Posts Tagged ‘gizi’

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

  1. DEFINISI

Tolok Ukur Bayi Gizi Baik :

  1. Terjadi pertumbuhan berat badan, dengan patokan:
    1. 0-3 bulan pertama, rata-rata 30 gram per hari, minimal 20 g.
    2. 3-6 bulan pertama itu, sekitar 20 gr per hari
    3. 6-12 bulan, sekitar 15-20 gr  per hari.
    4. Tinggi dan berat badan bayi proporsional. Rangenya, 90%-110%  dari  proporsi tinggi dan berat badan ideal.

 

Ada satu kurva atau grafik untuk melihat apakah bayi menjadi lebih kurus atau tidak. Pencatatan biasanya dilakukan setiap bulan, sehingga akan tampak bagaimana grafik pertumbuhan badan si bayi.

 

Normalnya, berat badan (BB) bayi baru lahir harus mencapai 2.500 gram. Tidak terlalu besar, juga tak kelewat kecil. Sebab kalau terlalu kecil, dikhawatirkan organ tubuhnya tak dapat tumbuh sempurna sehingga dapat membahayakan sang bayi sendiri. Sebaliknya, terlalu besar juga ditakutkan sulit lahir dengan jalan normal dan mesti lewat operasi sesar.

 

Pertambahan BB bayi bisa dilihat per triwulan. Pada triwulan I, kenaikan BB berkisar 150-250 gram/minggu, triwulan II kenaikannya 500-600 gram/bulan, triwulan III naik 350 – 450 gram/bulan, dan triwulan IV sekitar 250-350 gram/bulan.

 

Jelas terlihat,triwulan I pertambahan BB berlangsung lebih cepat dibanding dengan triwulan II, III, dan IV. Ini wajar karena pertumbuhan BB di bulan berikutnya lebih rendah dari bulan sebelumnya. Namun bila pertumbuhan BB berkurang secara drastis, bisa dijadikan ancang-ancang untuk melakukan tindakan lanjutan.

 

Umumnya, acuan untuk melihat normal-tidaknya BB adalah saat usianya mencapai 6 bulan dan 1 tahun. Di usia 6 bulan, BB bayi harus mencapai 2 kali lipat berat lahir dan menjadi 3 kali lipatnya pada usia 1 tahun. Kurang dari ini, maka BB nya bisa disebut rendah atau termasuk bayi kurus.

 

Meski saat lahir BB-nya normal, belum tentu juga selanjutnya perkembangan BB-nya akan normal sesuai dengan pertumbuhannya. Pada fase tertentu, ada kecenderungan pertambahan berat badan bayi akan melambat. Antara 1 sampai 6 bulan, pertambahan BB bayi terbilang cepat,tapi di atas 6 bulan, pertambahannya melambat. Ini terjadi hampir pada seluruh bayi. Salah satu penyebabnya, karena pada tahap ini biasanya bayi sudah lebih banyak bergerak dan pertumbuhannya mengarah ke pertinggian badan.

 

Bila pertambahan BB bayi di usia 6 bulan, misalnya, menjadi tidak normal alias tidak bertambah atau malah berkurang, perlu dilihat penyebabnya. Mungkin ada penyakit yang bersarang di tubuhnya semisal penyakit infeksi terutama TBC dan diare. Penyakit membuat nafsu makan anak berkurang dan akhirnya BB-nya tak mau naik.

 

 

  1. PENYEBAB GIZI BURUK

Gizi buruk dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait. Secara garis besar penyebab anak kekurangan gizi disebabkan karena asupan makanan yang kurang atau anak sering sakit / terkena infeksi.

 

  1. Asupan makanan yang kurang disebabkan oleh banyak faktor antara lain :
  1. Tidak tersedianya makanan secara adekuat

Tidak tersedinya makanan yang adekuat terkait langsung dengan kondisi sosial ekonomi. Kadang kadang bencana alam, perang, maupun kebijaksanaan politik maupun ekonomi yang memberatkan rakyat akan menyebabkan hal ini. Kemiskinan sangat identik dengan tidak tersedianya makan yang adekuat. Data Indonesia dan negara lain menunjukkan bahwa adanya hubungan timbal balik antara kurang gizi dan kemiskinan. Kemiskinan merupakan penyebab pokok atau akar masalah gizi buruk. Proporsi anak malnutrisi berbanding terbalik dengan pendapatan. Makin kecil pendapatan penduduk, makin tinggi persentasi anak yang kekurangan gizi.

 

  1. Anak tidak cukup mendapat makanan bergizi seimbang

Makanan alamiah terbaik bagi bayi yaitu Air Susu Ibu, dan sesudah usia 6 bulan anak tidak mendapat Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, baik jumlah dan kualitasnya akan berkonsekuensi terhadap status gizi bayi. MP-ASI yang baik tidak hanya cukup mengandung energi dan protein, tetapi juga mengandung zat besi, vitamin A, asam folat, vitamin B serta vitamin dan mineral lainnya. MP-ASI yang tepat dan baik dapat disiapkan sendiri di rumah. Pada keluarga dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah seringkali anaknya harus puas dengan makanan seadanya yang tidak memenuhi kebutuhan gizi balita karena ketidaktahuan.

 

  1. Pola makan yang salah.

Suatu studi “positive deviance” mempelajari mengapa dari sekian banyak bayi dan balita di suatu desa miskin hanya sebagian kecil yang gizi buruk, padahal orang tua mereka semuanya petani miskin. Dari studi ini diketahui pola pengasuhan anak berpengaruh pada timbulnya gizi buruk. Anak yang diasuh ibunya sendiri dengan kasih sayang, apalagi ibunya berpendidikan, mengerti soal pentingnya ASI, manfaat posyandu dan kebersihan, meskipun sama-sama miskin, ternyata anaknya lebih sehat. Unsur pendidikan perempuan berpengaruh pada kualitas pengasuhan anak. Sebaliknya sebagian anak yang gizi buruk ternyata diasuh oleh nenek atau pengasuh yang juga miskin dan tidak berpendidikan. Banyaknya perempuan yang meninggalkan desa untuk mencari kerja di kota bahkan menjadi TKI, kemungkinan juga dapat menyebabkan anak menderita gizi buruk.

 

  1. Kebiasaan, mitos ataupun kepercayaan / adat istiadat masyarakat tertentu yang tidak benar dalam pemberian makan akan sangat merugikan anak .

Misalnya kebiasaan memberi minum bayi hanya dengan air putih, memberikan makanan padat terlalu dini, berpantang pada makanan tertentu ( misalnya tidak memberikan anak anak daging, telur, santan dll) , hal ini menghilangkan kesempatan anak untuk mendapat asupan lemak, protein maupun kalori yang cukup.

  1. Dipengaruhi saat masih berada dalam kandungan.

Inilah yang sangat menentukan karena di situlah pembentukan dan pertumbuhan organ tubuh dimulai. Kandungan yang sehat ditentukan oleh ibu yang sehat. Bila ibu menderita penyakit, semisal infeksi paru, kondisi janin pun ikut terpengaruh. Darah yang tersuplai ke tubuh janin bisa saja menjadi jalan untuk mewarisi penyakit yang diderita ibunya.

