat mengetahui tentang zat yang dihasilkan dalam tubuh semut, dan mengetahui bagaimana memanfaatkannya, membawa kita pada satu kenyataan tunggal: Allah telah mengajarkan informasi ini pada semut dan burung. Allah telah mengungkapkan bahwa setiap makhluk berada di bawah perintah-Nya:

… Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang
melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda
(kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini
(QS Al-Jaatsiyah: 4)
sumber : harun yahya 2007

CARA-CARA HEWAN MELINDUNGI DIRI

 

Langkah-langkah yang dilakukan oleh makhluk hidup untuk melindungi dirinya merupakan salah satu keajaiban alam. Banyak makhluk memiliki kemampuan untuk memperkirakan bahaya yang mungkin datang dan melakukan beragam cara untuk melindungi diri. Misalnya, rayap yang telah kita bahas di atas membangun dinding sarang yang begitu tebal dan keras sehingga sulit dihancurkan oleh beliung sekalipun. Burung weaverbird, sejenis kutilang, membangun pintu masuk sarang mereka sedemikian rupa untuk mencegah masuknya ular, musuh utama mereka. Beberapa laba-laba memiliki ruang-ruang khusus dalam sarang mereka, sehingga binatang-binatang lain yang memasuki sarang itu akan terkurung. Sarang-sarang lebah juga berfungsi untuk memberi pengamanan khusus. Lebah-lebah yang ditugaskan untuk menjaga sarangnya tidak akan membiarkan siapa pun, kecuali anggota koloni, untuk memasuki sarang mereka. Ketika seekor penjaga jauh dari sarang, lebah pekerja lain mendatangi pintu masuk dan mengambil alih tugas penjaga itu. Para lebah penjaga menjalankan tugas mereka dengan risiko mengorbankan nyawa mereka sendiri.

Berang-berang membangun rumah mereka di bawah air. Untuk memasukinya, berang-berang harus melewati sebuah lorong rahasia yang hanya diketahui oleh berang-berang yang membangun rumah itu. Di ujung lorong, terdapat sebuah kamar yang ditinggali berang-berang bersama anak-anak mereka. Contoh-contoh semacam ini sudah cukup bagi kita untuk memahami adanya kecerdasan dalam tindakan makhluk hidup ini, dan adanya cara yang tepat untuk melindungi diri mereka sendiri. Selain itu, kalian mungkin dapat melihat bahwa musuh suatu jenis makhluk hidup bisa jadi adalah jenis makhluk lain. Namun, setiap makhluk mengetahui siapa musuh mereka dengan baik, dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang seksama untuk mengatasinya.

Sangat mengejutkan bahwa seekor rayap atau burung, meskipun bukanlah makhluk cerdas, dapat mengetahui ciri-ciri makhluk lain. Untuk memahami ini dengan lebih baik, pikirkanlah diri kalian sendiri. Dapatkah kalian langsung mengetahui dengan sekilas pandang sifat-sifat seekor binatang yang tidak kalian ketahui, atau belum pernah kalian lihat sebelumnya? Dapatkah kalian mengetahui apa makanannya, bagaimana caranya berburu, dan apa yang ditakutinya? Tentu saja kalian tidak bisa mengetahuinya begitu saja. Kalian membutuhkan sebuah buku untuk mendapatkan informasi tentang makhluk itu, atau seseorang untuk memberitahukan sifat-sifat makhluk itu pada kalian.

Tetapi, bagaimana mungkin binatang-binatang ini mampu mendapatkan informasi tentang makhluk-makhluk lain? Mungkinkah mereka telah mengenal siapa musuh mereka, kemudian melakukan suatu penelitian tentang perilaku dan cara berburu yang dilakukan musuh-musuhnya, sehingga berdasarkan hasil penelitian itu mereka dapat melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat? Jelas tidak. Tidak ada hewan yang memiliki kecerdasan dan bakat untuk melakukan penelitian seperti itu. Juga tidak akan masuk akal dan omong kosong jika kita berpikir bahwa binatang mendapatkan informasi tentang musuh-musuh mereka secara kebetulan, karena kegagalan pada upaya pertama akan berarti kematian. Tidak diragukan lagi, Allah-lah yang menentukan tindakan perlindungan diri yang digunakan hewan-hewan ini. Allah juga yang membuat mereka bertindak sesuai dengan kebutuhan. Kenyataan bahwa tidak hanya binatang-binatang di sekitar kita saja yang melakukan langkah-langkah cerdas seperti itu, tapi juga semua makhluk hidup di bumi ini, menunjukkan kebijaksanaan dan kekuasaan Allah yang tak terhingga

RAYAP-RAYAP BUTA MEMBANGUN GEDUNG PENCAKAR LANGIT

 

Rayap adalah binatang kecil seperti semut, dan mereka sangat terampil. Sarang-sarang yang kalian lihat di gambar-gambar yang tampak seperti menara tinggi itu dibangun oleh makhluk-makhluk kecil ini. Tetapi, jangan salah, ini bukanlah sarang biasa. Rayap membangunnya sesuai dengan perencanaan tertentu. Kamar-kamar khusus bagi rayap-rayap muda, tempat penanaman jamur, dan ratu rayap adalah sedikit contoh saja dari bagian dalam sarang rayap. Lebih penting lagi, sarang rayap juga membangun suatu sistem pertukaran udara khusus. Rayap, yang berkulit sangat tipis, membutuhkan udara lembab. Karena itu, mereka harus mempertahankan suhu dan kelembaban sarang pada tingkat tertentu. Kalau tidak, rayap akan mati.

