Posts Tagged ‘kehamilan ganda’

  1. Prinsip Dasar
  1. Bila proses fertilisasi menghasilkan janin lebih dari satu maka kehamilan tersebut disebut dengan kehamilan ganda. Kejadian kehamilan ganda dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor genetik atau keturunan, umur dan paritas, ras atau suku bangsa dan obat pemicu ovulasi. Kehamilan ganda termasuk dalam kategori risiko tinggi dalam kehamilan dan persalinan.
  2. Terdapat dua jenis kehamilan ganda :
  • hamil ganda monozigotik (satu telur, identik)
  • hamil ganda dizigotik (dua telur, fraternal)
  1. Penilaian klinik

Penilaian klinik selama kehamilan bertujuan untuk membuat diagnosis, mengenali hamil ganda secara dini dan melakukan upaya preventif terhadap penyulit.

  1. Diagnosis

Untuk menegakkan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan yang berhubungan dengan dugaan kehamilan ganda, yaitu :

  • Anamnesis

– perut lebih  buncit dari semestinya sesuai dengan umur tuanya kehamilan

– gerakan janin lebih banyak dirasakan ibu hamil

– uterus terasa lebih cepat membesar

– pernah hamil kembar atau ada riwayat keturunan kembar

  • Inspeksi dan palpasi

– pada pemeriksaan pertama dan ulangan ada kesan uterus lebih besar dan lebih cepat tumbuh dari biasanya

– gerakan-gerakan janin terasa lebih sering

– bagian-bagian kecil teraba lebih banyak

– teraba ada 3 bagian besar janin

– teraba ada 2 ballotement

  • Auskultasi

Terdengar 2 denyut jantung janin pada 2 tempat yang agak berjauhan dengan perbedaan kecepatan sedikitnya 10 denyut per menit atau bila dihitung bersamaan, terdapat selisih 10

  • Pemeriksaan penunjang

pemeriksaan USG

 

Pengaruh terhadap Ibu dan Janin

  1. Terhadap Ibu
  • Kebutuhan akan zat-zat bertambah, sehingga dapat menyebabkan anemia dan defisiensi zat-zat lainnya
  • Kemungkinan terjadinya hidramnion bertambah 10 kali lebih besar
  • Frekuensi pre-eklamsi dan eklamsi lebih sering
  • Karena uterus yang besar, ibu mengeluh sesak napas, sering miksi, serta terdapat  edema dan varises pada tungkai dan vulva
  • Dapat terjadi inersia uteri, perdarahan postpartum, dan solusio plasenta sesudah anak pertama lahir
  1. Terhadap Janin
  • Usia kehamilan tambah singkat dengan bertambahnya jumlah janin pada kehamilan kembar: 25% pada gemeli; 50% pada triplet; dan 75% pada quadruplet, yang akan lahir 4 minggu sebelum cukup bulan. Jadi kemungkinan terjadinya bayi premature akan tinggi.
  • Bila sesudah bayi pertama lahir terjadi solusio plasenta, maka angka kematian bayi kedua tinggi.
  • Sering terjadi kesalahan letak janin, yang juga akan mempertinggi angka kematian janin.

 

Penanganan dalam Kehamilan

  • Perawatan prenatal yang baik untuk mengenal kehamilan kembar dan mencegah komplikasi yang timbul, dan bila diagnosis telah ditegakkan, pemeriksaan ulangan harus lebih sering (1 x seminggu pada kehamilan lebih dari 32 minggu)
  • Setelah kehamilan 30 minggu, koitus dan perjalanan jauh sebaiknya dihindari karena akan merangsang partus prematurus
  • Pemakaian korset gurita yang tidak terlalu ketat diperbolehkan, supaya terasa lebih ringan
  • Periksa darah lengkap, Hb, dan golongan darah

 

 

Iklan

POLIHIDRAMNION

Pengertian :

Polihidramnion atau disebut juga dengan hidramnion adalah keadaan dimana air ketuban melebihi 2000 ml.

Secara teori, hidramnion bisa terjadi karena :

  1. Produksi air ketuban bertambah
  2. Pengaliran air ketuban terganggu
  3. Predisposisi
  4. Penyakit jantung

Diagnosis :

  1. Anamnesis
  2. Perut terlihat sangat buncit dan tegang, kulit perut mengkilat, retak-retak kulit jelas dan kadang-kadang umbilikus mendatar.
  3. Ibu terlihat sesak dan sianosis serta terlihat payah karena kehamilannya
  4. Edema pada kedua tungkai, vulva dan abdomen. Hal ini terjadi karena kompresi terhadap sebagian besar sistem pembuluh darah balik (vena) akibat uterus yang terlalu besar
  5. Fundus uteri lebih tinggi dari usia kehamilan sesungguhnya.
  6. Bagian-bagian janin sukar dikenali.
  7. Ultrasonografi

Alasan merujuk :

Jika dijumpai diagnosis polihidramnion, maka bidan harus segera membuat rencana asuhan atau perawatan untuk segera diimplementasikan, tindakan tersebut adalah merujuk klien. Alasan dilakukannya rujukan adalah untuk mengantisipasi adanya masalah-masalah terhadap janin dan juga ibunya.