  1. Asupan nutrisi yang dikonsumsi ibu ketika hamil.

Biasanya, berkurangnya nutrisi yang dikonsumsi si ibu, otomatis berkurang pula asupan nutrisi pada janin yang ditransportasikan lewat plasenta. Kekurangan ini bisa disebabkan karena ibu sulit sekali untuk mengkonsumsinya kala sakit selama hamil atau memang malas memperhatikan nutrisi yang diperlukan semasa hamil. Gara-gara kurang nutrisi inilah, bayi bisa mengalami BB rendah dan tampak kurus.

 

  1. Sering sakit (frequent infection)

 

Menjadi penyebab terpenting kedua kekurangan gizi, apalagi di negara negara terbelakang dan yang sedang berkembang seperti Indonesia, dimana kesadaran akan kebersihan / personal hygine yang masih kurang, serta ancaman endemisitas penyakit tertentu, khususnya infeksi kronik seperti misalnya tuberculosis (TBC) masih sangat tinggi. Kaitan infeksi dan kurang gizi seperti layaknya lingkaran setan yang sukar diputuskan, karena keduanya saling terkait dan saling memperberat. Kondisi infeksi kronik akan meyebabkan kurang gizi dan kondisi malnutrisi sendiri akan memberikan dampak buruk pada sistem pertahanan sehingga memudahkan terjadinya infeksi.

 

 

  1. TANDA DAN GEJALA

Penggunaan kartu menuju sehat dan pemberian makanan tambahan di posyandu perlu digalakkan lagi. Tindakan cepat pada balita yang 2x berturut-turut tidak naik timbangan berat badan untuk segera mendapat akses pelayanan dan edukasi lebih lanjut, dapat menjadi sarana deteksi dan intervensi yang efektif.

Balita Gizi Buruk adalah anak yang berusia 0-5 tahun yang BB/Unya – 3 SD dan mempunyai tanda-tanda klinis (marasmus, kwashiorkor, dan marasmik-kwashiorkor)

 

Tanda-tanda Kwashiorkor :

  1. Edema umumnya di seluruh tubuh terutama pada kaki ( dorsum pedis )
  2. Wajah membulat dan sembab
  3. Otot-otot mengecil, lebih nyata apabila diperiksa pada posisi berdiri dan duduk,

anak berbaring terus menerus.

  1. Perubahan status mental : cengeng, rewel kadang apatis.
  2. Anak sering menolak segala jenis makanan ( anoreksia ).
  3. Pembesaran hati
  4. Sering disertai infeksi, anemia dan diare / mencret.
  5. Rambut berwarna kusam dan mudah dicabut.
  6. Gangguan kulit berupa bercak merah yang meluas dan berubah menjadi hitam

terkelupas ( crazy pavement dermatosis ).

  1. Pandangan mata anak nampak sayu.

 

Tanda-tanda Marasmus :

  1. Anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit.
  2. Wajah seperti orangtua
  3. Cengeng, rewel
  4. Perut cekung.
  5. Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada.
  6. Sering disertai diare kronik atau konstipasi / susah buang air, serta penyakit kronik.
  7. Tekanan darah, detak jantung dan pernafasan berkurang.

 

Tanda-tanda Marasmus-Kwashiorkor :

Tanda-tanda marasmus – kwashiorkor  merupakan gabungan tanda-tanda dari marasmus dan kwashiorkor.

 

  1. JENIS-JENIS KEKURANGAN GIZI

Kurang gizi biasanya ditandai dengan adanya kekurangan zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral. Sementara karbohidrat, protein dan lemak adalah 3 unsur pokok yang makro. ”Itu semua sudah terkandung di ASI. Pada 6 bulan pertama, kalau ibunya sehat, anaknya sehat dan bisa mengkonsumsi ASI, suplemen tidak perlu lagi,” tegas Tinuk lagi.

 

zat gizi yang dibutuhkan oleh pertumbuhan anak, harus mengacu pada pola gizi lengkap dan seimbang, dan tidak mengacu pada keunggulan satu jenis makanan saja. Jika diduga terjadi malnutrisi, untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan darah atau air kemih guna mengukur kadar zat gizi.

 

  1. Kekurangan vitamin E

Kekurangan vitamin E relatif sering dijumpai pada bayi prematur karena penghantaran vitamin-vitamin yang larut dalam lemak oleh plasenta tidak berlangsung terlalu baik dan keadaan ini semakin diperburuk oleh prematuritas bayi. Susu formula yang kaya akan asam lemak tak jenuh ganda menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan vitamin E, terutama pada bayi prematur yang tidak mampu menyerap vitamin E.

 

Kekurangan vitamin E juga bisa terjadi pada anak-anak yang menderita penyakit yang menyebabkan gangguan penyerapan lemak, seperti fibrosis kistik dan kelainan genetik tertentu. Pemberian zat besi yang berlebihan juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin E.

 

Bayi prematur yang menderita kekurangan vitamin E, pada usia 6-10 minggu bisa mengalami kelemahan otot disertai anemia hemolitik, akibat berkurangnya kadar vitamin E dalam darah. Hal ini bisa diatasi dengan pemberian vitamin E. Kekurangan vitamin E memegang peran penting dalam terjadinya retinopati pada prematuritas, yaitu suatu kelainan mata yang akan semakin memburuk jika bayi terkena oksigen kadar tinggi di dalam inkubator.

 

Anak-nak yang menderita malabsorbsi usus bisa mengalami kekurangan vitamin E yang berat, yang menyebabkan sejumlah gejala neurologis (saraf), seperti berkurangnya refleks, kesulitan dalam berjalan, penglihatan ganda, hilangnya sensasi posisi dan kelemahan otot. Gejala-gejala tersebut akan memburuk secara progresif, tetapi dapat diatasi dengan pengobatan.

 

  1. Kekurangan vitamin K

Pada bayi baru lahir, bentuk kekurangan vitamin K yang sering ditemukan adalah penyakit hemoragik pada bayi baru lahir. Penyakit ini terjadi karena:

  1. Plasenta tidak terlalu baik dalam menghantarkan lemak (termasuk vitamin yang larut dalam lemak)
  2. Hati bayi yang baru lahir masih kurang matang untuk menghasilkan sejumlah protrombin (salah satu faktor pembekuan darah)
  3. Air susu ibu mengandung sedikit vitamin K, yaitu hanya 1-3 mikrogram/L, sedangkan susu sapi mengandung 5-10 mikrogram/L
  4. Pada beberapa hari pertama kehidupan bayi, di dalam ususnya belum ditemukan bakteri penghasil vitamin K.

 

Penyakit hemoragik pada bayi baru lahir biasanya terjadi pada hari ke 1-7. Gejalanya berupa perdarahan di dalam kulit, di dalam lambung atau di dalam dada. Pada kasus yang sangat berat, perdarahan bisa terjadi di dalam otak. Penyakit hemoragik lanjut timbul pada usia 1-3 bulan dan menyebabkan gejala yang sama dengan penyakit hemoragik pada bayi baru lahir. Penyakit ini biasanya berhubungan dengan malabsorbsi atau penyakit hati.