Untuk itu rayap mengupayakan agar udara beredar di sarangnya melalui saluran-saluran khusus dan menggunakan air dari saluran bawah tanah yang telah mereka gali. Dengan cara itulah mereka mengatur suhu dan kelembaban sarangnya. Pernahkah kalian menyadari betapa sulitnya mengerjakan hal ini? Pernahkah kalian menyadari bahwa untuk itu rayap harus melakukan berbagai hal yang harus dipikirkan seksama dan secara bersamaan pula? Selain itu, yang telah kita baca sejauh ini baru sebatas kesimpulan dari berbagai hal yang dilakukan rayap. Keistimewaan rayap lainnya adalah cara mereka mempertahankan sarang, yang tingginya mencapai lebih dari tujuh meter. Rayap tahu bahwa ada lubang di dinding sarangnya. Dengan memukulkan kepala ke dinding sarang, rayap penjaga memberi peringatan pada seluruh anggota koloni (masyarakat) rayap.

Karena mendengar peringatan ini, larva-larva (rayap-rayap yang masih bayi) dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Pintu masuk ke kamar raja dan ratu lantas ditutup dengan dinding yang dibangun dengan cepat. Bagian yang rusak dijaga oleh rayap-rayap penjaga, yang diikuti oleh rayap pekerja yang membawa bahan-bahan untuk memperbaiki dinding kembali. Dalam beberapa jam, wilayah yang rusak telah ditutupi dengan timbunan bahan tersebut. Kemudian, bilik-bilik bagian dalam dibangun. Rayap bertindak atas dasar rencana yang telah dibuat sebelumnya. Setiap anggota koloni mengerjakan tugasnya tanpa menyebabkan kekacauan apa pun.

Kemampuan rayap untuk melakukan semua ini dalam waktu yang sangat singkat adalah bukti adanya komunikasi sempurna di antara rayap-rayap. Namun, ada hal yang jauh lebih menakjubkan tentang rayap-rayap yang membangun keteraturan seperti ini, membangun tempat tinggal seperti gedung-gedung pencakar langit, dan melakukan tindakan pengamanan untuk melindungi koloni mereka. Rayap-rayap itu, ternyata, BUTA. Mereka tidak melihat apa pun saat mengerjakan tugas-tugas ini. Bagaimana makhluk-makhluk ini bisa begitu ahli dan mampu membuat perencanaan seperti itu? Jawaban yang diberikan oleh pakar-pakar evolusi adalah bahwa semua itu terjadi “secara kebetulan”. Jawaban ini tidak benar. Mengapa? Karena bahkan satu hal saja dari keteraturan koloni rayap ini, misalnya saluran peredaran udara, sudah cukup untuk membuktikan bahwa sistem ini tidak bisa terjadi secara kebetulan saja. Pastilah rayap-rayap buta ini tidak dapat memastikan keteraturan yang sempurna ini dan tidak mampu melakukan seluruh pekerjaan ini tanpa cela. Pastilah mereka telah diajari untuk melakukannya.

Allah telah menyebutkan beberapa hewan di dalam Al Qur’an dan mengajak kita untuk merenungkan contoh-contoh tersebut. Misalnya, lebah madu dijadikan contoh dalam Surat An-Nahl. Dalam ayat ini, kita diberitahu bahwa lebah-lebah yang menghasilkan madu untuk kita diajari untuk melakukan hal itu oleh Allah. Ayat-ayatnya adalah:

Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Kemudian, makanlah dari setiap (macam-macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada hal seperti itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan (QS An-Nahl: 68-69).

Seperti lebah-lebah yang disebutkan di dalam ayat-ayat di atas, rayap hidup menurut cara yang diajarkan Allah dan difirmankan kepada mereka. Allah-lah Yang menciptakan komunikasi sempurna di antara makhluk-makhluk buta ini, mengajari mereka apa yang harus dilakukan, dan menyuruh setiap anggota jutaan rayap yang tergabung dalam sebuah koloni mengerjakan tugas mereka.

Hai Manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu.
Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan
rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada
Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Mengapa
kamu berpaling (dari ketauhidan)?
(QS Faathir:3)
sumber : harun yahya,2007

Never do the abortion!!