Masalah potensial yang akan dialami adalah:

Pada Janin :

  1. Kelainan kongenital
  2. Prematuritas
  3. Letak lintang atau tali pusat menumbung
  4. Eritroblastosis
  5. Diabetes Melitus
  6. Solusio plasenta, kalau ketuban pecah tiba-tiba

Ibu :

  1. Solusio plasenta
  2. Atonia uteri
  3. Perdarahan postpartum
  4. Retensio palsenta
  5. Syok
  6. Kesalahan-kesalahan letak janin menyebabkan partus jadi lama dan sukar

Alur Rujukan :

Rujukan berasal dari bidan ke Rumah sakit yang mempunyai kapasitas memadai.

Tindakan Selama Rujukan :

  1. Memberikan pengertian kepada ibu bahwa kehamilan ini harus dirujuk ke Rumah Sakit karena bidan tidak mempunyai kapasitas untuk menganganinya.
  2. Apabila ibu tidak bersedia dirujuk maka akan terjadi kemungkinan yang tidak diharapkan baik bagi ibu maupun janin. Seperti : bayi lahir premature, tali pusat menumbung, syok, dll.
  3. Mendampingi ibu dan keluarga selama di perjalanan.
  4. Memberikan semangat kepada ibu bahwa kehamilan ini akan tertangani dengan baik oleh tenaga kesehatan di tempat rujukan. Ibu agar tetap berdoa dan berusaha berpikir positif.

 

MAKROSOMIA

Pengertian :

Makrosomia adalah bayi yang berat badannya pada saat lahir lebih dari 4.000 gram.

Faktor-faktor dari bayi tersebut diantaranya :

  1. Bayi dan ibu yang menderita diabetes sebelum hamil dan bayi dari ibu yang menderita diabetes selama kehamilan.
  2. Terjadinya obesitas pada ibu juga dapat menyebabkan kelahiran bayi besar (bayi giant).
  3. Pola makan ibu yang tidak seimbang atau berlebihan juga mempengaruhi kelahiran bayi besar.

Tanda dan Gejala :

  1. Besar untuk usia gestasi
  2. Riwayat intrauterus dari ibu diabetes dan polihidramnion
  3. Pemantauan glukosa darah, kimia darah, analisa gas darah
  4. Hemoglobin (Hb), Hematokrit (Ht)

Alasan merujuk :

Jika dijumpai diagnosis makrosomia, maka bidan harus segera membuat rencana asuhan atau perawatan untuk segera diimplementasikan, tindakan tersebut adalah merujuk klien. Alasan dilakukannya rujukan adalah untuk mengantisipasi adanya masalah-masalah terhadap janin dan juga ibunya.

Masalah potensial yang akan dialami adalah:

  1. Resiko dari trauma lahir yang tinggi jika bayi lebih besar dibandingkan panggul ibunya perdarahan intrakranial
  2. Distosia bahu
  3. Ruptur uteri
  4. Robekan perineum
  5. Fraktur anggota gerak

Alur Rujukan :

Rujukan berasal dari bidan ke Rumah sakit yang mempunyai kapasitas memadai.

Tindakan Selama Rujukan :

  1. Memberikan pengertian kepada ibu bahwa kehamilan ini harus dirujuk ke Rumah Sakit karena bidan tidak mempunyai kapasitas untuk menganganinya.
  2. Apabila ibu tidak bersedia dirujuk maka akan terjadi kemungkinan yang tidak diharapkan baik bagi ibu maupun janin. Seperti : Resiko dari trauma lahir, distosia bahu, robekan perineum, dll.
  3. Mendampingi ibu dan keluarga selama di perjalanan.
  4. Memberikan semangat kepada ibu bahwa kehamilan ini akan tertangani dengan baik oleh tenaga kesehatan di tempat rujukan. Ibu agar tetap berdoa dan berusaha berpikir positif.

 

KEHAMILAN GANDA

Pengertian :

Kehamilan kembar ialah kehamilan dengan dua janin atau lebih.

Diagnosis :

  1. Anamnesis
  2. Tanda dan gejala : ukuran TFU melebihi dari ukuran sebenarnya
  3. Pemeriksaan USG
  4. Pemeriksaan radiologi
  5. Teraba banyak bagian besar atau kecil saat dilakukan palpasi

Alasan merujuk :

Jika dijumpai diagnosis makrosomia, maka bidan harus segera membuat rencana asuhan atau perawatan untuk segera diimplementasikan, tindakan tersebut adalah merujuk klien. Alasan dilakukannya rujukan adalah untuk mengantisipasi adanya masalah-masalah terhadap janin dan juga ibunya.

Masalah potensial yang akan dialami adalah:

  1. Partus Prematurus
  2. Preeklampsi/eklampsi
  3. Anemia
  4. Malpresentasi
  5. Perdarahan pasca persalinan

Alur Rujukan :

Rujukan berasal dari bidan ke Rumah sakit yang mempunyai kapasitas memadai.

Tindakan Selama Rujukan :

  1. Memberikan pengertian kepada ibu bahwa kehamilan ini harus dirujuk ke Rumah Sakit karena bidan tidak mempunyai kapasitas untuk menganganinya.
  2. Apabila ibu tidak bersedia dirujuk maka akan terjadi kemungkinan yang tidak diharapkan baik bagi ibu maupun janin. Seperti : Kelahiran premature, preeklampsi/eklampsi, anemia, malpresentasi, dll.
  3. Mendampingi ibu dan keluarga selama di perjalanan.
  4. Memberikan semangat kepada ibu bahwa kehamilan ini akan tertangani dengan baik oleh tenaga kesehatan di tempat rujukan. Ibu agar tetap berdoa dan berusaha berpikir positif.