 

Angka kejadian kedua penyakit hemoragik tersebut meningkat pada bayi-bayi yang ketika masih berada dalam kandungan, ibunya mengkonsumsi:

  1. obat anti-kejang hidantoin (misalnya phenitoin)
  2. antibiotik cephalosporin
  3. antikoagulan kumarin (misalnya warfarin).

 

Untuk mencegah terjadinya penyakit hemoragik pada bayi baru lahir, dianjurkan untuk memberikan suntikan vitamin K melalui otot dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. Pemberian melalui mulut tidak dianjurkan karena penyerapannya bervariasi dan keberadaanya di dalam tubuh tidak dapat diramalkan.

 

 

  1. Skurvi infantil

Skurvi Infantil adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh tidak adekuatnya asupan vitamin C (asam askorbat), karena pemakaian susu formula yang hanya mengandung sedikit vitamin C. Penyakit ini biasanya timbul pada usia 6-12 bulan. Gejala awal berupa rewel, nafsu makan yang buruk dan berat badan tidak bertambah. Jika digerakkan, bayi akan menjerit dan tidak mau menggerakkan tungkainya karena nyeri akibat perdarahan di bawah lapisan tipis pada jaringan pembungkus tulang.

 

Pada anak-anak yang lebih besar, perdarahan bisa terjadi di bawah kulit; gusi di sekeliling gigi yang sedang tumbuh juga mudah berdarah. Vitamin C penting untuk pembentukan jaringan ikat (jaringan yang mengikat struktur tubuh), skurvi bisa menyebabkan kelainan pada tulang rusuk dan pada tulang panjang tungkai. Pada tulang rusuk, persambungan diantara tulang dan tulang rawan melebar, membentuk sederetan benjolan yang disebut tasbih skorbutik. Skurvi juga menyebabkan terganggunya proses penyembuhan luka.

 

Skurvi bisa dicegah dengan memberikan vitamin C yang adekuat, sumber yang sangat baik adalah buah-buahan dan jus asam (lemon, jeruk). Kepada bayi yang diberi susu formula, sebaiknya diberikan vitamin C sebanyak 35 mgr/hari (sama dengan 85 gram jus jeruk/lemon). Ibu yang menyusui sebaiknya mengkonsumsi vitamin C sebanyak 100 mg/hari. Untuk mengobati skurvi, diberikan vitamin C sebanyak 100-200 mgr/hari selama 1 minggu, selanjutnya diberikan 50 mg/hari.

 

  1. Kekurangan asam lemak esensial

Asam lemak esensial terdiri dari:

  1. asam linoleat
  2. asam linolenat
  3. asam arakidonat
  4. asam eikopentaenoat
  5. asam dokosaheksaenoat.

 

Asam lemak esensial harus terkandung di dalam makanan sehari-hari. Di dalam tubuh, asam arakidonat bisa dibuat dari asam linoleat; asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksaenoat dapat dibuat dari asam linolenat.

 

Asam linoleat dan asam linolenat bisa ditemukan dalam minyak sayur (misalnya minyak jagung, minyak biji kapas dan minyak kadang kedele); sedangkan asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksaenoat ditemukan dalam minyak ikan.

Asam lemak esensial penting untuk berbagai proses fisiologis, termasuk mempertahankan keutuhan kulit dan struktur selaput sel serta mensintesa senyawa biologis aktif yang penting (misalnya prostaglandin dan leukotrien).

 

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa asam lemak esensial penting untuk perkembangan penglihatan yang normal pada bayi. Kekurangan asam linoleat bisa terjadi pada bayi yang susu formulanya mengandung sedikit asam lemak tak jenuh ganda.

 

Gejalanya berupa kulit kering dan bersisik yang kemudian akan mengelupas. Dari lipatan kulit (terutama di sekitar anus) keluar cairan yang menyerupai nanah. Kekurangan asam lemak esensial juga dapat menyebabkan perubahan yang berarti pada proses metabolisme, yang mempengaruhi kandungan lemak dalam darah, fungsi trombosit, respon peradangan dan respon kekebalan tertentu.

 

Gejala yang sama dapat ditemukan pada pasen yang menerima makanan melalui infus dalam jangka panjang tetapi tidak mendapatkan asam lemak esensial. Jika asam linolenat tidak terkandung dalam makanan yang diberikan melalui infus jangka panjang, maka akan terjadi komplikasi neurologis berupa mati rasa, kelemahan, tidak dapat berjalan, nyeri tungkai dan pandangan kabur, disertai kadar asam linolenat yang sangat rendah dalam darah. Gejala-gejala tersebut akan menghilang setelah diberikan asam linolenat

 

 

  1. PENANGANAN

 

Bayi dengan BB rendah berisiko terserang penyakit lebih besar dibanding dengan yang punya BB normal. Meski belum tentu begitu jika memang kesehatannya baik-baik saja, namun bila terlalu kurus, segera konsultasi ke dokter.

 

Untuk kembali ke kondisi normal, waktu yang diperlukan sangat relatif. Bila penanganannya dilakukan dengan kontinyu dan serius, mungkin lebih cepat. Begitu pula sebaliknya. Tetapi, bila bayi kurus tak segera diobati, dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi.

 

Untuk mengembalikannya menjadi normal harus dilihat apa yang menjadi sebabnya. Jika penyebabnya karena penyakit, si penyakit harus disembuhkan secara total. Pada saat yang sama pula, bayi diberi nutrisi yang cukup agar ia tidak jadi kurus. Sebab, jika bayi kena infeksi dan dibiarkan tanpa ada tindakan tepat hingga akhirnya menimbulkan masalah kekurangan gizi, misalnya, bakal sulit meningkatkan BB-nya. Penanganannya pun akan menjadi lebih kompleks.

 

Jika berbagai upaya sudah dilakukan tapi bayi tetap kurus, berarti ada masalah utama yang tidak teratasi. Karena itu mencari penyebabnya menjadi sangat penting agar dapat dilakukan tindakan yang tepat. Mungkin tidak hanya faktor penyakit infeksi atau nutrisi, pengetahuan ibu dalam hal pemberian makanan, lingkungan yang tidak mendukung, juga penting untuk diketahui.

 

Pada kasus lain,bayi sulit makan sehingga gizi yang dibutuhkannya pun sulit sekali masuk. Mungkin karena anak alergi, kurang cocok dengan makanannya, atau ada hal lain yang menyebabkan makanan sulit masuk ke dalam tubuhnya.

 

Seperti dipaparkan di atas, penatalaksanaan terhadap gizi buruk memerlukan penanganan yang komprehensif, meliputi terapi untuk kegawatan yang mungkin ada, seperti adanya syok atau infeksi, lalu terapi nutrisi yang adekuat atau memadai, dan biasanya dilakukan secara bertahap sesuai toleransi si penderita.

 

Selain itu juga perlu diberi asupan vitamin dan mineral yang cukup, serta pengawasan yang ketat. Penanganan terhadap masalah gizi buruk ini akan memakan waktu yang cukup lama, dan memerlukan penanganan yang berkesinambungan, juga harus turut melibatkan peran serta orangtua secara aktif.