Mama sayang,

Aku di surga sekarang, duduk di pangkuan Tuhan.
Ia mengasihiku dan menangis bersamaku sebab
pedih pilu hatiku. Begitu ingin aku menjadi putri
mungil mu.

Tidak terlalu mengerti aku akan apa yang telah
terjadi. Aku begitu bergairah ketika mulai
menyadari
keberadaanku. Aku ada di suatu tempat yang
gelap, namun nyaman. Aku melihat aku punya jari-
jari dan jempol. Aku cantik seturut
perkembanganku, tapi belum siap meninggalkan
tempatku.

Aku menghabiskan sebagian besar waktuku
dengan berpikir atau tidur. Bahkan sejak hari-hari
pertamaku, aku merasakan ikatan istimewa antara
engkau dan aku.

Kadang aku mendengarmu menangis, dan aku
menangis bersamamu.

Kadang engkau berteriak dan memaki, lalu aku
menangis.

Aku dengar Papa memaki balik.

Aku sedih dan berharap engkau akan segera baik
kembali.

Aku heran mengapa engkau begitu sering
menangis.

Suatu hari engkau menangis hampir sepanjang
hari.

Pilu hatiku karenanya.

Tak dapat kubayangkan mengapa engkau begitu
berduka.

Pada hari itu juga, hal yang paling mengerikan
terjadi.

Suatu monster yang amat keji masuk ke tempat
hangat dan nyaman di mana aku berada.

Aku sangat takut, aku mulai menjerit, tapi tak
sekalipun engkau berusaha menolong. Mungkin
engkau tak pernah mendengarku……..

Monster itu semakin lama semakin dekat
sementara
aku terus berteriak, “Mama, Mama, tolong aku…..,
Mama……tolong aku.”

Suatu teror yang ngeri aku rasakan. Aku berteriak
dan berteriak…….hingga tak sanggup lagi. Lalu
monster itu mulai mencabik lenganku. Sungguh
sakit rasanya, sakit yang tak kan pernah dapat
kuungkapkan dengan kata. Monster itu tidak
berhenti. Oh….bagaimana aku harus mohon agar ia
berhenti. Aku menjerit sekuat tenaga sementara ia
mencabik putus kakiku.

Sepenuhnya aku dalam kesakitan, aku sekarat.

Aku tahu tak kan pernah aku melihat wajahmu atau
mendengarmu membisikkan betapa engkau
mengasihiku.

Aku ingin menghapus butir-butir air matamu.

Aku punya begitu banyak rencana untuk
membuatmu bahagia, Mama….Tapi aku tak dapat.
Mimpi-mimpiku musnah sudah.

Walau menanggung sakit tak terperi pedih dan
pilunya hati kurasakan melampaui segalanya.
Lebih dari segalanya aku ingin menjadi putrimu.

Tak ada gunanya sekarang, aku meregang nyawa
dalam sengsara tak terkatakan. Hanya hal-hal
buruk yang terlintas di benakku. Begitu ingin aku
mengatakan bahwa aku mengasihimu, sebelum
aku pergi. Tapi, aku tak tahu kata-kata yang dapat
engkau mengerti.

Dan segera saja, aku tak lagi punya napas untuk
mengatakannya; aku mati.

Aku merasa diriku terangkat, seorang malaikat
besar membawaku ke suatu tempat yang besar
dan indah. Aku masih menangis, tapi segala rasa
sakit tubuhku sirna sudah. Malaikat membawaku
kepada Tuhan dan membaringkanku dalam pelukan
Nya. Tuhan mengatakan bahwa Ia mencintaiku.
Lalu, aku merasa bahagia. Kutanya pada-Nya, apa itu yang
membunuhku.

Jawab-Nya,
“Aborsi, Aku menyesal anak-Ku; karena Aku tahu
bagaimana ngeri rasanya.”

Aku tidak tahu apa itu aborsi; Aku pikir mungkin
nama monster itu.

Aku menulis untuk mengatakan betapa aku
mengasihimu……dan mengatakan padamu betapa
ingin aku menjadi putri mungilmu.

Aku telah berjuang sehabis-habisnya untuk hidup,
aku ingin hidup……! Kuat keinginanku, tapi aku tak
mampu; monster itu terlalu kuat…Dicabik-cabiknya
lengan dan kakiku dan akhirnya seluruh
tubuhku…..
Tak mungkin bagiku untuk hidup. Aku hanya ingin
engkau tahu bahwa aku berusaha tinggal
bersamamu. Aku tidak mau mati! Juga Mama,
berhati-hatilah terhadap monster bernama aborsi itu.
Mama aku mengasihimu…..Aku sedih engkau harus
menanggung rasa sakit seperti yang kualami.

Berhati-hatilah,

Peluk cium,
Bayi Perempuanmu………

sumber: Silent Scream of a Baby