 

Sebenarnya, agar masalah gizi buruk ini tidak menimpa anak-anak Indonesia, sejak bayi lahir, harus diberi perhatian lebih, terutama dalam hal nutrisi. Untuk bayi usia 0-6 bulan, jelasnya, makanan yang paling ideal adalah ASI. Sebab, ASI telah mengandung semua zat-zat yang dibutuhkan bayi, untuk mendukung tumbuh kembangnya yang optimal.

 

ASI, mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan zat protektif dalam jumlah yang memadai. Bayi yang mendapat ASI, akan tumbuh secara optimal, akan mengalami pertambahan berat badan yang ideal, dan jarang menderita sakit. Tapi jika karena satu dan lain hal bayi tidak bisa mendapatkan ASI secara eksklusif, maka pada usia 0-6 bulan bayi dapat diberi tambahan susu formula yang sesuai.

 

  1. MENU DAN POLA MAKAN
  1. Asi ekslusif nutrisi untuk bayi 0-6 bulan

Satu bentuk rangsang untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak bayi adalah dengan menerapkan pola asah, asih dan asuh dalam perawatannya sehari-hari, dalam pemberian ASI juga perlu ditunjang dengan pemenuhan zat-zat gizi yang tepat.

 

ASI merupakan sumber makanan utama dan paling sempurna bagi bayi usia 0-6 bulan. Untuk itu harus diterapkan pola makan yang sehat agar zat gizi yang dibutuhkan dapat dipenuhi melalui ASI.

 

ASI eklusif menurut WHO (World Health Organization) adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain baik susu formula, air putih, air jeruk, ataupun makanan tambahan lain. Sebelum mencapai usia 6 bulan sistem pencernaan bayi belum mampu berfungsi dengan sempurna, sehingga ia belum mampu mencerna makanan selain ASI.

 

  1. Makanan bayi umur 6-12 bulan

Dalam usia ini bayi mampu berkomunikasi meski dalam bentuk sangat sederhana. Berkat pemenuhan zat gizi yang diperolehnya dari ASI sejalan dengan peningkatan proses tumbuh kembang yang sedang dijalani, kini ASI saja tidak cukup untuk memenuhi zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuhnya, maka mulai usia ini perlu diperkenalkan beberapa jenis makanan padat yang disebut Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).

 

  1. Kebutuhan vitamin bayi usia 6-12 bulan
  1. Asam Folat 45 mg
  2. B3 (Niasin) 8 mg
  3. B6 (Pindoksin) 0,6 mg
  4. B2 (Riboflasin) 0,6 mg
  5. B1 (Tianin) 0,5 mg
  6. A 400 μg
  7. B12 1,5 μg
  8. C 35 mg
  9. D 10 μg
  10. E 3 mg

 

  1. Kebutuhan mineral bayi usia 6-12 bulan
  1. Kalsium (Ca) 540 mg
  2. Yodium (I) 50 μg
  3. Zat Besi (Fe) 15 mg
  4. Magnesium (Mg) 70 mg
  5. Fosfor (P) 360 mg
  6. Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
  7. http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
  8. Seng (Zn) 50 mg

 

  1. Contoh pola jadwal pemberian makanan menjelang anak usia 1 tahun

Perlu diketahui, jadwal pemberian makanan ini fleksibel (dapat bergeser,

tapi jangan terlalu jauh)

  1. Pukul 06.00 : Susu
  2. Pukul 08.00 : Bubur saring/Nasi tim
  3. Pukul 10.00 : Susu/Makanan selingan
  4. Pukul 12.00 : Bubur saring/Nasi tim
  5. Pukul 14.00 : Susu
  6. Pukul 16.00 : Makanan selingan
  7. Pukul 18.00 : Bubur saring /nasi tim
  8. Pukul 20.00 : Susu.

 

  1. Bentuk dan Jenis Makanan Anak berumur 1 tahun atau kurang dengan berat badan kurang dari 8kg

Pada anak yang berumur 1 tahun atau kurang dengan berat badan kurang dari 8 kg, bentuk dan jenis makanan yang diberikan sebagai berikut :

  1. ASI
  2. PASI khusus, sesuai dengan keadaan intoleransi atau malabsorpsi zat gizi yang diderita (jenis PASI dapat dilihat pada lampiran 1)
  3. Pemberian buah dimulai dengan pisang
  4. Bentuk makanan lumat atau lembek

 

Golongan bahan

makanan

 

Makana yang boleh

diberikan

 

Makanan yang tidak boleh

diberikan

 

Sumber energi

 

Bubur nasi disaring atau

tidak disaring, bubur/

poding dibuat dari

tepung beras,maizena,

hevermut, hunkwe,

biskuit, kraker; kentang

purte,gula, MCT

 

Nasi, ketan, jagung, mi, ubi,

singkong, talas; minyak goreng

biasa

 

Sumber zat pembangun

 

 

ASI,PASI sesuai keadaan

pasien; telur direbus atau

diceplok air; daging, hati,

tahu atau tempe cincang,

dikukus atau ditim

 

PASI yang menyebabkan

intoleransi atau malabsorpsi; lauk

yang digoreng

 

Sumber zat pengatur

 

Wortel, tomat masak,

labu siam, labu kuning

cincang ditim, dibuat

sup, kalau perlu disaring;

pisang dihaluskan, apel

disetup dan dihaluskan

 

Sayuran dan buah mengandung

gas dan buncis, kacang panjang,

kol, lobak, kankung; durian,

mangga dan nangka.

 

Bumbu Kecap, garam, bawang

merah dan bawang putih

dalam jumlah terbatas

Lada, lombok, cuka dan lain

bumbu yang merangsang

 

Minuman Teh, sirop, sari buah

yang manis

 

Minuman mengandung soda,

coklat, sari buah yang asam

 

 

 

  1. Jadwal Pemberian Makanan Pada Bayi

Pola makan bayi sebenarnya tidak ada acuan pastinya, karena waktu makan bayi dan istirahat bayi belum teratur seperti orang dewasa, karenanya gunakan pola makan sehari sebagai berikut.

  1. Berikan ASI sekehendak atau semaunya bayi.
  2. Jika menggunakan susu formula pengganti ASI, berikan 5 kali sehari dengan takaran 180-210 ml untuk bayi usia 4-5 bulan. Untuk, bayi usia 5-6 bulan, berikan 5 kali sehari dengan takaran susu 210 ml-240 ml setiap kali minum. Tambahkan satu kali bubur susu dan satu kali bubur buah atau pure sayuran.

 

  1. Kebutuhan gizi bayi

Usia bayi 0-6 bulan dengan berat 6,0 kg dan tinggi 60 cm, angka kecukupan gizi yang dianjurkan perharinya adalah:

  1. Energi 550 kkal
  2. Protein 10 g
  3. Vitamin A 375 RE
  4. Vitamin D 5 mcg
  5. Vitamin E 4 mg
  6. Vitamin C 40 mg
  7. Vitamin B12 0/4 mcg
  8. Kalsium 200 mg
  9. Besi 0.5 mg
  10. Seng 1.3 mg

 

  1. Aneka Makanan Pengganti ASI
  1. Sup untuk bayi umur 8-12 bulan

Sop jagung & tofu jepang

Bahan :

Jagung manis, Parut kasar

Daging giling

Tofu jepang potong kotak2 kecil

Wortel, iris kotak kecil atau parut kasar

Bayam, iris kecil

Daun seledri dan daun bawang

margarine/ butter utk menggoreng

Bawangbombaycincang halus

Minyak untuk menumis

Air Kaldu(buatan sendiri)

 

Cara membuat :

Masukkan Daging giling ke dalam kaldu, rebus sampai lunak

Tambahkan wortel rebus sampai empuk, kemudian masukkan Jagung dan Tofu

tambahkan daun seledri dan daun bawang.

Panaskan margarin/unsalted butter, tumis bawang bombay sampai layu dan harum, masukkan ke dalam sop.

Pisahkan sop yang mau dimakan,panaskan dan tambahkan bayam.Rebus sampai mendidih dan angkat

 

NOTE : Ingat bayam jangan dipanaskan berulang..satu kali masak langsung dimakan,sisanya langsung dibuang.

 

 

  1. Menu buat bayi umur 6-12 bulan

1)      cream labu kuning dan ayam (puree )

bahan :

100 gr labu kuning( kukus hingga matang)

100 gr daging ayam,matang

120ml ASI(susu formula)

Cara membuat :

Masukan semua bahan ke dalam blender dan blend hingga halus,kl terlalu kental bisa tambah air kaldu

 

2)      Kentang & sayuran (utk 6-12 bln)

utk 2-3 porsi

bahan :

1 buah kentang

1 buah wortel9ukuran sedang)

15 gr margarin(unsalted butter)

 

1 sdm susu formula (larutkan dgn 60ml air)

beberapa potong brokoli(bagian atasnya saja)

 

cara membuat :

rebus kentang,wortel dan brokoli hingga matang

angkat dan haluskan dgn sendok garpu,tambahkan margarin dan larutan susu formula,

siap di hidangkan selagi hangat

 

3)      Bubur Susu Maizena

Bahan:

1 sdm tepung maizena

40 g bayam, cuci, rebus, haluskan

150 ml ASi atau 3 sdm susu formula lanjutan yang dilarutkan dengan dengan 100 ml air hangat

200 ml air matang/kaldu sayuran

 

Cara Membuat:

Larutkan tepung maizena dengan 200 ml air matang/kaldu sayuran. Didihkan hinga matang dan mengental. Angkat.

Sesaat sebelum diangkat, masukan bayam. Aduk rata, angkat dari perapian.

Selagi hangat masukan ASI atau larutan susu formula lanjutan, aduk rata.

Tuang ke dalam mangkuk saji. Hidangkan hangat.

 

Untuk 2 porsi

Kandungan ± Nutrisi per porsi:

Protein: 3.8 g

Lemak: 1.1 g

Karbohidrat: 19.8 g

Energi: 61.3 kkal

 

  1. Bubur tim untuk bayi umur 8-12 bulan

Bubur nasi,labu kuning dan ikan

Bahan :

2 sdm beras

1 gelas kaldu(bikin sendiri)

Ikan ( jenis apa saja)

labu kuning iris kecil kecil

 

Cara membuat :

masukkan semua bahan kedalam slow cooker dan masak hingga halus,biasa mau tidur malam aku taruh di cooker,pagi udah masak and lembek(ngak perlu di blender kl anak udah mulai mau mengunyah)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

BAB I
PENDAHULUAN

 

Kehamilan dengan hipertensi ialah keadaan hipertensi yang diimbas oleh kehamilan. Istilah ini diadopsi oleh “The American College of Obstetrician and Gynecologist” untuk mengganti istilah preeklampsia dan eklampsia. Sindrom ini terdiri atas trias: yaitu hipertensi, proteinuria, dan edema. Hipertensi jenis ini lazim menjangkiti primigravida (kehamilan minggu XX) berusia antara 20-35 tahun yang berasal dari lapisan social ekonomi tingkat bawah, dan menderita malnutrisi. Badan Kesehatan dunia memperkirakan ada 8% (eklamsia) dan 4% (hipertensi) dari 21 kasus penyebab kematian (selain abortus) yang ada.

Seorang wanita hamil boleh dicurigai menderita hipertensi kehamilan, jika yang bersangkutan sering mengeluh pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut bagian atas (ulu hati), nafsu makan lenyap, rasa mual, dan muntah. Tanda yang mudah diperiksa alah pertambahan berat badan secara progresif (. 3kg tiap minggu). Sehingga perlu adanya penyusunan menu dan trik  khusus untuk menanggulangi masalah tersebut seperti Diet Rendah Garam karena nutrisi mempunyai peranan penting dalam upaya pencegahan dan penyembuhan hipertensi maupun komplikasi lain saat kehamilan.

Dengan disusunnya makalah ini diharapkan dapat memberikan sedikit informasi tentang hipertensi dan diet untuk menanggulangi masalah hipertensi. Selain itu makalah ini dapat digunakan sebagai acuan dan refrensi untuk menyusun menu bagi penderita hipertensi khususnya ibu hamil. Sehingga dapat membantu dalam mengatasi masalah nutrisi bagi penderita hipertensi khususnya bagi ibu hamil.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II
PEMBAHASAN

 

  1. I.                   INFORMASI TENTANG HIPERTENSI

Sampai sekarang penyakit hipertensi dalam kehamilan (HDK) masih merupakan masalah kebidanan yang belum dapat dipecahkan dengan tuntas. HDK adalah salah satu dari trias

penyebab utama kematian ibu di camping perdarahan dan infeksi. Penanganan kasus HDK atau Gestosis atau EPH Gestosis masih tetap merupakan kontroversi karena sampai saat ini etiologi dan patofisiologi penyakit HDK masih belum jelas diketahui, sehingga penanganan yang definitif belum mungkin dijalankan dengan sempurna. Hanya tenninasi kehamilan yang dapat di-

anggap sebagai terapi yang definitif.

HDK adalah komplikasi kehamilan setelah kehamilan 20 minggu yang ditandai dengan timbulnya hipertensi, disertai salah satu dari : edema, proteinuria, atai – edua-duanya. Klasifikasinya sebagai berikut :

  1. HDK sebagai penyulit yang berhubungan langsung dengan kehamilan :
    1. 1)Pre-eklamsia
    2. 2)Eklamsia
    3. HDK sebagai penyulit yang tidak berhubungan langsung dengan kehamilan :
      1. Hipertensi kronik.
      2. Pre-eklamsia/eklamsiapadahipertensikronik/superimposed.
      3. 4.      Transient hypertension.
      4. 5.      HDK yang tidak dapat dikiasifikasikan.

 

  1. a.      Definisi dan Kriteria
  2. Hipertensi ialah :

a)  Bila tekanan darah sistolik 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik >_ 90 mmHg.

b)  Kenaikan tekanan darah sistolik 30 mmHg.

c)  Kenaikan tekanan darah diastolik  15 mmHg. Untuk mengukur tekanan darah yang pertama dilakukan dua kali setelah istirahat duduk 10 menit. Pengukuran tekanan darah ini harus dilakukan sekurang-kurangnya 2 kali dengan selang waktu 6 jam dan ibu dalam keadaan istirahat.

  1. Pre-eklamsia

Ialah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema akibat kehamilan, setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat timbul sebelum 20 minggu bila terjadi penyakit trofoblas.

  1. Eklamsia

ialah timbulnya kejang pada penderita pre-eklamsia yang disusul dengan koma. Kejang ini bukan akibat dari kelainan neurologik.

  1. Hipertensi kronik

Hipertensi yang menetap oleh sebab apapun, yang ditemukanpada umur kehamilan kurang dari 20 minggu, atau hipertensi yang menetap setelah 6 minggu pasca persalinan.

  1. Superimposed pre-eklamsia/eklamsia

Ialah timbulnya pre-eklamsia atau eklamsia pada hipertensi kronik.

  1. Transient hypertension

lalah hipertensi dalam kehamilan pada wanita yang tekanan darahnya normal sebelum hamil dan tidak mempunyai gejala-gejala hipertensi kronik atau pre-eklamsia atau eklamsia.  Gejala ini akan hilang setelah 10 hari pasca persalinan.

  1. b.      Etiologi

Faktor predisposisi :

1)      Primigravida atau nullipara, terutama pada umur reproduksi ekstrem, yaitu remaja dan umur 35 tahun ke atas.

2)      Multigravida dengan kondisi klinis :

a) Kehamilan ganda dan hidrops fetalis.

b) Penyakit vaskuler termasuk hipertensi esensial kronik dan diabetes mellitus.

c) Penyakit-penyakit ginjal.

3)      Hiperplasentosis : Molahidatidosa,kehamilan ganda, hi drops fetalis, bay i besar, diabetes mellitus.

4)      Riwayat keluarga pernah pre-eklamsia atau eklamsia.

5)      Obesitas dan hidramnion.

6)      Gizi yang kurang dan anemi.

7)      Kasus-kasus dengan kadar asam urat yang tinggi, defisiensi kalsium, defisiensi asam lemak tidak jenuh, kurang antioksidans.

 

  1. c.       Patogenesis

Belum diketahui dengan pasti. Proses iskemik uteroplasenter menyebabkan vasospasmus arteriole/kapiler secara umum sehingga menimbulkan kelainan patologis pada organ-organ vital.

  1. 1.      Pre-Eklamsia Ringan

Kriteria :

1)      Tekanan darah > 140/90 mmHg atau tekanan darah sistolik naik > 30 mmHg atau kenaikan tekanan darah diastolik > 15 mmHg tetapi < 160/110 mmHg.

2)      Edema

3)      Proteinuria, setelah kehamilan 20 minggu.

  1. 2.      Pre-Eklamsia Berat

Kriteria :

1)    Tekanan darah 160/110 mmHg.

2)    Proteinuria lebih 5 gram/24 jam atau kualitatif 3+/4+.

3)    Oliguria 500 ml/24 jam.

4)    Nyeri kepala frontal atau gangguan penglihatan.

5)    Nyeri epigastrium.

6)    Edema paru atau sianosis.

7)    Pertumbuhan janin intrauterin yang terlambat (IUFGR).

8)    HELLP syndrome (H = Hemolysis; EL = Elevated Liver enzymes; LP = Low Platelet counts).

 

  1. 3.      Eklamsia

Eklamsia adalah kelainan akut pada wanita hamil, dalam persalinan atau nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang dan atau koma. Sebelumnya wanita tadi menunjukkan gejala-gejala pre-eklamsia (kejang-kejang timbul bukan akibat kelainan neu- rologik).

 

  1. 4.      Hipertensi Kronik Dalam Kehamilan

Adanya hipertensi yang persisten oleh sebab apapun juga yang ditemukan pada umur kehamilan kurang dari 20 minggu atau hipertensi persisten setelah 6 minggu pasca persalinan. Diagnosis klinik Diagnosis hipertensi kronik pada kehamilan ditegakkan berdasarkan gejala-gejala sebagai berikut :

a)   Adanya riwayat hipertensi sebelum kehamilan atau didapatkan hipertensi pada kehamilan kurang dari 20 minggu.

b)   Ditemukan kelainan organik, misalnya : pembesaran jantung, kelainan ginjal, dan sebagainya.

c)   Umur ibu di atas 30 tahun dan umumnya multigravida.

d)   Bila terjadi superimposed preeclampsia, maka didapatkan : tekanan darah sistolik lebih dari 200 mmHg adanya perubahan-perubahan pada pembuluh darah retin berupa eksudasi, perdarahan, dan penyempitan.

e)   Retensi air dan natrium tidak menonjol. Jarang didapatkan edema dan proteinuria.

f)   Hipertensi masih temp didapatkan sampai 6 bulan pasca persalinan.

 

  1. Komplikasi

Gagal ginjal, gagal jantung, edema paru-paru, kelainan pembekuan darah, perdarahan otak, kematian janin.

 

  1. II.                UPAYA PENANGGULANGAN

 

  1. A.    DIET RENDAH GARAM
    1. a.      Pengertian

Yang dimaksud dengan garam dalam Diet Rendah Garam adalah garam natrium seperti yang terdapat ddi dalm garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO3), baking powder, natrium benzoat, dan vetsin (mono sodium glutamate). Natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraselular tubuh yang mempunyai fungsi menjaga keseimbangan cairan dan asam tubuh, serta berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot. Asupan makanan sehari-hari umumnya mengandung lebih banyak natrium daripada yang dibutuhkan tubuh. Dalam keadaan normal, jumlah natrium yang dikeluarkan tubuh melalui urin sama dengan jumlah yang dikonsumsi, sehingga terdapat keseimbangan.

Makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan sehingga tidak ada penetapan kebutuhan natrium sehari. WHO menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari (ekuivalen dengan 2400 mg)

Asupan natrium yang berlebihan, terutama dalam bentuk natrium klorida, dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh, sehingga menyebabkan edema atau asites, dan hipertensi. Penyakit-penyakit tertentu seperti sirosis hati, penyakit ginjal tertentu, dekomsio kordis, toksemia pada kehamilan dan hipertensi esensial dapat menyebabkan gejala edema atau asites, dan hipertensi. Dalam keadaan demikian asupan garam natrium perlu dibatasi.

 

  1. b.      Tujuan Diet

Tujuan Diet  Garam Rendah adalah membantu menghilangkan retensi  garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi

 

  1. c.       Syarat Diet Rendah Garam:
  2. Cukup energi, protein, mineral dan vitamin.
  3. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit.
  4. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan hipertensi.

 

  1. d.      Macam Diet dan Indikasi Pemberian

Diet Garam rendah diberikan kepada pasien denan edema, asites atau hipertensi seperti yang terjadi pada penyakit dekompensasio kordis, serosis hati, penyakit ginjal tertentu, toxemia pada kehamilan, dan hipertensi esensial. Diet ini mengandung cukup zat-zat gizi. Sesuai dengan keadaan penyakit dapat diberikan berbagai Diet Rendah Garam.

a)      Diet Rendah Garam I (200-400 mg Na)

Diet Rendah Garam I diberikan kepada pasien dengan edema, asites, dan Hipertensi berat. Pada pengolahan makanannya tidak ditambahkan garam dapur . Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya misalnya   daun seledri (96 mg/100 gr bahan makanan), pisang (18 gr bahan makanan).

b)     Diet Rendah Garam II (600-800 mg Na)

Diet rendah garam II diberikan kepada pasien dengan edema, acites, dan hipertensi tidak terlalu berat. Pemberian makanan sehari sama dengan diet rendah garam I. Pada pengolahan makananya boleh menggunakan setengah sendok teh garam dapur (2gr).  Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya, misalnya roti bakar (700 mg/100gr  bahan makanan), susu asam bubuk (600 mg/ 100 gr bahan makanan), biskuit  (500mg/100gr bahan makanan), kue-kue (250mg/100gr bahan makanan), roti cokelat (500mg/100gr bahan makanan), ayam (100mg/100gr bahan makannan), daging bebek (200mg/100gr bahan makana), putih telur bebek( 228mg/100gr), susu skim bubuk (470mg/100gr bahan makanan).

c)      Diet Rendah Garam III (1000-1200 mg Na)

Diet rendah garam III diberikan kepada pasien dengan edema dan hipertensi ringan. Pemberian makanan sehari samadengan diet rendah garam I. Pada pengolahan makanannya boleh menggunakan I sdt (4gr) garam dapur. Contoh pengaturan makanannya; keju  (1200 mg/100gr makanan), sosis (1000 mg/ 100gr bahan makanan), lemak babi (1500 mg/100 gr bahan makanan), garam (38758 mg/100 gr bahan makanan).

 

  1. e.       Bahan Makanan Sehari

Bahan Makanan

Berat(gr)

Takaran

Beras

Daging

Telur Ayam

Tempe

Kacang Hijau

Sayuran

Buah

Minyak

Gula Pasir

300

100

50

100

25

200

200

25

25

5 gls nasi

2 ptg sdg

1 butir

4 ptg sdg

2 ½ sdm

2 gelas

2 ptg sdg papaya

2 ½ sdm

2 ½ sdm

 

  1. f.       Nilai Gizi

Energi                    2230 kkal

Protein                   75 gr

Lemak                   53 gr

Karbohidrat           365 gr

Kalsium                 500 mg

Besi                       24 mg

Tiamin                   1,2 mg

Vitamin                 87mg

Natrium                 305 mg

 

  1. g.      Pembagian Bahan Makanan Sehari
  2. 1.      Pagi

Beras 70 gr                  1 gelas nasi

Telur 50 gr                   1 btr

Sayuran 50 gr              ½ gelas

Minyak 5 gr                 ½ sdm

Gula Pasir 10 gr          1 sdm

  1. 2.      Pukul 10.00

Kacang hijau 25 gr      2 ½ sdm

Gula Pasir 15 gr          1 ½ sdm

  1. 3.      Siang dan Sore

Beras 140 gr                2 gelas nasi

Daging 50 gr               1 potong sedang

Tempe50 gr                2 potong sedang

Sayuran 75 gr              ¾ gelas

Buah 100gr                 1 potong sedang papaya

Minyak 10 gr               1 sdm

 

  1. h.      Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

Bahan Makanan

Dianjurkan

Tidak Dianjurkan

Sunber karbohidrat

 

Beras, kentang, singkong, terigu, tapioca, hongkue, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut diatas tanpa garam dapur dan soda seperti : macaroni, mie, bihun, roti, biskuit, kue kering.

 

Roti, biskuit, dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur, baking powder dan soda.

 

 

Sumber protein hewani,

 

Daging dan ikan maksimal 100 gr sehari, telur maksimal 1 butir sehari.

 

Otak, dinjal, lidah, sardine, daging, ikan, susu, dan telur yang diawetkan dengan garam dapur seperti daging asap, ham, bacon, dendeng, abon, keju, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin dan telur pindang.

 

Sumber protein nabati.

 

Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam dapur.

 

Keju, kacang tanah dan semua kacang-kacangan dan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur dan lain ikatan matrium.

 

Sayuran.

 

Semua sayuran segar, sayuran yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoate.

 

Sayuran yang dimasak dan diawetkan dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan dan acar.

 

Buah-buahan.

 

Semua buah-buahan segar, buah yang diawet tanpa garam dapur dan natrium benzoate.

 

Buah-buahan yang diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti buah dalam kaleng.

 

Lemak.

 

Minyak goring, margarine dan mentega tanpa garam.

 

Margarine dan mentega biasa.

 

Minuman.

 

The dan kopi.

 

Minuman ringan.

 

Bumbu. Semua bumbu-bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur dan lain ikatan natrium. Garam dapur sesuai ketentuan untuk diet rendah garam II dan III

 

Garam dapur untuk diet rendah garam I, baking powder, soda kue, vetsin, dan bumbu yang mengandung garam dapur seperti kecap, terasi, magi, tomato kecap,petis, tauco.

 

  1. i.        Contoh Menu Sehari

Pagi                       Nasi

Telur dadar

Tumis kacang panjang

 

Pukul 10.00          Bubur kacang hijau

 

Siang                     Nasi

Ikan acar kuning

Tahu bacem

Sayur lodeh

Papaya

 

Malam                  Nasi

Daging pesmol

Keripiktempe

Cah sayuran

Pisang

 

  1. B.     DIET PREEKLAMSI
    1. a.      Gambaran umum

Preeklamsia murupakan sindrom yang terjadi pada saat kehamilan masuk pada minggu ke-20 dengan tanda dan gejala seperti hipertensi, proteinuria, kenaikan berat badan yang cepat karena edema, mudah timbul kemerah-merahan, mual, muntah, pusing, nyeri lambung, oligouria, gelisan dan kesadaran menurun. Cirri khas diet ini adalah memperhatikan asupan garam dan protein.

 

  1. b.      Tujuan Diet :
    1. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal
    2. Muncapai dan mempertahankan tekanan darah normal
    3. Mencegah atau mengurangi retensi garam atau air
    4. Mencapai keseimbangan nitrogen
    5. Menjaga agar penambahan berat badab tidak melebihi normal
    6. Mengurangi atau mencegah timbulnya factor risiko lain  atau penyakit baru pada saat kehamilan atau setelah melahirkan

 

  1. c.       Syarat Diet :
    1. Energi dan semua zat gizi cukup. Dalam keadaan berat, makanan diberikan secara berangsur, sesuai dengan kemampuan pasien menerima makanan. Penambahan energy tidak lebih dari 300 kkal dari makanan atau diet sebelum hamil.
    2. Garam diberikan rendah sesuai dengan berat ringannya retensi garam atau air. Penambahan berat badan diusahakan dibawah 3 kg/bulan atau dibawah 1 kg/minggu.
    3. Protein tinggi (1 ½ – 2 gr/kg berat badan).
    4. Lemak sedang, sebagian lemak berupa lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda.
    5. Vitamin cukup, vitamin C dan B6 diberikan sedikit lebingg tinggi.
    6. Mineral cukup terutama kalium dan kalsium.
    7. Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan makan pasien.
    8. Cairan diberikan 2500 ml sehari. Pada keadaan oligouria, cairan dibatasi dan disesuaikan dengan cairan yang keluar melalui urine, muntah, keringat, dan pernapasan.

 

  1. d.      Macam Diet dan Indikasi Pemberian
    1. 1.      Diet Preeklamsi I

Diet preeklamsi I diberikan pada pasien dengan preeklamsi berat. Makanan diberikkan dalam bentuk cair, yang terdiri dari susu dan sari buah. Jumlah cairan diberikan paling sedikit 1500 ml sehari per oral, dan kekurangan diberikan secara parenteral. Makanan ini kurang energy dan zat gizi, karena itu hanya diberikan selama 1-2 hari.

  1. 2.      Diet Preeklamsi II

Diet preeklamsi II diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet preeklamsi I atau kepada pasien preeklamsia yang penyakitnya tidak begitu berat. Makanan berbentuk saring atau lunak dan diberikan sebagai diet rendahgaramI.makanan ini cukup energy dan gizi lainnya.

  1. 3.      Diet Preeklamsi III

Diet preeklamsi III diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet preeklamsi II atau kepada pasien dengan preeklamsi ringan. Makanan ini mengandung protein tinggi dan garam rendah, diberikan dalam bentuk lunak atau biasa. Makanan iini cukup semua zat gizi. Jumlah energy harus disesuaikan dengan kenaikan berat badan yang boleh lebih dari 1 kg setiap bulan.

 

  1. e.       Bahan Makanan Sehari

 

Bahan Makanan

Diet Preeklamsia I

Diet Preeklamsia II

Diet Preeklamsia III

Berat (gr)

urt

Berat (gr)

urt

Berat (gr)

Urt

Beras

Telur

Daging

Tempe

Sayuran

Sari buah/

buah

 

Gula pasir

Minyak

nabati

Susu Bubuk

1000

 

 

80

 

75

15

 

 

8 sdm

 

15 sdm

150

50

100

50

200

400

 

 

30

15

 

25

3 gls tim

1 butir

2 ptg sdg

2 ptg sdg

2 gls

4 ptg sdg

pepaya

 

3 sdm

1 ½ sdm

 

5 sdm

200

50

100

100

200

400

 

 

30

25

 

50

4 gls tim

1 butir

2ptg sdg

4 ptg sdg

2 gls

4 ptg sdg

Papaya

 

3 sdm

2 ½ sdm

 

10 sdm

Susu khusus ibu hamil bila diberikan susu biasa energi hanya sebagian yang terpenuhi.

 

 

  1. f.       Nilai gizi
 

Diet   Preeklamsia I

Diet Preeklamsia II

Diet Preeklamsia III

Energi (kkal)

Protein (gram)

Lemak (gram)

Karbohidrat

(gram)

Kalsium

(gram)

Besi (gram)

Vitamin A (RE)

Tiamin (mg)

Vitamin C (mg)

Natrium (mg)

1032

20

19

211

 

600

 

6,9

750

0,5

2,46

228

1604

56

44

261

 

500

 

17,3

2796

0,8

212

248

 

2128

80

63

305

 

800

 

24,2

3035

1

213

403

 

 

  1. g.      Pembagian Bahan Makanan Sehari
  2. 1.      Diet Preeklamsia I

Pukul 06.00                       teh                   1 gelas

 

Pukul 08.00                       sari tomat        1 gelas

susu                 1 gelas

 

Pukul 10.00                       sari jeruk          1 gelas

 

Pukul 13.00                       sari alpukat      1 gelas

susu                 1 gelas

 

Pukul 16.00                       sari tomat        1 gelas

Susu                1 gelas

 

Pukul 18.00                       sari papaya      1 gelas

sari jeruk          1 gelas

 

Pukul 20.00                       teh                   1 gelas

Susu                1 gelas

 

  1. 2.      Diet preeklamsia II & III

Waktu

Bahan Makanan

Diet Preeklamsi II

Diet Preeklamsi III

Berat (g)

urt

Berat (g)

urt

Pagi

Beras

Telur ayam

Sayuran

Minyak

Susu bubuk

Gula pasir

50

50

50

5

25

10

1 gls tim

1 btr

½ gelas

½ sdm

5 sdm

1 sdm

50

50

50

5

25

10

1 gls tim

1 btr

½ gelas

½ sdm

5 sdm

1 sdm

10.00

Buah

Gula pasir

100

10

1ptg

papaya

1 sdm

100

10

1ptg

papaya

1 sdm

Siang

Beras

Daging

Tahu

Sayur

Buah

Minyak

50

50

50

75

100

5

1 gls tim

1 ptg sdg

½ bh bsr

¾ gelas

1ptg

papaya

½ sdm

75

50

100

75

100

10

1 ½ gls tim

1 ptg sdg

1 bh bsr

¾ gelas

1 ptg sdg

papaya

1 sdm

16.00

 

Buah

Gula Pasir

Susu bubuk

 

100

10

1 ptg

pepaya

1 sdm

100

10

25

Ptg

pepaya

1 sdm

5 sdm

Malam

Beras

Ikan

Tempe

Sayuran

Buah

Minyak

50

50

25

75

100

5

1 gls tim

1ptg sdg

1 ptg sdg

¾ gls

1ptg

pepaya

½ sdm

75

50

50

75

100

10

1 ½ gls tim

1 ptg sdg

2 ptg sdg

¾ gls

1 ptg sdg

papaya

1 sdm

 

 

  1. h.      Contoh Menu Sehari

Diet Preeklamsi II

Pagi                    Nasi Tim

Telur Ceplok

Tumis kacang panjang taoge

Susu

 

Pukul 10.00        Selada buah

 

Siang                  Nasi Tim

Daging bumbu terik

Tempebacem

Pisang

 

Pukul 16.00        Jeruk

 

Malam                Nasi tim

Ikan bumbu kuning

Gadon tahu

Jeruk

Teh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III
PENUTUP

  1. Hipertensi, preeklamsi dan eklamsi termasuk salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu hamil diIndonesia.
  2. Nutrisi (gizi) memegang peranan penting dalam upaya pencegahan dan penyembuhan penyakit. Sehingga untuk masalah Hipertensi dan komplikasi kehamilan yang lain perlu adanya pengaturan dan penyusunan menu yang baik (baik kualitas maupun kuantitasnya).
  3. Diet Rendah Garam (garam Na) sangat penting bagi penderita Hipertensi khususnya bagi ibu hamil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Almastar, Sunita. Penuntun Diet. 2006.Jakarta : Gramedia.

Arisman. Gizi dalam Daur Kehidupan. 2007.Jakarta : EGC

Francin Paath, Erna, dkk. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. 2005.Jakarta: EGC

www. cermindunia.com/edisi khusus 80/1992. Selasa, 31 Maret 2008. 19.00 WIB

http://www.balita-anda.com. Selasa, 31 Maret 2008. 19.00 WIB